Pengaruh Media Pendingin Air Tawar, Air Coolant, dan Udara Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan pada Sambungan Las MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas) Aluminium 6061

*Hosea Kurniawan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 11 Sep 2020; Published: 12 Oct 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 19
Abstract
Salah satu material yang dapat digunakan untuk pembuatan kapal adalah aluminium 6061. Pengelasan yang tepat diperlukan untuk bahan tersebut agar memperoleh hasil yang bagus, contohnya adalah pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas). Pengujian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061. Aluminium dilas MIG dan MAG lalu diberi media pendingin air tawar, air coolant, serta udara. Aluminium 6061 dilas dengan sudut single v butt joint dengan sudut 60°. Pengujian memberikan hasil bahwa media pendingin berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061 tersebut. Pengujian tarik pada pengelasan MAG dengan media pendingin air coolant meraih angka rata-rata tegangan tarik tertinggi yaitu 191 MPA. Tegangan tarik terendah diperoleh pada pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar dengan rata-rata 85 MPA. Pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers meraih kekerasan tertinggi sebesar rata-rata 81 VHN pada las MAG  pendingin air tawar. Kekerasan Vickers terendah dialami oleh aluminium yang dilas MAG dengan pendingin udara sebesar 70 VHN. Penelitian ini berkesimpulan bahwa air coolant memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan tarik di kedua pengelasan, MIG dan MAG, dengan nilai tegangan tarik tertinggi. Air tawar mempengaruhi nilai kekerasan Vickers terhadap pengelasan MIG dan MAG dengan hasil nilai kekerasan tertinggi daripada media pendingin lainnnya.
Keywords: Aluminium 6061; MIG; MAG; Media Pendingin; Uji Tarik; Uji Kekerasan Vickers

Article Metrics:

  1. W. Pranajaya, A. W. B. Santosa, U. Budiarto, Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Sambungan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Pada Aluminium 6061. Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 7, pp. 286-293, 2019.
  2. Achmadi. 2019. Pengertian Proses Las GMAW (Gas Metal Arc Welding) MIG MAG. Diambil dari: https://www.pengelasan.net/las-gmaw/ (18 Januari 2020).
  3. A. Sastranegara, “Mengenal Uji Tarik dan Sifat-sifat Mekanik Logam.” Jakarta-Indonesia, 2009.
  4. G. R. Furqon, M. Firman, and others, “Analisa Uji Kekerasan pada Poros Baja St 60 dengan Media Pendingin yang Berbeda,” J. Sci. Mech. Eng., vol. 1, no. 1, 2016.
  5. M. S. Rinaldy, U. Budiarto, and W. Amiruddin, “Pengaruh Media Pendingin Air Garam dan Oli Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas),” J. Tek. Perkapalan, vol. 6, no. 4, 2018.
  6. I. Guzman, E. Granda, B. Vargas, C. Cruz, Y. Avila, and J. Acevedo, “Tensile and fracture behavior in 6061-T6 and 6061-T4 aluminum alloys welded by pulsed metal transfer GMAW,” Int. J. Adv. Manuf. Technol., vol. 103, no. 5–8, pp. 2553–2562, 2019.
  7. F. N. Felani, K. Kosjoko, and A. Finali, “Uji Perbandingan Kekuatan Tarik Pengelasan Stainless Steel Aisi 304 Menggunakan Las Tig (Tungsten Inert Gas) Dan Las Mig (Metal Inert Gas) Dengan Variasi Media Pendingin,” J-Proteksion, vol. 1, no. 2, pp. 13–16, 2017.
  8. W. F. Tambunan, U. Budiarto, and A. W. B. Santosa, “Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan, dan Mikrografi Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Propeller Setelah Proses Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time),” J. Tek. Perkapalan, vol. 7, no. 1, 2019.
  9. C. F. Tan and S. M. Radzai, “Effect of Hardness Test on Precipitation Hardening Aluminium Alloy 6061-T6,” Chiang Mai J. Sci., vol. 36, no. 3, pp. 276–286, 2009.
  10. A. Ramaswamy, S. Malarvizhi, and V. Balasubramanian, “Effect of Variants of Gas Metal Arc Welding Process on Tensile Properties of AA6061-T6 Aluminium Alloy Joints,” Int. J. Adv. Manuf. Technol., vol. 108, no. 9, pp. 2967–2983, 2020.
  11. A. Ramaswamy, S. Malarvizhi, and V. Balasubramanian, “Post-weld Heat Treatment Effects on The Tensile Properties of Cold Metal Arc Welded AA 6061-T6 aluminum joints,” Mater. Test., vol. 62, no. 1, pp. 69–76, 2020.
  12. W. A. Company, 4043 Aluminium Welding Wire Specification. Washington DC.
  13. I. Al Ghifary, U. Budiarto, A. F. Zakki, Analisa Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Aluminium 5083 Akibat Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dengan Variasi Posisi Pengelasan, Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 6, 2018.
  14. A. A. Fakhri, “Pengaruh Pengelasan Bypass TIG – MIG terhadap Struktur Mikro dan Kekuatan Tarik Al 6061”, Undergraduates Thesis, Universitas Negeri Semarang, 2016
  15. V. B. Sardi, S. Jokosisworo, and H. Yudo, “Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi,” J. Tek. Perkapalan, vol. 6, no. 1, 2018.
  16. B. K. Indonesia, 2019, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding” Jakarta.