Pengaruh Variasi Gerakan Elektroda dan Bentuk Kampuh Las Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Pada Hasil Las SMAW Baja SS400 Sebagai Material Lambung Kapal

*Heri Akbar  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro , Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 9 Sep 2019; Published: 11 Sep 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Bentuk kampuh dan gerakan elektroda yang tepat sangat diperlukan agar sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik dan impak dari sambungan las jenis single V-butt joint dan single U-butt joint dengan gerakan elektroda spiral dan zig-zag pada baja SS400. Hasil setelah dilakukan pengujian menunjukkan bahwa pengelasan pada single U-butt joint dengan gerakan spiral memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 541,18 MPa, rata-rata regangan sebesar 36,59%, dan rata-rata harga impak sebesar 1,12 J/mm2Pengelasan dengan single U-butt joint dengan gerakan zig-zag memiliki rata-rata kekuatan tarik 523,47 MParata-rata regangan 44,09%, dan memiliki rata-rata harga impak 0,98 J/mm2. Pengelasan dengan kampuh single V butt joint dengan gerakan spiral  memiliki rata-rata kekuatan tarik 318,85 MParata-rata regangan 47,54%, dan memiliki rata-rata harga impak sebesar 1,72 J/mm2Sedangkan pengelasan dengan single V butt joint dengan gerakan zig-zag memiliki rata-rata kekuatan tarik 319,60 MPa, rata-rata regangan 42,09%, dan memiliki rata-rata harga impak 2,55 J/mm2Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS400 dengan jenis kampuh single U butt joint dengan gerakan spiral memiliki kekuatan tarik y1ang lebih besar dari jenis variasi lainnya sedangkan jenis kampuh single V-butt joint dengan gerakan zig-zag memiliki harga impak yang lebih besar dari jenis variasi lainnya.

Kata Kunci : Baja SS 400, Pengelasan SMAWGerakan Elektroda, Jenis Kampuh, Tarik, Impak

Keywords: Baja SS 400, Pengelasan SMAW, Gerakan Elektroda, Jenis Kampuh, Tarik , Impak

Article Metrics:

  1. Wiryosumarto, H. 2004. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta : Pradnya Paramita
  2. Mulyanto, Tri dan Suhendra Cahya. 2018. Pengaruh Bentuk Kampuh Las Terhadap Sifat Mekanik Baja ST 37. Jakarta : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin. Vol. 6, No. 2 : 104-112
  3. Bega, Fauzi, Dito. 2016. Pengaruh Teknik Pengelasan Alur Spiral, Zig-zag, dan Lurus Pada Arus 85 A Terhadap Kekuatan Tarik Baja ST 41. Surabaya : Jurnal Teknik Mesin. Vol 4 No. 02
  4. Durniawan, A. 2015. Pengaruh Gerak Elektroda dan Posisi Pengelasan Terhadap Uji Kekerasan dari hasil Las Baja SSC 41. Jurnal Teknologi, 8 (2): 128-134.
  5. Shomad, Abdus, M. 2017. Analisis Pengaruh Variasi Elektroda Las E6013 dan E7018 Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Pada Baja SS400. Yogyakarta : Jurnal Dinamika Teknik Mesin (7) : 73-79
  6. Wiryosumarto, H, dan Okumura, T. 2000. Teknologi Peengelasan Logam. Jakarta: Pradnya Paramita.
  7. AWS. 2008. Bridge Welding Code. Miami
  8. Wiryosumarto, H, dan Okumura, T. 2000. Teknologi Peengelasan Logam. Jakarta: Pradnya Paramita.
  9. Yumono, A. H. 2009. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujuian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
  10. Wiryoso, H. 1996. Teknologi Pengelasan Logam. Cetakan ke-7. PT. Pradnya Paramitha, Jakarta.
  11. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate. USA.
  12. ASTM E23/E23-07aE1. 2007. Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials. USA.
  13. Febri, B , Y., 2011. Analisa Sifat Mekanik Hasil Pengelasan GMAW Baja SS400 Studi Kasus di PT.INKA Madiun. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin, ITS. Surabaya
  14. Biro Klasifikasi Indonesia, 2013, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding”, Jakarta.