Implementasi ISM Code pada Kapal-kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Metode Deskriptif Kuantitatif

*Mayank Faunni Naily  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 7 Sep 2019; Published: 8 Oct 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Data kecelakaan transportasi laut yang disebabkan oleh human error sebesar 75% sedangkan kerusakan sistem di kapal 25%. Untuk itu, harus dibuat suatu sistem manajemen yang mampu bekerja sama dengan baik dan erat antara manajemen di kapal dan manajemen di darat, yaitu International Safety Management Code (ISM Code). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi ISM Code pada kapal penumpang yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Data dalam penelitian berupa kuisioner yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman officer dan crew tentang ISM Code dan pengimplementasian ISM Code di kapal. Berdasarkan hasil analisis korespondensi dengan analisis Importance-Performance diperoleh hasil berupa diagram dengan hasil penelitian Implementasi ISM Code pada kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menunjukkan bahwa terdapat faktor yang perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan, yaitu prosedur untuk persiapan menghadapi dan menanggulangi keadaan darurat, sistem pemeliharaan berencana yang dilakukan kapal berupa prosedur pemeliharaan pada semua bagian sistem, serta tata lokasi pedoman manajemen keselamatan kapal. Implementasi ISM Code yang diamati dari pemahaman Officer menunjukkan bahwa secara umum termasuk dalam kategori baik, dimana sebanyak 88,40% responden memberikan jawaban dengan benar. Serta tingkat pemahaman dan pengetahuan Crew tentang ISM Code termasuk dalam kategori baik dimana terdapat 83,76% responden dapat memberikan jawaban dengan sesuai.

Article Metrics:

  1. Biro Hukum dan KSLN.
  2. Departemen Perhubungan Laut, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor : PY66/I/4-03 tentang tata Cara Pelaksanaan Penyelenggaraan Kelaiklautan kapal, Pengawasan/Pemeriksaan tentang Nautis, Tekni, Radio dan Peralatan Pencegahan Pencemaran (OWS, AOD), Pengawasan Keselamatan Kapal.
  3. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, 1993 . Suatu Bahasan tentang Komfrensi Internasional IMO, tentang : Prevention of Pollution from Ships, 1973, as midified by the protocol of 1978 (Marpol, 73/78), Safety of Life at Sea, 1974, and Its Protocol of 1988 (Solas, 74/78), Seafarer’s Traning Certification and Watch Keeping, 1995 Amandemen 1997 (STCW Code 95, 79), International Safety Management Code (ISM Code Tahun 1994, Resolusi IMO No. A. 741 (18 Tahun 1993).
  4. Bittel, M.A., and Bittel, L.R. (1978). Encyclopedia of profesional management. Danbury, Connecticut: Grolier International.
  5. Sadly, Andy Dachlan. 2014. “Kompetensi Pelaut dalam Penerapan International Safety Management Code (ISM) Code Pada Kapal-kapal di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk”
  6. Wahyuni, Anak Agung Istri Sri Wahyuni, Maulidiah Rahmawati, Siti Fatimah M. 2018. "Implementasi ISM Code pada Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak"
  7. Nurhasanah, Nina, Asmar Joni, Nur Shabrina. 2015. "Persepsi Crew dan Manajemen dalam Penerapan ISM Code bagi Keselamatan Pelayaran dan Perlindungan Lingkungan Laut".
  8. Moenir. 1992. Manajemen Pelayanan Umum. Jakarta : Haji Musary.
  9. Hidayat, Anwar.2017.Penjelasan Teknik PurposeSampling. https://www.statistikian.com/2017/06/penjelasan-teknik-purposive-sampling.html.4 April 2019 & 13.15 WIB.
  10. Subuki, S.Pd.I., M.M.2010.Metode Penelitian Menurut Arikunto.Jakarta : Gramedia.
  11. Paemboban A.R. 1994. Analisis Tentang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup (studi Kasus di Kabupaten Tana Toraja). Disertasi Program Pascasarjana IPB. Unhas