Pengaruh Posisi Pengelasan dan Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik dan Mikrografi Sambungan Las Metal Inert Gas (MIG) Pada Aluminium 6061 Sebagai Bahan Material Kapal

Received: 23 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aluminium 6061 merupakan paduan antara magnesium (Mg) dan silicon (Si) yang sangat cocok digunakan untuk rangka konstruksi, khususnya konstruksi dibidang perkapalan. Pada proses penyambungan menggunakan pengelasan, variasi posisi pengelasan dan variasi kampuh las menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro pada material aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan pengelasan MIG dengan variasi posisi yang digunakan yaitu 2G (Horizontal) dan 3G (Vertical) serta variasi kampuh yang digunakan yaitu kampuh V dan kampuh U. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis posisi yang digunakan dan pemilihan kampuh yang tepat sangat berpengaruh untuk kualitas sambungan yang ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelasan paling baik adalah pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V yaitu memiliki rata-rata tegangan sebesar 164.49MPa, rata-rata regangan sebesar 0,0020 %, dan modulus elastisitas sebesar 51.94 GPa Untuk perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V memiliki tingkat kerapatan permukaan yang lebih halus dan lebih baik dibandingkan sambungan las dengan posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh V, posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh U, maupun posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh U. Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditinjau dari posisi pengelasan, sambungan las menggunakan  posisi 3G (Vertical) menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari posisi 2G (Horizontal). Sedangkan ditinjau dari bentuk kampuh, sambungan las menggunakan kampuh V menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari kampuh U.

Keywords: Aluminium 6061; Pengelasan MIG; Posisi Pengelasan; Kampuh Las; Tarik; Mikrografi

Article Metrics:

  1. Nurhafid, Aji. 2017. Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding. Jurnal Teknik Perkapalan, 5(2), 473-481.
  2. A. N. Qomari, P. T. Hutomo, J. Teknik, M. Fakultas, T. Universias, and N. Malang, “Pengaruh Pola Gerakan Elektrode dan Posisi Pengelasan Terhadap Kekerasan Hasil Las Pada Baja ST 60,” no. 2, pp. 1–8, 2015.
  3. Sunaryo, H. 2008. Teknik Pengelasan Kapal Jilid 1 untuk Sekolah Menegah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
  4. Susetyo, F. B., Syaripuddin, & Hutomo, S. (2013). Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, `4(2), 13.
  5. Duniawan, Agus. 2015. Pengaruh Gerak Elektroda dan Posisi Pengelasan Terhadap Uji Kekerasan Dari Hasil Las Baja SSC 41. Jurnal Teknologi. Vol. 8, No 2. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
  6. Jones D (n.d). 2015. Pengertian Pengelasan. Diambil dari: http://www.pengelasan.com/2014/06/pengertianpengelasanadalah.html. (05 Januari 2018).
  7. Setiawan, A. 2016, Januari 19. DEFINISI PENGELASAN MENGGUNAKAN LAS MIG. Diambil dari: www.indotara.co.id: http://www.indotara.co.id/definisi-pengelasan-menggunakan-las-mig&id=213.html. (05 Januari 2018).
  8. Setiaji, R. 2009. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI.
  9. Majanasastra, R. B. 2016. Analisis Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Hasil Proses Hydroforming Pada Material Tembaga (Cu) C84800 Dan Aluminium Al 6063. Jurnal Imiah Teknik Mesin Universitas Islam 45 Bekasi , 19-29.
  10. Metallography and Microstructure. 2004. ASM Metals Handbook, Vol 9.
  11. ASM Aerospace Specification Metals Inc. 2018. ASM Material Data Sheet. Diambil dari : http://asm.matweb.com/search/Spec ificMaterial.asp? bassnum=ma6061t6. (30 Maret 2019).
  12. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate. USA.
  13. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding,” Jakarta, 2013.