Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Sambungan Las GMAW (Gas Metal ARC Welding) Pada Aluminium 6061

Received: 7 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perkembangan teknologi pada era modern sekarang ini banyak ditemukan pembuatan produk/komponen yang menggunakan penyambungan material  dengan menggunakan pengelasan. Pada proses penyambungan dengan menggunakan pengelasan, variasi kampuh las dan arus listrik menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro pada material aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan pengelasan GMAW dengan variasi kampuh yang berbeda dan variasi arus listrik yang digunakan 180 A, 200 A, dan 220 A. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, berdasarkan perlakuan yang diberikan oleh peneliti yaitu berupa pengelasan dengan menggunakan las GMAW pada aluminium 6061. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kampuh yang digunakan dan pemilihan arus yang tepat sangat berpengaruh untuk kualitas sambungan yang ditinjau dari kekuatannya. Pengelasan GMAW dengan kampuh V dengan hasil yang maksimal pada arus 200 ampere memiliki rata-rata tegangan sebesar 142.61 MPa, regangan sebesar 29.6 %, dan modulus elastisitas sebesar 7.304 GPa.Untuk perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan GMAW dengan kampuh V memiliki tingkat kerapatan permukaan yang lebih baik dibandingkan sambungan las aluminium 6061 yang dihasilkan dari pengelasan GMAW kampuh X. Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan GMAW (Gas Metal ARC Welding) kampuh V menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari pengelasan GMAW (Gas Metal ARC Welding) kampuh X.

Keywords: Aluminium 6061; Pengelasan GMAW; Kampuh Las; Arus Listrik; Uji tarik; Mikrografi

Article Metrics:

  1. P. D. S. S. Ir. Tata Surdia, M.S. Met. E, Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT.PIRAMIDA PRATAMA, 1999.
  2. Sunaryo, H. 2008. Teknik Pengelasan Kapal Jilid 1 untuk Sekolah Menegah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
  3. Susetyo, F. B., Syaripuddin, & Hutomo, S. Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, 4(2), 13, (2013).
  4. R. P. Putra, “Pengaruh Arus Listrik Dan Temperatur Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact Alumunium 5083 Pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding),” Pengaruh Arus List. Dan Temp. Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact Alumunium 5083 Pengelasan GMAW (GAS Met. ARC Welding), vol. vol 4, p. no 1, 2016.
  5. R. B. Majanasastra, Analisis Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Hasil Proses Hydroforming Pada Material Tembaga (Cu) C84800 Dan Aluminium Al 6063, J. Imiah Tek. Mesin Univ. Islam 45 Bekasi, pp. 19–29, 2016.
  6. Wiryosumarto, H., & Okumura, T. 2000. Teknologi Pengelasan Logam. jakarta: Pradnya paramita.
  7. Widharto, S. 2006. Menuju Juru Las Tingkat Dunia. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
  8. AusAid, Dasae LAS MIG-MAG/ GMAW. Batam, 2001.
  9. Budiarsa, I.N. 2008. Pengaruh Besar Arus Pengelasan dan Kecepatan Volume Alir Gas pada Proses Las GMAW terhadap Ketangguhan Alumunium 5083. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM, 2(2): 112-116.
  10. Nnuka, E.E. & Okonji, P.O. 2015. Effect of Welding Current and Filler Metal Types on Percent Elongation of GTAW Austenitic Stainless Steel Weld Joints. European Journal of Material Sciences, 2(1): 26‒31.
  11. A. Nurhafid, “Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding,” Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 2, pp. 473–476, 2017.
  12. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding,” Jakarta, 2013.