Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan

Received: 14 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Proses perlakuan panas normalizing dilakukan pada baja SS400 yang merupakan baja tipe low carbon pada variasi suhu pemanasan 900ºC dan 975°C dengan penahan panas 30 menit dengan media pendingin udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan mikrografi dari variasi suhu pemanasan dengan menggunakan media pendinginan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor suhu pemanasan berpengaruh dalam nilai tarik, nilai tekuk, dan struktur mikrografi spesimen penelitian. Pada spesimen dengan suhu pemanasan 900C° didapatkan nilai kekuatan tarik 397.52 MPa, nilai regangan 40.15% dan nilai modulus elastisitas 10.18 GPa. Sedangkan pada spesimen dengan suhu pemanasan 975°C didapatkan nilai tegangan maksimal 377.78 MPa, nilai regangan sebesar 48.125% dan nilai modulus elastisitas 8.07 GPa. Pada pengujian tekuk spesimen dengan suhu pemanasan 900°C mempunyai nilai tegangan tekuk 515 MPa sedangkan spesimen dengan suhu pemanasan 975°C mempunyai nilai nilai tegangan tekuk 473.7 MPa. Dari hasil pengujian tarik dan tekuk didapatkan bahwa spesimen dengan variasi suhu pemanasan 900°C memiliki nilai kekerasan dan nilai tegangan maksimal lebih besar dari variasi suhu pemanasan 975°C. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi 975°C struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi suhu normalizing 900°C

Keywords: Baja SS 400, Pengelasan FCAW, Posisi Pengelasan, Jenis Kampuh, Tarik, Tekuk, Mikrografi

Article Metrics:

  1. M.Sardi, Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi. Semarang : Jurnal Teknik Perkapalan. Vol. 6, No 1 : 142-149, 2018.
  2. M.Karo-Karo, Pengaruh normalizing ulang terhadap sifat kelelahan baja DIN 42MnV7, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2001.
  3. H.Pratikno, Pengaruh jenis proses las FCAW/SMAW dan salinitas terhadap sifat mekanik weld joint material baja pada underwater welding di lingkungan laut. Surabaya: Jurnal Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2009.
  4. M.Pradolin, Analisa Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Baja St 42 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Posisi Pengelasan. Semarang : Jurnal Teknik Perkapalan. Vol. 6, No. 4. 2018 .
  5. R.C.Kusuma, Analisis Perbandingan kekuatan tarik, impak, tekuk dan mikrografi aluminium 5083 Pasca pengelasan TIG(Tungsten Inert Gas) dengan Media pendingin air laut dan oli. Semarang : Jurnal Teknik Perkapalan. Vol. 5, No. 4 Oktober 2017.
  6. R. S. P.Dora, Analisa Kekuatan Material SS400 Pengaruh Preheat dan PWHT dengan menggunakan Metode Simulasi dan Uji tarik, 2011.
  7. A,Cahyono,Heat Treatment (Perlakuan Panas) Dengan cara Normalizing , Jurusan Teknik Mesin , Universitas Negeri Semarang , Semarang, 2015.
  8. B.Pribadi, Suprapto. Dan D.Priyantoro. Pengaruh normalisai terhadap sifat kekerasan dan struktur mikro baja tahan karat setelah proses pengerolan, Badan Teknologi Nuklir, Yogyakarta,2009.
  9. F. B.Susetyo, Syaripuddin, & S.Hutomo, Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, 4(2), 13, 2013.
  10. A.H.Yuwono, Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi Dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009.
  11. R.Setiaji, Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI, 2009.
  12. Metallography and Microstructure, ASM Metals Handbook, Vol 9,2004.
  13. ASTM E8/E8M-09, Standard Specification for Aluminum and Aluminum- Alloy Sheet and Plate. USA,2009.
  14. ASTM E190-14, Standard Test Method for Guided Bend Test for Ductility of Welds, 2014.
  15. H.Kurnia, Analisa sifat mekanik hasil pengelasan GMAW baja SS 400 studi kasus di PT INKA Madiun,Surabaya,2011.