Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Uji Metalografi Baja S45C Sebagai Bahan Poros Baling-Baling Kapal (Propellr Shaft) Setelah Proses Tempering

Received: 21 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan atau menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakan sebuah kapal. Dalam proses berputarnya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya  dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi  berbagai  gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuan panas (heat treatment). Pada penelitian ini dilakukan proses quenching yaitu pemanasan dengan suhu 850°C waktu penahanan 50 menit media pendingin pelumas Mesran SAE 20W-50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan suhu 600°C waktu penahanan 40 menit dengan media pendingin air. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja S45C perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 425,67 Mpa, Kekuatan tarik 452,75 Mpa,  modulus elastisitas sebesar 161,5 Gpa, nilai kekerasan 16,5 HRC, dan memiliki struktur mikrografi menunjukan fasa ferrite yang lebih dominan. Sedangkan baja S45C perlakuan panas quenching memiliki kekuatan puntir 392,7 Mpa, kekuatan tarik 453,5 Mpa, modulus elastisitas 196,35 Gpa, nilai kekerasan 32,5 HRC, dan struktur mikrografi menunjukan fasa perlite lebih dominan.

 

Keywords: Baja S45C; Tempering; Uji Puntir; Uji Tarik; Uji Kekerasan; Uji Metalografi

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for Machinery Instalation, Vol.III”, 2001.
  2. Amanto Hari dan Daryanto, “Ilmu Bahan,” Jakarta Smar Grafika Offset, 1999.
  3. [Tri Wibowo, Bambang. “Pengaruh Tempering dengan Quenching Media Pendingin Oli Mesran SAE 40 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Baja ST 60,” Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2006
  4. Amanto Hari dqn Daryanto, “Ilmu Bahan,” PT. Bumi Aksara, 2003
  5. Handoyo Yopi. “Pengaruh Quenching dan Tempering pada baja Jis Grade S45C Terhadap Sifat Mekanis,” Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol.III Nomor 2 Fakultas Teknik – Universitas Islam 45 Bekasi, 2015.
  6. Alexander dkk, Sriatie Djaprie, “Dasar Metalurgi untuk Rekayasa,” Gramedia, Jakarta, 1990.
  7. S. Vicky Bhagaskara, “Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan (holding time) baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi,” Jurnal Teknik Perkapalan, Volume 6, No 1, 2018.
  8. American Society for Testing and Materials, Standard Test Method for Torsion at Room Temperature, ASTM Designation e143., Annual Book of ASTM Standards, Vol.3, No.1, 338-342, 2004.
  9. American Society for Testing and Materials, Standard Test Method for Torsion Testing of Metalic Materials, ASTM Designation E8, 2004.
  10. Annas Firmansyah, Awang. “Analisa Struktur Mikro dan Kekerasan Baja S45C Pada proses Quench-Temper dengan Mediaa Pendingin Air,” Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Surabaya, 2014.
  11. Putra, Ridwan Redi, “Analisa kekuatan puntir, kekuatan Tarik, dan kekerasan baja ST 60 sebagai bahan poros baling-baling kapal (propeller shaft) setelah proses tempering,” Jurnal Teknik Perkapalan Volume 5 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro, 2017.
  12. S. Matheus, "Analisis Modulus Elastisitas dan Angka Poisson Bahan Dengan Uji Tarik," Barekeng, vol. 5, no 2, 2011.
  13. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for Material, Vol V,” 2001.
  14. Miftakhuddin, Nur. “ Pengaruh Temper dengan Quench Media Oli Mesran Sae 20W-50 terhadap Karakteristik Medium Carbon Steel,” Skripsi sarjana FT Negeri Semarang, 2006.