Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan atau menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakan sebuah kapal. Dalam proses berputarnya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuan panas (heat treatment). Pada penelitian ini dilakukan proses quenching yaitu pemanasan dengan suhu 850°C waktu penahanan 50 menit media pendingin pelumas Mesran SAE 20W-50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan suhu 600°C waktu penahanan 40 menit dengan media pendingin air. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja S45C perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 425,67 Mpa, Kekuatan tarik 452,75 Mpa, modulus elastisitas sebesar 161,5 Gpa, nilai kekerasan 16,5 HRC, dan memiliki struktur mikrografi menunjukan fasa ferrite yang lebih dominan. Sedangkan baja S45C perlakuan panas quenching memiliki kekuatan puntir 392,7 Mpa, kekuatan tarik 453,5 Mpa, modulus elastisitas 196,35 Gpa, nilai kekerasan 32,5 HRC, dan struktur mikrografi menunjukan fasa perlite lebih dominan.
Last update:
Last update: