Analisa Pencapaian Produktivitas Reparasi Kapal Di PT. Janata Marina Indah Semarang Menggunakan Metode Objective Matrix

*Solihin Suwarsa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 6 Mar 2019; Published: 11 Apr 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Dalam lingkungan bisnis perusahaan dituntut untuk menempuh langkah strategis agar dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian produktivitas parsial, delay dan  nilai indeks galangan JMI pada tahun 2017 menggunakan metode OMAX. Skor 10 untuk kegiatan replating dicapai pada bulan September dan Oktober dengan produktivitas sebesar 1183,26 kg/hari dan 970,60 kg/hari sedangkan skor 0 dicapai  pada bulan Juni dan Juli dengan produktivitas sebesar 323,38 kg/hari dan 92,77 kg/hari. Pada kegiatan shafting, skor 10 dicapai pada bulan Februari dan Oktober dengan produktivitas sebesar 0,35 unit shaft/hari dan 0,38 unit shaft/hari sedangkan skor 0 dicapai pada bulan Agustus sebesar 0,13 unit shaft/hari. Skor 10 untuk rata-rata delay durasi kapal naik dok dicapai pada bulan November dan Desember dengan delay sebesar -3% dan 5% sedangkan skor 0 pada bulan April, Mei, Agustus dan September dengan delay sebesar 79%, 78%, 95% dan 100%. Skor 10 untuk delay pada realisasi jadwal docking tertinggi dicapai pada bulan Maret dan November dengan delay sebesar 7% dan 5% sedangkan skor 0 dicapai pada bulan April, Juni dan Oktober dengan delay sebesar 88%, 73% dan 83%. Indeks perubahan performansi tertinggi dicapai pada bulan Januari sebesar 112% sedangkan indeks perubahan performansi terendah dicapai pada bulan April sebesar -83%. Produktivitas parsial galangan JMI pada tahun 2017 secara umum sudah cukup baik karena terdapat periode-periode kriteria yang melampaui skor 3 sebagai nilai rata-rata atau standar dari seluruh periode, akan tetapi pada beberapa periode pengukuran terdapat periode-periode kriteria yang pencapaiannya dibawah skor 3.

Article Metrics: