Optimasi Disain Spread Mooring Dengan Konfigurasi Variasi Line Terhadap Six Degrees Of Freedom (DOF) Olah Gerak Pada Kapal Floating Storage And Offloading (FSO)

*M. Ikbal Afdhal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 22 Nov 2018; Published: 23 Jan 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Sistem tambat menyebar (spread mooring system) merupakan salah satu mooring system yang digunakan untuk meredam gerakan dinamis pada FSO akibat beban lingkungan. Tugas akhir ini melakukan analisa terhadap karakteristik gerakan FSO dengan spread mooring system. Tension maksimum pada chain line dan Excursion  FSO menggunakan software MOSES ver.7.10 dan Orcaflex 9.2a. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap FSO Barakuda kondisi moored, dapat diambil kesimpulan bahwa mooring system dengan konfigurasi desain Spread mooring dengan chain R4 studless 92 mm cetenary merupakan mooring system yang paling sesuai untuk digunakan pada FSO yang mengalami kondisi pembebanan damage line atau ultimate limit state (ULS) paling ekstrem. Excursion  maksimum terjadi pada heading 45 o sebesar x = 9,71 dan y = 13,45 m dalam kondisi damage . Excursion  tersebut sesuai persyaratan fungsionalnya, yaitu sebesar 20% kedalaman perairan. Pada kondisi damage line, tension signifikan terbesar adalah 5787,96 kN yang terjadi pada chain line L02 heading 45o. Sedangkan untuk kondisi intact , tension terbesar adalah 4095,42 kN terjadi pada chain line L02  untuk heading 45o.dan anchor holding capacity signifikan terbesar adalah 5659,90 Kn untuk desain spread mooring dengan R4 studless (φ = 92 mm) terjadi pada chain line L02 untuk heading 45o. Harga safety factor (SF) terkecil 1.34 untuk kondisi damage . Menurut API RP 2SK 2nd edition, SF minimal untuk kondisi damage adalah 1.25, sehingga dapat disimpulkan bahwa chain R4 studless (φ = 92 mm) aman untuk digunakan sebagai mooring system.

Keywords: Spread mooring; Convensional Bouy Mooring; Excursion ; Floating Storage And Offloading; Tension

Article Metrics:

  1. Fauzan, Ahmad. Analisa Kekuatan Spread mooring Pada Sistem Tambat FDPSO Berbentuk Silinder Di Perairan Lepas Pantai Barat Natuna-Indonesia Menggunakan FEM. Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016)
  2. Lewis, W. E. Principles of Naval Architecture (Second Revision), Volume III - Motions in Waves and Controllability. Jersey City, NJ: Society of Naval Architects and Marine Engineers,1998.
  3. Rozak , Abdul. Analisa Kekuatan Rantai Spread Mooring Akibat Motion Pada FPSO Berbasis Time Domain, Ocean engineering, 2017
  4. Hidayat, Jamhari. Analisis Tegangan Lokal Maksimum Struktur Chain Stopper Pada Hexagonal Single Buoy Mooring Terhadap FSO Saat Sistem Offloading, Ocean engineering, 2017.
  5. Medco E&P Natuna. Spread mooring Analysis Report Belida FSO Project. Jakarta, 2016
  6. Naval fasilities engineering commad. Fleet Moorings Basic Criteria Planning Guidelines. Virginia,1985
  7. API Recommended Practice 2SK. Recommended Practice for Design and Analysis of Stationkeeping Systems for Floating Structures. Washington D.C: American Petroleum Institute,1997
  8. DNV. DNV OS E301 - Position Mooring. Norway: Det Norske Veritas. DNV, 2004.
  9. B.V. Clasification of Mooring System for Permanent and Mobile Offshore Units, France: Bureau Veritas, 2015
  10. Hakim, Luqman Hadi. Analisa Perilaku Dinamis FPSO Dengan System Internal Turret Mooring, Teknik Kelautan, 2018