Analisa Pengaruh Variasi Jarak dan Geometri Profil Deck Longitudinal Terhadap Kekuatan Kapal Crude Oil Tanker 6500 LTDW untuk Perairan Indonesia

*Muhammad Rifqy  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Sep 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 91
Abstract

Dalam perjalanan awal pembentukan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), rules-rules yang dikeluarkan masih berpedoman pada Germanischer Lloyd (GL) yang mengacu pada kondisi perairan Atlantik Utara yang merupakan spectrum gelombang tertinggi. Hal itu membuat kapal-kapal yang berlayar hanya di perairan Indonesia menjadi memiliki standar yang sangat tinggi dan over design. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah variasi konstruksi yang dalam hal ini dikhususkan pada deck longitudinal lebih efeisien dan masih memenuhi standard rules BKI. Analisa konstruksi deck longitudinal dilakukan dengan mengkonversi jarak dan geometri berdasarkan modulus menjadi beberapa variasi. Pemodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finnite element software. Hasilnya bisa ditinjau dari dua aspek, yaitu pengaruh jarak dan pengaruh geometri profil. Semakin renggang jarak peletakan deck longitudinal maka semakin besar tegangan yang didapat begitu pula sebaliknya dan dari aspek geometri profil deck longitudinalnya adalah bahwa geometri profil L memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan geometri profil I dan T. Dan untuk desain optimum, karena seluruh variasi model masih memenuhi kriteria tegangan ijin BKI maka dipilihlah desain dengan berat konstruksi teringan yaitu variasi model jarak existing 670mm dan geometri profil L (100x75x7) dengan berat konstruksi 12,10 ton yang memiliki tegangan maksimum 37,8 MPa pada kondisi flat, 49,6 MPa pada kondisi sagging dan 97,1 MPa pada kondisi hogging. Dan kesimpulan lain adalah bahwa konstruksi kapal Crude Oil Tanker 6500 LTDW ini over design untuk di perairan Indonesia namun dapat direduksi sebesar 63,7% apabila menggunakan desain optimum yang telah disebutkan sebelumnya.

Keywords: Kapal Tanker Minyak Mentah; Pembujur Geladak; Tegangan; Faktor Keamanan; Metode Elemen Hingga

Article Metrics:

  1. A. K. G. Adli, “Analisa Perbandingan Respon Struktur Kapal Oil Tanker di Perairan Atlantik Utara dan Zona Perairan Indonesia Dengan Metode Elemen Hingga,” J. Tek. PERKAPALAN, vol. 5, no. 4, 2017.
  2. R. Dimas, “Analisa Perbandingan Respon Struktur Kapal Oil Chemical Tanker Di Wilayah North Atlantic Dan Indonesian Waterways Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga,” J. Tek. PERKAPALAN, vol. 5, no. 4, 2017.
  3. “European Centre for Medium-range Wather Forecast (ECMWF),” intdgh.
  4. Ross, C.T.F. 1985. Finite Element Methods in Structural Mechanin. Chicherter: Ellis Horywood Ltd.
  5. Prastyo, Yuli: Imam Pujo Mullyatno: Hartono Yudo; "Analisa Kekuatan Konstruksi Modifikasi Double Bottom Akibat Alih Fungsi Pada Kapal Accomodation Work Barge (Awb) 5640 DWT dengan Metode Elemen Hingga", Jurnal Teknik Perkapalan: Vol.4, No.1, pp. 83-90, 2016
  6. Nur, Iswadi, "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Rancangan (Design Load) Terkait Dengan Perhitngan Konstruksi Kapal-Kapal Niaga Berbahan Baja Menurut Regulasi Klas", Bina Teknika vol. 11, no. 2, pp. 198-204, 2015.
  7. Eyres, D.J, Ship Construction Sixth Edition, England: Elseiver. 2007
  8. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Persero. 2014. "Rules for Classification and Construction of Sea Going Steel Ship Volume II: Rules for Hull Edition, " Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia
  9. Popov, E. P. Mechanics of Material, 2nd edition. Analysis and Design of Ship Structure. New Jersey: Prentice-Hall. Rizzuto, P.R. (2010), 1978
  10. Rosyid, D.M., dan Setyawan D, D. 2000. Kekuatan Struktur Kapal. Jakarta. Pradnya Paramita.