Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada Motor Ferry Horizon Star Setelah Dikonversi Dari Catamaran Offshore Supply Vessel Menjadi Passenger Ship

*Christabel Giovanny Tobing  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 24 Jul 2018; Published: 24 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 465
Abstract

MF. Horizon Star merupakan kapal penunjang lepas pantai yang tidak beroperasi supaya kapal dapat tetap beroperasi, kapal dikonversi menjadi passanger ship. Kapal yang telah dikonversi akan dipakai untuk kapal penyeberangan, sehingga kapal dikonversi dengan menambahkan panjang kapal sehingga kapasitas muatan kapal dapat bertambah. Dalam penelitian ini dilakukan analisis stabilitas dan olah gerak pada kapal sebelum dan sesudah konversi. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi kriteria IMO A.749(18) Section 4.5 for Offshore Supply Vessel dan kriteria IMO A.749(18) for Passsanger Ship. Perbedaan nilai GZ pada kedua model kapal yaitu 0,03%. Dan nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang. Analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi standar kriteria Nordforsk ‘87 dengan nilai rolling, vertical acceleration at FP, vertical acceleration at bridge dan lateral acceleration at bridge setiap variasi wave heading tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perbedaan nilai RMS gerakan roll dan nilai RMS vertical acceleration at FP pada kapal konversi yaitu 0,04% dan 0,53%. Perbedaan nilai RMS vertical acceleration at bridge 1 dan bridge 2 pada kapal konversi yaitu 1,46% dan 1,45%. Sedangkan perbedaan nilai RMS lateral acceleration at bridge1 dan bridge 2 yaitu 0,01% dan 0.005%. Kapal konversi ini layak secara olah geraknya sehingga nyaman digunakan untuk mengangkut penumpang.

Keywords: Kapal Konversi; Analisa Stabilitas; Analisa Olah Gerak; IMO; NORDFORSK.

Article Metrics:

  1. C. A. H. M. Mar, “Pengaruh Kelebihan dan Pergeseran Muatan Di Atas Kapal Terhadap Stabilitas Kapal,” Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhan, vol. 1, pp. 1-17, 2010.
  2. A. S. d. I. S. A. Dimas Berifka Brillin, “Analisa Seakeeping pada Offshore Supply Vessel 56 Meter,” vol. 4, 2015.
  3. R. B. Prakoso, “Analisa Kekuatan Konstruksi Memanjang Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal KMP. Lema Ro-ro 750 GT Untuk Pelayaran Sorong-Waigeo,” Program Studi S1 Teknik Perkapalan UNDIP Semarang, 2015.
  4. IMO, “A749(18) Chapter 3.1 General Intact Stability Criteria For All Ships,” dalam Resolution A749(18), 1993, p. 264.
  5. NORDFORSK'87, “The Nordic Cooperative Project, Seakeeping Performance in a Seaway, Trondheim, Norway : MARINTEK”.
  6. C. G. Tobing, Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak Kapal Pada Motor Ferry Horizon Star Setelah Dikonversi Dari Offshore Supply Vessel Menjadi Passenger Ship, 2018.
  7. BV, “NR 396 Chapter 2 Buoyancy, Stability and Subdivision,” dalam Rules for The Classification of High Speed Craft, 2002, p. 25.
  8. BV, “NR 467,” dalam Rules for the Classification of Steel Ships Part B, Chapter 3, Section 2, 2018.
  9. BMKG, “Prakiraan Tinggi Gelombang,” [Online]. Available: http://peta-maritim.bmkg.go.id/static/. [Diakses 21 Mei 2018].
  10. B. B. a. D. Derrett, Ship Stability For Mates and Masters, 1964.
  11. Kiryanto, “Analisa Teknis Stabilitas Dan Olah Gerak Kapal Patrol Speed Boat Grass Carp Di Perairan Rawa Pening Jawa Tengah,” KAPAL, vol. 7, pp. 1-14, 2010.
  12. I. M. a. G. Rindo, “Optimasi Bentuk Demihull Kapal Katamaran Untuk Meningkatkan Kualitas Seakeeping,” KAPAL, vol. 12, pp. 1-6, 2015.