Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berongga Terhadap Hambatan dan Wake Pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus KM. Putra Samudra-02) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD)

*Avian Putri Utami  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Sep 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 56
Abstract
Hambatan dan kecepatan aliran dipropeller dari kapal akan memiliki pengaruh besar pada kecepatan. Semakin besar hambatan kapal, maka akan semakin besar pula daya mesin induk (main engine) yang dibutuhkan untuk mendorong kapal. Bentuk lambung kapal adalah faktor yang memiliki pengaruh terbesar pada hambatan kapal, oleh karena itu desain bentuk lambung harus didesain sebagus mungkin agar memiliki hambatan yang kecil. Salah satunya adalah dengan penambahan lunas bilga pada lambung kapal.Lunas bilga sendiri berfungsi untuk meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal Berdasarkan penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa penggunaan lunas bilga meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal, sehingga penulis ingin mengetahui  hambatan dan nilai wake dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berongga dengan patokan radius bilga yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tahapan, yakni pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada dan geometri lunas bilgaberongga  yang direncanakan, selanjutnya dilakukan analisa hambatan dan nilai wake menggunakan software CFD. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model lunas bilga segitiga beronggamampu mengurangi hambatan sebesar 20,626% pada Fn 0,28 dan 16,369% pada Fn 0,36, model lunas bilga berongga juga memiliki nilai wake paling kecil yakni sebesar 0,177 pada Fn 0,28 dan 0,309 pada Fn 0,36 dengan selisih nilai wake terhadap kapal tanpa variasi lunas bilga berongga berkurang sebesar 28,53% dan 23,11%.
Keywords: Lunas Bilga; Kapal Ikan; Hambatan; Wake; CFD

Article Metrics:

  1. A. F. Molland, A Guide to Ship Design, Construction and Operation, The Maritime Engineering Reference Book, , Butterworth-Heinemann, Elsevier, 2008
  2. H. F. P. Simanjuntak, P. Manik dan A. W. B. Santosa, “Analisa Pengaruh Letak Lunas Bilga Terhadap Arah Dan Kecepatan Aliran (Wake) Pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan)”, Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5, no. 1, pp. 345-352
  3. M. I. Malik, P. Manik and M. Iqbal, “Pengembangan Desain Geometri Lunas Bilga Untuk Meningkatkan Performa Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan)”, Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 4, no. 4, pp. 748-757
  4. A. H. Muhammad dan M. A. Djabbar, Propulsi Kapal Cepat, Lembaga Kajian Dan Pengembangan Pendidikan, Makassar, 2013
  5. R. Rosmani, Panduan Perhitungan Tahanan Kapal, Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hassanudin, Makassar, 2014
  6. W. F. Hughes and J. A. Brighton, Fluid Dynamic (Schaum Edition), Schaum’s Outline Series, Mcgraw-Hill, New York, 2006
  7. S. S. Harvald, Resistance and Propulsion of Ships, New York: John Wiley and Sons, 1983
  8. E. V. Lewis, Society of Naval Architects and Marine Engineers (SNAME), Principles of Naval Architecture Vol. II, Resistance and Propulsion, New Jersey, 1988
  9. M. A. Djabbar, Tahanan Dan propulsi Kapal, Lembaga Kajian Dan Pengembangan Pendidikan, Makassar, 2013
  10. J. P. Ghose, Basic Ship Propultion, Marine Engineering, Allied Publishers, 2004