Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak TK. Permata Barito 460 DWT Setelah Penambahan Crawler Crane Dengan Variasi Posisi Sudut Angkat dan Rotasi

*Najma Hozilah  -  Departement Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departement Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Imam Pujo Mulyatno  -  Departement Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Received: 20 Jul 2018; Published: 23 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 448
Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. [1] Salah satu appendage pada TK. Permata Barito 460 DWT adalah crane. tujuan dari penambahan crane tersebut untuk memaksimalkan pengambilan batu bara yang tersisa pada Tongkang yang akan dipindahkan ke mother vessel yaitu dengan menambahkan crawler crane pada deck barge. Dalam penelitian ini, akan dianalisa pengaruh penambahan crawler crane dengan penempatan posisi sudut rotasi dan sudut angkat yang terbaik untuk stabilitas kapal dan olah gerak yang memenuhi kriteria. Metode penelitian ini adalah menganalisa data yang ada menggunakan Software Maxsurf Stability dan Maxsurf Motion. Setelah penambahan crawler crane dilakukan perhitungan analisa stabilitas pada 5 model 13 kondisi, maka didapatkan hasil dengan variasi posisi sudut rotasi dan sudut angkat crane pada kondisi equilibrium kritis yaitu saat posisi sudut rotasi  dan . Dimana kedua sudut rotasi tersebut memiliki titik equilibrium yang tidak sesuai dengan kriteria apabila beban angkat crane sebesar 55 Ton. Untuk mencapai titik equilibrium yang sesuai dengan aturan IMO MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Pontoons maka perlu adanya pengurangan beban angkat dari 55Ton menjadi 31,70 Ton. Sedangkan, perhitungan olah gerak kapal didapatkan RAO tertinggi heave  pada sudut masuk , rolling pada 900 (Beam) , 1350 (Bow Quartering) dan 1800 (Head) tampak sama, dan untuk RAO pitching kedua tertinggi terdapat pada sudut 900 (Beam). Semua kondisi tersebut memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal.

Keywords: Crawler Crane; RAO; IMO MSC.267; Stabilitas dan Olah gerak Kapal

Article Metrics:

  1. M. L. Yulianti, I. P. Mulyatno and W. A. S Budi, "Analisa Stabilitas Kapal Perintis 500 DWT Setelah Penambahan Variasi Posisi Sudut dan Lebar Bilga Keel," JURNAL TEKNIK PERKAPALAN, vol. 5, no. 4, pp. 726-733, 2017.
  2. S. Fitriani, "Apa Itu Kapal Tongkang? Berikut Tentang Kapal Tongkang dan Fungsinya," Teknologi, 29 Maret 2016. [Online]. Available: https://tandapagar.com/kapal-Tongkang/. [Accessed 12 April 2018].
  3. M. L. Pasaribu, E. B. Djatmiko and M. Murtedjo, "Analisis Stabilitas Crane Barge saat Operasi Heavy Lifting," JURNAL TEKNIK ITS, Surabaya, 2017.
  4. A. W. B. Santosa, "ANALISA STABILITAS WORK BARGE ELANG BIRU 505 AKIBAT PENGARUH OPERASIONAL CRAWLER CRANE DI ATASNYA DI LEPAS PANTAI KALIMANTAN TIMUR," JURNAL TEKNIK PERKAPALAN, pp. 29-36, 2010.
  5. S. S and J. dan Reddy, "A Technical Note on Numerical Simulation of Ship Stability for Dynamic Environment," J. Ocean Engineering, vol. 30, pp. 1305-1317, 2003.
  6. K. S. Perdana, M. Murtedjo and E. B. Djatmiko, "Analisa Damage Stability Accomodation Barge Pada Saat Operasi Crawler Crane," JURNAL TEKNIK ITS, vol. 1, pp. 170-175, 2012.
  7. A. berat, "Bagian dan Fungsinya dari Crawler Mobile Crane," Alat berat, 13 Agustus 2014. [Online]. Available: http://www.alatberat.com/blog/bagian-dan-fungsinya-dari-crawler-mobile-crane/. [Accessed 2018 April 25].
  8. I. Rosita, I. P. Mulyatno and A. W. B. S., "Analisa Teknis Dan Investasi Kapal Perikanan Dengan Alat Tangkap Purse Seine 110 Gt Di Daerah Juwana," JURNAL TEKNIK PERKAPALAN, vol. 5, no. 3, pp. 509-517, 2017.
  9. Sutini, "Analisis Olah Gerak Kapal Pada Saat Memasuki Alur Pelayaran Sempit Dan Dangkal," JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM, vol. 13, no. 1, pp. 1-8, 2015.
  10. IMO, "IMO MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Pontoons," 2008.
  11. T. M, R. E. S. S and G. S. C, "Seakeeping performance of fishing vessels in irregular waves," Ocean Eng, vol. 38, no. 5-6, pp. 763-773, 2011.
  12. P. Manik, "Analisa Gerakan Seakeeping Kapal Pada Gelombang Reguler," JURNAL ILMU KELAUTAN & TEKNOLOGI KELAUTAN, vol. 12, pp. 19-24, 2015.
  13. M. Tello, S. Ribeiro E Silva, and C. Guedes Soares, “Seakeeping performance of fishing vessels in irregular waves,” Ocean Eng., vol. 38, no. 5–6, pp. 763–773, 2011.
  14. M. Iqbal and G. Rindo, "OPTIMASI BENTUK DEMIHULL KAPAL KATAMARAN UNTUK MENINGKATAKAN KUALITAS SEAKEEPING," KAPAL, vol. 12, pp. 19-24, 2015.