Pengaruh Kuat Arus Listrik dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Dissimilar Aluminium AA 5052 -AA 6061 Dengan Metode Pengelasan Metal Inert Gas (MIG)

*Bogie Ardianto  -  Department of Naval Architecture, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia
Untung Budiarto  -  Department of Naval Architecture, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Department of Naval Architecture, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Indonesia
Received: 14 Aug 2018; Published: 16 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 265
Abstract

Besar arus listrik pada pengelasan dapat mempengaruhi kekuatan dari suatu material hasil pengelasan. Penelitian ini berbasis eksperimen laboratorium dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada sambungan las dissimillar aluminium 5052 dan aluminium 6061 setelah pengelasan MIG dengan variasi arus 180 Ampere, 190 Ampere dan 200 Ampere menggunakan jenis sambungan single v-butt joint 60° dan untuk mengetahui besaran arus yang efektif untuk digunakan dalam pengelasan yang nantinya dapat digunakan sebagai referensi pada pengelasan khususnya pengelasan di kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan las dengan arus 180 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 186.86 MPa dengan regangan 26.85%, kekuatan impak rata-rata 0.41 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang tinggi. Spesimen dengan arus 190 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 178.01 MPa dengan regangan 26.07%, kekuatan impak rata-rata 0.28 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang sedang. Spesimen dengan arus 200 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 91.53 MPa dengan regangan 20.76%, kekuatan impak rata-rata 0.23 J/mm2 dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang rendah. Nilai kekuatan tarik yang dihasilkan pada pengujian baik dari pengelasan MIG dengan arus 180 A dan 190 A berada diatas standar BKI ( ≥ 170 MPa).

Keywords: Aluminium Alloy 5052, 6061, Pengelasan MIG, Arus, HAZ

Article Metrics:

  1. Surdia, Tata & Saito, Shiroku. 1992. Pengetahuan Bahan Teknik. (edisi kedua). Jakarta: Pradnya Paramita
  2. Sunaryo, H. 2008. Teknik Pengelasan Kapal Jilid 1 untuk Sekolah Menegah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
  3. Riswanda, 2013, “Pengaruh Variasi Arus Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Sambungan Las Dissimilar AA 5083-AA 6061-T6”, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol.7 No.1, Januari, (23-27).
  4. Arifin, S. 1997. Las Listrik dan Otogen, Ghalia Indonesia, Jakarta.
  5. Susetyo, F. B., Syaripuddin, & Hutomo, S. (2013). Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, 4(2), 13.
  6. Yuwono, A. H. 2009. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi Dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
  7. Setiaji, R. 2009. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI.
  8. Metallography and Microstructure. 2004. ASM Metals Handbook, Vol 9.
  9. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum- Alloy Sheet and Plate. USA.
  10. ASTM E23/E23-07aE1. 2007. Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials. USA.
  11. Titahgusti, Muhammad Idam, 2018, “Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Terhadap Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas)”, Jurnal Teknik Perkapalan Vol.3 No.6, Juni.
  12. Dewanto, Anggoro Prabu, 2016,”Analisa Kekuatan Mekanik Sambungan Las Metode MIG (Metal Inert Gas) dan Metode FSW (Friction Stir Welding) 800 RPM Pada Aluminium Tipe 5083”, Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 4 No. 3, Juni.
  13. Biro Klasifikasi Indonesia, 2013, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding”, Jakarta.