Anaslisa Optimasi Lambung Demihull Katamaran Menggunakan Response Surface Methode Pada Motion Sickness Incidence

*Fahrizal Amir  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran lambung yang optimal dan sesuai kriteria Nortforks 1987. Dengan contoh kasus mencari nilai Motion Sickness Incidence yang minimum yang dipengaruhi oleh perubahan nilai Coefisien Block dan Coefisien Midship yang dirangkum dengan perhitungan Response Surface Methode (RSM). Bentuk lambung tersebut diubah dengan mengubah parameter nilai koefisien blok (Cb) dan koefisien midship (Cm) awal sebesar -1% dan +1% pada Orde 1 menggunakan bantuan software Maxsurf Modeler Advance. Hasil bentuk lambung yang optimal didapatkan dengan memperkecil nilai Cb menjadi 0,37 serta pada perubahan Cm menjadi 0,62 pada head seas untuk dimasukan dalam model awal pada Orde 2 . Sehingga didapatkan  Model variasi Nilai Coefisen block sebesar 0,373 dan nilai Coefisien Midship 0,619 dengan nilai Motion Sickness Incidence 7,581 pada Orde 2. Lambung Demihull memenuhi kriteria seakeeping pada semua kondisi wave heading sampai sea state 2 dengan tinggi gelombang 1,006 m dan periode gelombang 3,6 s pada kondisi pelayaran 120 menit kapal dinyatakan  nyaman dan aman

Keywords: Optimasi; Response Surface Methode; Motion Sickness Incidence; Katamaran

Article Metrics:

  1. . Muhammad Iqbal, Good Rindo. 2015. Optimasi Bentuk Demihull Kapal Katamaran Untuk Meningkatkan Kualitas Seakeeping. Semarang : Jurnal KAPAL,Vol. 12
  2. . International Maritime Organization (IMO). 2002. Stability kriteria for all types of ships, International Maritime Organization. London
  3. . Montgomery. 2001. design and analysis of experiments
  4. . J. F. O'Halon and M. E. Mc Cauley. 1974. Motion Sickness Incidence as a Function of Frequency and Acceleration of Vertical Sinusoidal Motion. Aerospace Medicine Vol. 45.
  5. . Wikipedia.org/wiki/Kapal_Ro-Ro
  6. . Bhattacharya, R. 1978. Dynamics of Marine Vehicles. New York: John Wiley & Sons
  7. . Purnama, Dian. 2016. Analisis Prediksi Motion Sickness Incidence (MSI) Pada Kapal Perintis 500 GT Dalam Tahap Desain Awal ( Initial Design ). Semarang : Jurnal KAPAL, Vol. 21
  8. . Setiawan, Bambang Teguh. 2015. Penentuan Motion Sickness Incidence dan Motion Sickness Induced Interruption Untuk Kenyamanan Saat Kapal Berlayar. Surabaya: Jurnal ITS
  9. . The International Standard ISO 2631–1. 1997. in Mechanical vibration and shock - Evaluation of human exposure to whole body vibration