Analisa Unjuk Kerja Sistem Pendingin Palka pada Kapal Ikan Ukuran 34 GT di Kota Tegal

*Rizka Noor Miftakhul Ulum  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
K. Kiryanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pada kapal ikan yang terbuat dari kayu seringkali pembuatannya tidak menggunakan desain sehingga berdampak pada volume kapal, GT kapal, dan sistem pendingin palka pada kapal. Khususnya di Kota Tegal, GT kapal yang tercantum sering tidak sesuai dengan GT kapal yang sebenarnya. Begitupula dengan sistem pendingin palka (refrigerasi) pada kapal yang penting untuk menjaga suhu tangkapan tetap dingin, pada penerapannya banyak yang tidak sesuai dengan kapasitas. K.M. Inka Mina Makmur 376 yang merupakan kapal penangkap cumi-cumi menggunakan sistem pendingin palka uap, dengan rute pelayaran Laut Jawa yang memakan waktu lebih dari 1 bulan dan bisa memperoleh maksimal 11 ton setiap pelayarannya. Dalam perhitungannya, GT kapal adalah 33,17 ton. Untuk Volume palka adalah 42,97 m³. kerja kompresor= 96,93 kJ/kg, panas aktual yang dilepas kondensor = 233,43 kJ/kg, energi yang mampu dihasilkan katup ekspansi = 241,37 kJ/kg, panas aktual yang diserap evaporator = 136,5 kJ/kg, daya kompresor= 52,19 HP, panjang pipa evaporator= 142,35 m, Diameter pipa evaporator= 0,0267 m, panjang pipa pada kondensor= 29,48 m, diameter pipa kondensor= 0,035 m, dan nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 1,41 dari nilai ini disimpulkan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik.

Keywords: GT Kapal; Volume Palka; kapasitas komponen pendingin palka; COP

Article Metrics:

  1. . Riyadi, Mamat (2016). Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan Sistem Pendiingin Refrigerated Sea Water (RSW) pada Kapal Nelayan Tradisional.
  2. . Muis, Gritis Al-Hasbi Mochamad (2016). Analisa Unjuk Kerja Desain Sistem Refrigerasi Kompresi Uap pada Kapal Ikan Ukuran 5 GT di Wilayah Rembang.
  3. . (Nomura dan Yamazaki, 1977)
  4. . Wahyono, Agung. 2011. Kapal Perikanan (Membangun Kapal Kayu). Balai Besar Pengembangan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan. Semarang.
  5. . Wilbert F.Stoecker, 1996, Refrigerasi dan Pengkondisian Udara.
  6. . Yunus A Cengel, 1994, “Thermodynamics, an Engineering Approach”.
  7. . R.J. Dossat, 1961, “Principles of Refrigeration, Associate Professor of Refrigeration and Air Conditioning, University of Houston, Houston, Texas”.
  8. . G. Endri Kusuma, Sistem Refrigerasi dan Saluran Udara, PPNS, Surabaya.
  9. . Ilyas Sofyan, Teknik Refrigerasi Hasil Perikanan.
  10. . Holman, J.P., “Heat Transfer”, sixth edition, McGraw Hill, Ltd., New York, 1986.