Optimalisasi Desain Struktur Kekuatan Kapal Tunda Pelabuhan Dengan Merubah Jarak Gading

*Muhammad Ichwan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Good Rindo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Faktor ekonomi merupakan bagian terpenting dalam merancang sebuah kapal. Pemilik kapal dalam membuat kapal harus mempertimbangkan nilai investasi kapal yang akan dibuat dengan ini kapal harus di desain dengan perhitungan ekonomi dan biaya operasionalnya. Dengan bantuan software analisa kapal memungkinkan untuk mempelajari terhadap parameter dalam mendesain kapal. Pertimbangan dalam memdesain kapal bukan hanya secara teknis tapi yang terpenting secara ekonomi yang effisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain struktur kontruksi yang lebih ringan dari desain struktur awal agar mendapatkan selisih bobot kontruksi dengan ini akan mendapatkan desain kapal yang lebih ekonomis. Kapal yang akan diteliti adalah kapal tunda milik kementrian perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat DITLLASDP yang akan beroperasi di selat sunda untuk penyebrangan dari pelabuahan merak ke pelabuhan bakauheni. Optimalisasi struktur konstruksi kapal tunda ini dilakukan dengan cara merubah jarak gading. Dengan merubah jarak gading maka secara langsung akan mengubah ukuran profil dan ketebalan pelat baja pada bagian tertentu kapal. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengurangi penggunaan pelat baja yang berlebihan, waktu pengerjaan, dan keselamatan pekerja. Jarak gading awal kapal tunda pelabuhan sebesar 0,5 m lalu peneliti merubah jarak gading nya menjadi 2 kali lipat yaitu 1 m. Hasil penelitian ini, kedua model sudah memenuhi kekuatan strukturnya berdasarkan tegangan izin masing-masing. Pada model jarak gading 0,5 m memiliki tegangan sebesar 85,4 Mpa pada node 13692 di gading nomor -2 sampai -4 pelat kulit daerah ujung buritan dibawah garis air dengan deformasi sebesar 7,02 mm pada node 24179 di gading nomor 17 sampai 23 pelat sisi di bawah garis air daerah kamar mesin, sedangkan model dengan jarak gading 1 m memiliki tegangan sebesar 55,7 Mpa pada node 8504 di gading nomor 8 sampai 10 pelat kulit daerah kamar mesin di bawah garis air dengan deformasi 4,57 mm pada node 8147 di gading nomor 26 sampai 28 pelat sisi dibawah garis air daerah kamar mesin. Penelitian ini menggunakan software berbasis metode elemen hingga yaitu software patran untuk pembuatan model dan software nastran untuk menganalisa model kapal yang sudah dibuat di software patran.

Keywords: kapal tunda pelabuhan; Jarak Gading; Metode Element Hingga; Bobot Kontruksi

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia, Rules For The Clasification and Construction of Seagoing Stell Ships : Rules For Hull V.2, Jakarta : Biro Klasifikasi Indonesia, 2013
  2. Dokkum, K.V. 2003. Ship Knowledge A Modern Encylopedia. Dokmar. Enkhuizen, The Netherlands
  3. Eyres, DJ, 2001, Ship Construction, Plymouth, Butterworth-Heineman
  4. Ghali, A., Neville, A.M. 1985. Analisa Struktur Edisi Kedua, Jakarta: Penerbit Erlangga
  5. Indra Kusna Djaja, dkk., 2008, Teknik Konstruksi Kapal Baja Jilid 1, Jakarta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  6. Korean Register. Rules For The Classification of Steel Ship : Common Structural Rules For Bulk Carriers. Korea : Korean Register of Shiping
  7. Lamb, Thomas, 2003, Ship Design and Construction Vol 1 &2, Hamburg.
  8. Popov, E.P. 1978. Mechanics of Material, 2nd edition, Prentince-Hall, Inc., Englewood Cliffs. New Jersey. USA
  9. Rawson, KJ, 2001, Basic Ship Theory, London, Longman Group
  10. Zakki A.F. 2014. “Metode Elemen Hingga”, Semarang, UPT UNDIP Press Semarang.