BibTex Citation Data :
@article{dmj54654, author = {Ardhita Tanuhariono and Oktarina Juwita and Shirly Gunawan}, title = {EXOGENOUS ENDOPHTHALMITIS WITH IMPENDING PERFORATION MANAGEMENT AND OUTCOME AT RURAL HOSPITAL: A CASE REPORT OF 28-YEARS OLD MALE WITH POST-TRAUMATIC ENDOPHTHALMITIS}, journal = {Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal)}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Corneal Ulcer, Endopthalmitis , Evisceration, Post-trauma}, abstract = { Latar Belakang: Endoftalmitis adalah penyakit yang berpotensi parah yang dapat secara signifikan mengurangi penglihatan, ditandai dengan peradangan parah pada cairan dan jaringan intraokular. Patologi endoftalmitis dibagi menjadi dua kategori: endogen dan eksogen. Endoftalmitis endogen disebabkan oleh infeksi yang menyebar secara hematogen dari organ lain. Endoftalmitis eksogen, di sisi lain, disebabkan oleh invasi mikroorganisme dari lingkungan eksternal. Terapi yang direkomendasikan untuk endoftalmitis adalah antibiotik intravitreal dan vitrektomi. Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin baik prognosis dan semakin baik ketajaman visual pasien. Laporan kasus ini membahas manajemen terapeutik pasien dengan endoftalmitis eksogen di rumah sakit pedesaan dan hasilnya. Presentasi Kasus: Kami melaporkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 28 tahun yang mengalami nyeri pada mata kanannya setelah terkena serpihan logam saat menggerinda tanpa mengenakan pelindung mata 2 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik mata kanan pasien menunjukkan penglihatan 1/~ dengan persepsi cahaya yang buruk. Infiltrasi luas menutupi seluruh permukaan kornea. Desmetokel hadir, seperti yang ditunjukkan oleh tes fluorescein positif. Cairan yang keluar berupa mukopurulen. Temuan lain tidak dapat dinilai karena kornea yang keruh. Kesimpulan: Pasien didiagnosis dengan endoftalmitis pasca-trauma dengan perforasi yang mengancam dan menerima terapi antisikloplegik, pereda nyeri, obat antiglaucoma, antibiotik topikal dan intravena. Namun, mata kanan pasien mengalami ulkus kornea berlubang 2 minggu kemudian, yang memerlukan eviserasi. }, issn = {2540-8844}, pages = {190--194} doi = {10.14710/dmj.v15i2.54654}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/54654} }
Refworks Citation Data :
Latar Belakang: Endoftalmitis adalah penyakit yang berpotensi parah yang dapat secara signifikan mengurangi penglihatan, ditandai dengan peradangan parah pada cairan dan jaringan intraokular. Patologi endoftalmitis dibagi menjadi dua kategori: endogen dan eksogen. Endoftalmitis endogen disebabkan oleh infeksi yang menyebar secara hematogen dari organ lain. Endoftalmitis eksogen, di sisi lain, disebabkan oleh invasi mikroorganisme dari lingkungan eksternal. Terapi yang direkomendasikan untuk endoftalmitis adalah antibiotik intravitreal dan vitrektomi. Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin baik prognosis dan semakin baik ketajaman visual pasien. Laporan kasus ini membahas manajemen terapeutik pasien dengan endoftalmitis eksogen di rumah sakit pedesaan dan hasilnya. Presentasi Kasus: Kami melaporkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 28 tahun yang mengalami nyeri pada mata kanannya setelah terkena serpihan logam saat menggerinda tanpa mengenakan pelindung mata 2 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik mata kanan pasien menunjukkan penglihatan 1/~ dengan persepsi cahaya yang buruk. Infiltrasi luas menutupi seluruh permukaan kornea. Desmetokel hadir, seperti yang ditunjukkan oleh tes fluorescein positif. Cairan yang keluar berupa mukopurulen. Temuan lain tidak dapat dinilai karena kornea yang keruh. Kesimpulan: Pasien didiagnosis dengan endoftalmitis pasca-trauma dengan perforasi yang mengancam dan menerima terapi antisikloplegik, pereda nyeri, obat antiglaucoma, antibiotik topikal dan intravena. Namun, mata kanan pasien mengalami ulkus kornea berlubang 2 minggu kemudian, yang memerlukan eviserasi.
Article Metrics:
Last update:
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) by http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.