HUBUNGAN BERMAIN VIDEO GAME DEFENSE OF THE ANCIENTS-2 DENGAN WAKTU REAKSI

Budi Laksono  -  , Indonesia
Dea Amarilisa Adespin  -  , Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang: salah satu video game ARTS yang banyak diminati adalah DotA-2 yang menempati urutan ke-11 paling diminati di dunia. Waktu reaksi seringkali dijadikan parameter fisiologis untuk mengetahui seberapa cepat respon motorik terjadi. Dye dkk menyatakan bahwa game aksi dapat dijadikan latihan yang efisien dalam menginduksi kecepatan waktu reaksi tanpa mengurangi akurasi.

Tujuan: Mengetahui adanya hubungan bermain video game Defense of the Ancients-2 dengan durasi waktu reaksi.

Metode: Penelitian menggunakan desain belah lintang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2017 di Wilayah Kampus FK Undip. Selanjutnya didapatkan 102 responden yang mengikuti penelitian. Skor waktu reaksi diukur menggunakan Diary-Liewald Reaction Time Task . Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan uji Kruskal Wallis.

Hasil: dari 102 responden, 34 (33,3%) subjek pemain  DotA-2,  dikategorikan menjadi 28 (82,4%) waktu reaksi baik, 6 (17,6%) waktu reaksi kurang. 68 (66,7%) subjek yang bukan pemain DotA-2, dikategorikan menjadi 25 (36,8%) waktu reaksi baik, 43 (63.2%) waktu reaksi kurang. Terdapat hubungan bermakna antara status bermain video game DotA-2 dengan waktu reaksi (p=0,00). Rasio prevalensi main game dengan waktu reaksi baik dengan yang tidak bermain adalah 2,24. Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata waktu reaksi antar durasi bermain DotA-2 (p= 0,272). Rerata dan simpang baku waktu reaksi tertinggi pada durasi bermain sering 334,22 ± 26,76, cukup sering 382,69 ± 38,70, dan jarang 398,59 ± 30,09.

Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara status bermain video game DotA-2 dengan waktu reaksi.

Keywords: video game, DotA-2, waktu reaksi, DLRT.

Article Metrics: