skip to main content

HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN TEBAL LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) TERHADAP PROFIL LIPID PADA REMAJA

*Tiara Aris Dahriani  -  , Indonesia
Etisa Adi Murbawani  -  , Indonesia
Binar Panunggal  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang: Masalah profil lipid tidak hanya terkait pada usia tua saja, tetapi juga pada usia remaja. Untuk menguji masalah tersebut dapat dilakukan dengan pengukuran lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold).
Tujuan: Menganalisis hubungan antara lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold) terhadap profil lipid pada remaja.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah remaja berusia 16-18 tahun, kelas XI SMA Negeri 9 Semarang. Subjek dipilih dengan consecutive sampling. Sebanyak 61 remaja setuju mengikuti penelitian dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, Rank Spearman, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis.
Hasil: Tidak terdapat hubungan antara lingkar leher terhadap kolesterol total (p=0,633 ; r=0,62), trigliserida (p=0,307 ; r=0,133), LDL (p=0,411 ; r=0,107) dan HDL (p=0,091 ; r= -0,219). Tebal lemak bawah kulit (skinfold) yang diubah kedalam bentuk persen lemak tubuh bermakna terhadap kolesterol total (p=0,037 ; r=0,268 ), LDL (p=0,037 ; r=0,268), dan HDL (p=0,047 ; r= -0,256) dengan kekuatan korelasi lemah. Sedangkan persen lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap trigliserida (p=0,269 ; r=0,144).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lingkar leher terhadap profil lipid pada remaja. Terdapat hubungan antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) terhadap profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL) pada remaja.
Fulltext View|Download
Keywords: Lingkar leher, tebal lemak bawah kulit (skinfold), profil lipid , remaja.

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.