ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) DI SUNGAI SILANDAK, SEMARANG Heavy Metal Lead (Pb) and Cadmium (Cd) Concentration Analysis in Silandak River, Semarang

*Nisrina Nurfitria Hanifah  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Indonesia
Siti Rudiyanti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Indonesia
Churun Ain  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 35 58
Abstract

ABSTRAK

Sungai Silandak terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah yang menerima limbah dari hasil kegiatan transportasi, industri dan domestik masyarakat sekitar. Limbah tersebut mengandung logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) yang mengalami perubahan konsentrasi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya curah hujan. Curah hujan menyebabkan debit air menjadi lebih tinggi sehingga terjadi proses pengenceran konsentrasi pada badan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Pb dan Cd yang kemudian dibandingkan dengan baku mutu lingkungan, perbedaan konsentrasi Pb dan Cd pada Bulan Oktober – Desember 2018 serta hubungan debit air dengan konsentrasi Pb dan Cd. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik sampling purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan empat kali (pada Oktober – Desember 2018) di lima stasiun. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb = 0,03 – 0,003 mg/l dan Cd = 0,001 – 0,005 mg/l. Konsentrasi tersebut berada di bawah baku mutu lingkungan menurut PP No. 82 Tahun 2001 (Pb < 0,03 mg/l dan Cd < 0,01 mg/l) namun beberapa masih berada di atas baku mutu lingkungan menurut Kepmen LH No. 51 Tahun 2004 (Pb > 0,008 mg/l dan Cd > 0,001 mg/l). Terdapat perbedaan konsentrasi Pb dan Cd pada Bulan Oktober – Desember 2018, (Sig. < 0,05) Pb = 0,048 dan Cd = 0,037. Debit air dengan konsentrasi Pb dan Cd menunjukkan hubungan yang cukup erat, Pb (R = 0,576) dan Cd (R = 0,563).

ABSTRAK

Sungai Silandak terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah yang menerima limbah dari hasil kegiatan transportasi, industri dan domestik masyarakat sekitar. Limbah tersebut mengandung logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) yang mengalami perubahan konsentrasi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya curah hujan. Curah hujan menyebabkan debit air menjadi lebih tinggi sehingga terjadi proses pengenceran konsentrasi pada badan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Pb dan Cd yang kemudian dibandingkan dengan baku mutu lingkungan, perbedaan konsentrasi Pb dan Cd pada Bulan Oktober – Desember 2018 serta hubungan debit air dengan konsentrasi Pb dan Cd. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik sampling purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan empat kali (pada Oktober – Desember 2018) di lima stasiun. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb = 0,03 – 0,003 mg/l dan Cd = 0,001 – 0,005 mg/l. Konsentrasi tersebut berada di bawah baku mutu lingkungan menurut PP No. 82 Tahun 2001 (Pb < 0,03 mg/l dan Cd < 0,01 mg/l) namun beberapa masih berada di atas baku mutu lingkungan menurut Kepmen LH No. 51 Tahun 2004 (Pb > 0,008 mg/l dan Cd > 0,001 mg/l). Terdapat perbedaan konsentrasi Pb dan Cd pada Bulan Oktober – Desember 2018, (Sig. < 0,05) Pb = 0,048 dan Cd = 0,037. Debit air dengan konsentrasi Pb dan Cd menunjukkan hubungan yang cukup erat, Pb (R = 0,576) dan Cd (R = 0,563).

 

 

ABSTRACT

The Silandak River is located in Semarang City, Central Java, that receives a lot of waste from the transportation, industrial, and local’s (domestic) activities. These waste contained the heavy metal Lead (Pb) and Cadmium (Cd), that concentration in waters caused by many factors, one of which is rainfall. Rainfall caused a rise in water discharge and causes a dilution of concentration in the waters. The purpose are to identify Pb and Cd concentration that will be compared with the quality of the environment, the difference of Pb and Cd concentration in October – December 2018, and also the correlation of water discharge with Pb and Cd concentration. The survey method was used in this study with purposive sampling for the sampling method. The sampling was done four times (in October – December 2018) at five stations. The result showed concentration of Pb = 0,03 – 0,003 mg/l and Cd = 0,001 – 0,005 mg/l. The concentration are below the quality standards according to The Government Regulation No. 82, Year 2001 (Pb < 0,03 mg/l and Cd < 0,01 mg/l), but some are still above the quality standards according to Minister of Environment Decree No. 51, Year 2004 (Pb > 0,008 mg/l dan Cd > 0,001 mg/l). There is a difference in the Pb and Cd concentration on October – December 2018, (Sig. < 0,05) Pb = 0,048 and Cd = 0,037. The water discharge and the concentration of Pb (R = 0,576) and Cd (R = 0,563) showed a quite strong relationship.

Keywords: Timbal; Kadmium; Sungai Silandak; Debit Air

Article Metrics: