skip to main content

ANALISIS KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN TOTAL BAKTERI COLIFORM DI SUNGAI PLUMBON, SEMARANG An Analysis of Waters Quality Based on Coliform Bacteria in Plumbon River, Semarang

1Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik,, Indonesia

2Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

3Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Indonesia

Published: .
Open Access Copyright (c) 2019 Management of Aquatic Resources Journal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

 

Sungai Plumbon merupakan sungai yang berada di daerah Mangkang Kulon, terletak di pemukiman padat penduduk. Terdapat sumber pencemar yang masuk ke dalam perairan diantaranya limbah industri rumahan maupun limbah rumah tangga Kegiatan ini dapat menurunkan kualitas perairan. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas perairan adalah berdasarkan total bakteri Coliform. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui total bakteri Coliform, hubungan total bakteri Coliform dengan nitrat serta bahan organik total dan mengetahui beban pencemaran beserta indeks pencemaran di sungai Plumbon, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 dilakukan setiap seminggu sekali dalam waktu dua minggu. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun dengan 3 titik di setiap stasiunnya. Analisis data yang digunakan meliputi analisis kepadatan bakteri Coliform, analisis kualitas air berdasarkan baku mutu dan indeks pencemaran, analisis beban pencemaran serta analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan rata-rata total bakteri Coliform berkisar antara 5.566 – 1.203.333 MPN/100 ml. Keberadaan total bakteri Coliform memiliki hubungan yang lemah dengan nitrat dan bahan organik total di Sungai Plumbon, Semarang. Kepadatan rata-rata total bakteri Coliform dan beban pencemaran bakteri Coliform yang diperoleh pada setiap stasiun tidak memenuhi baku mutu kelas II menurut Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001, sedangkan status pencemaran di sungai Plumbon dikategorikan sebagai tercemar ringan hingga sedang.

 

ABSTRACT

 

Plumbon River is a river in Mangkang Kulon, It is located in densely populated settlements. There are pollutant resource such as home industry waste and household waste in the water. It can decrease water quality. The waters quality can be predicted with the total number of coliform bacteria. This research was aimed to obtain total Coliform bacteria, find the correlation between total Coliform bacteria with nitrate and organic matter, and pollution load with pollution index in Plumbon River, Semarang. This research was conducted on March 2019 and it was held every week in two weeks. The method used in this research was observation method. The sample of this research was taken purposively in 3 stations with 3 points in every station. The data analysis included the analysis of Coliform bacteria density, the analysis of water quality based on quality standards and waters index, the analysis of pollution load, and the analysis of pearson correlation. The result of this research was showed that average density of total Coliform bacteria in the range between 5.566 - 1.203.333 MPN/100 ml. The existence of total Coliform bacteria has low relation with nitrate and total organic matter in Plumbon River, Semarang. The average density of total Coliform bacteria and bacterial pollution load in every station was not fulfill the quality standards class II. Based on Government Regulation No. 82 of 2001,  whereas pollution status of Plumbon River has been categorized as mild to moderate polluted.

Fulltext View|Download
Keywords: Bakteri Coliform; Bahan Organik Total; Nitrat; Sungai Plumbon

Article Metrics:

  1. Arifudin, S., S. Khotimah dan A. Mulyadi. 2013. Analisis Sebaran Bakteri Coliform di Kanal A Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Probiont, 3(2): 186-192
  2. Febrianti, N., M.T.S Johnny dan R. Purnaini. 2014. Studi Beban Beban Pencemaran Sungai Kapuas Akibat Buangan dari Drainase di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1(1): 1-10
  3. Fathoni, A., S. Khotimah dan R. Linda. 2016. Kepadatan Bakteri Coliform di Sungai Segedong Kabupaten Pontianak. Jurnal Protobiont, 5(1): 20-23
  4. Genisa, M.U dan L. Auliandari. 2018. Sebaran Spasial Bakteri Coliform di Sungai Musi Bagian Hilir. A Scientific Journal, 35(3): 131-138
  5. Hanifah, N. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Materi Elastisitas Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Student Archiement Division (STAD) Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika, 1(3): 67-73
  6. Hastuti, Y.P. 2011. Nitrifikasi dan Dinitrifikasi di Tambak. Jurnal Akuakultur Indonesia 10(1): 89-98
  7. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 110 tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran pada Sumber Air
  8. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Penentuan Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran
  9. Khotimah, S. 2013. Kepadatan Bakteri Coliform di Sungai Kapuas Kota Pontianak. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung
  10. Komala, P.S dan A. Yanarosanti. 2014. Inaktivasi Bakteri Escherichia Coli Air Sumur Menggunakan Disinfektan Kaporit. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND, 11(1): 34-47
  11. Kusumaningtyas, D.I. 2010. Analisis Kadar Nitrat dan Klasifikasi Tingkat Kesuburan di Perairan Waduk IR. H Djuanda, Jatiluhur, Purwakarta. Jurnal BTL, 8(2): 49-54
  12. Mitsch W., J. Gosselink. 1993. Wetlands in Water Prevention Identification and Management of Diffuse Pollution. Van Nostrand Reinhold, New York, 26 hlm
  13. Mufaidah, Z., Supriharyono dan M.R Muskananfola. 2016. Hubungan Kandungan Bahan Organik dengan Total Bakteri di Sedimen Muara Sungai Wiso, Jepara. Maquares, 5(4): 265-274
  14. Palimirmo, F.S., A. Damar dan H. Effendi. 2016. Dinamika Sebaran Bakteri Heterotrofik di Teluk Jakarta
  15. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(1): 26-34
  16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
  17. Pradipa, H dan M. Widyastuti. 2018. Variabilitas Temporal Bakteri Coliform sebagai Indikator Pencemaran pada Sistem Sungai Permukaan Daerah Tangkapan Air Pindul. Jurnal Bumi Indonesia, 7(3): 1-6
  18. Praveena, S.M., M.H. Abdullah., K. Bidin dan A.Z. Aris. 2011. Understanding of Groundwater Salinity using statistical modeling in a small tropical island, East Malaysia. Environmentalist, 31(3): 279-287
  19. Putri, F.D.M., E. Widyastuti dan Christiani. 2014. Hubungan Perbandingan Total Nitrogen dan Total Fosfor dengan Kelimpahan Chrysphyta di Perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara. Scripta Biologica, 1(1): 96-101
  20. Rosidah., Y. Haryani dan G.F Kartika. 2014. Penentuan Total MikrobaIndikator Nitrat dan Fosfat pada Sungai Tapung Kiri. JOM FMIPA, 1(2): 306-313
  21. Safitri, W.R. 2016. Analisis Korelasi Pearson dalam Menentukan Hubungan Antara Kejadian Demam Berdarah Dengue dengan Kepadatan Penduduk di Kota Surabaya pada Tahun 2012 – 2014. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(2): 21—29
  22. Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. Jurnal Oseana, 30(3): 21 – 26
  23. SNI 01-2332-1991 tentang Penentuan Coliform dan Escherichia coli. https://www.academia.edu/38501364/SNI_01_2332.1_2006_cara_uji_mikrobiologi_bagian_1_penentuan(15 Januari 2019)
  24. SNI 06-2412-1991 tentang Metode Pengambilan Contoh Kualitas Air. sda.pu.go.id/.../wp.../5-Prosedur-dan-Instruksi-Kerja-Pengambilan-Contoh-Air(24 januari 2019)
  25. SNI 06-6989.22-2004 tentang metode uji kandungan zat organik. https://id.scribd.com/document/355892964/SNI-06-6989-22-2004(22 Desember 2018)
  26. SNI 01-2897-2008 tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur dan Susu serta Hasil Olahannya. infolpk.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7779(15 januari 2019)
  27. Sugiyono. 2013. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung, 390 hlm
  28. Suharsaputra, Uhar. 2012. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan. Bandung, PT Refika Aditama, 209 hlm
  29. Suparjo, M.N. 2009. Kondisi Pencemaran Perairan Sungai Babon Semarang. Jurnal Saintek Perikanan, 4(2): 38-45
  30. Supriharyono. 2009. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati, Di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 56 hlm
  31. Supriyantini, E., R. A. T. Nuraini dan A. P. Fadmawati. 2017. Studi Kandungan Bahan Organik pada Beberapa Muara Sungai di Kawasan Ekosistem Mangrove, di Wilayah Pesisir Pantai Utara Kota Semarang, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina, 6(1): 29 – 38
  32. Widiyanti, N.L.P.M., W.S. Warpala dan A.P. Suryanti. 2017. Parameter Fisik dan Jumlah Perkiraan Terdekat Coliform Air Danau Buyan Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Buleleng. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1): 178-188
  33. Widiyanto, A.F., S. Yuniarno dan Kuswanto. 2015. Polusi Air Tanah Akibat Limbah Industri dan Limbah Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2): 246-254
  34. Yulma., B. Ihsan., Sunarti., E. Malasari., N Wahyuni dan Mursyban. 2017. Identifikasi Bakkteri pada Serasah Daun Mangrove yang Terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekatan (KKMB) Kota Tarakan. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 2(20): 28-33

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.