skip to main content

KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROF SEDIMEN PADA BERBAGAI TIPE KERAPATAN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, DEMAK

1Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Departemen Sumberdaya Akuatik, Indonesia

2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 30 Apr 2018; Published: 30 Apr 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Management of Aquatic Resources Journal

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

 

Kawasan mangrove di Desa Bedono Demak merupakan kawasan mangrove yang dijadikan tempat konservasi sekaligus sebagai tempat wisata. Hutan mangrove merupakan tempat berkembangnya berbagai bakteri, keberadaan bakteri memiliki arti yang sangat penting dalam proses dekomposisi pada sedimen. Informasi tentang hubungan kerapatan dengan jumlah bakteri heterotrof diperlukan untuk pengeloaan dan pengkajian lebih lanjut pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerapatan mangrove dan hubungannya terhadap kelimpahan bakteri heterotrof sedimen di kawasan konservasi mangrove Bedono. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di kawasan konservasi mangrove Bedono, Demak. Sampel sedimen diambil pada masing-masing jenis kerapatan (jarang, sedang dan rapat) dengan 3 kali pengulangan, serta dibedakan pada saat pasang dan surut. Hasil yang didapat yaitu kerapatan mangrove pada kawasan konservasi mangrove Desa Bedono Demak yaitu 900 pohon/ha termasuk pada tingkat kerapatan jarang dengan kelimpahan rata-rata bakteri heterotrof sedimen 1,30x10-5 cfu/gr pada saat pasang dan 0,97x10-5 cfu/gr pada saat surut, 1.200 pohon/ha termasuk sedang dengan kelimpahan rata-rata bakteri heterotrof sedimen 0,65x10-5 cfu/gr pada saat pasang dan 0,60x10-5 cfu/gr pada saat surut, serta 2.400 pohon/ha termasuk kawasan mangrove rapat 1,32x10-5 cfu/gr pada saat pasang dan 1,35x10-5 cfu/gr pada saat surut. Diperoleh kesimpulan bahwa kelimpahan bakteri tidak berhubungan dengan kerapatan mangrove dengan nilai p-value sebesar 0,428 (R= 0,206 dan R2= 0,042).

 

Kata Kunci: Total Plate Count; Bakteri Heterotrof Sedimen; Mangrove Bedono Demak

 

ABSTRAK

 

Mangrove area in the Bedono village, Demak is a mangrove area used as a conservation place as well as a tourist attraction. Mangrove forest is a growing place of bacterias, the presence of bacteria has a very important role in the decomposition process of sediment. Information on the density relationship with the number of heterotrophic bacteria is required for the management and further assessment of the area. This study purpose is to determine the condition of mangrove density and its relationship to the abundance of sediment heterotrophic bacteria in Bedono mangrove conservation area. This research was conducted in March 2017 at Bedono mangrove conservation area, Demak. Sediment samples were taken on each density type (low, medium and high) with 3 repetitions, and differentiated at high and low tide. The results obtained are mangrove densities in the mangrove conservation area of Bedono village, 900 trees/ha included at low density levels with an average abundance of 1,30×10-5 cfu/gr heterotrophic bacteria at high tide and 0,97x10-5 cfu/gr at low tide, 1.200 trees/ha included at moderate with an average abundance of sediment heterotroph bacteria 0,65x10-5 cfu/gr at high tide and 0,60x10-5 cfu/gr at low tide, and 2.400 trees/ha included at dense mangrove area of 1,32x10-5 cfu/gr at high tide and 1,35x10-5 cfu/gr at low tide. It is concluded that bacterial abundance is not related to mangrove density with p-value amount at 0,428 (R= 0,206 and R2= 0,042).

 

 

Key Words: Total Plate Count; Sediment Heterotrophic Bacteria; Mangrove Bedono Demak

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.