skip to main content

PERANCANGAN ALAT PENGAMBIL SAMPEL BIJIH NIKEL BERPENGGERAK MOTOR HIDROLIK

*Fauzaan Alfan Furqontaka  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Susilo Adi Widyanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Paryanto Paryanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Dalam kegiatan penambangan bijih nikel dilakukan proses pengambilan sampel (sampling). Proses pengambilan sampel adalah kegiatan pengambilan suatu material di lokasi tambang yang bertujuan untuk mengetahui kadar atau kualitas material nikel yang telah ditambang secara keseluruhan. Pengambilan sampel yang dilakukan saat ini rata-rata menggunakan sekop JIS (Japanese Industrial Standart) secara manual. Pada proses pengambilan sampel bijih nikel secara manual akan menghasilkan sampel yang tidak representatif. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendesain alat pengambil sampel bijih nikel secara otomatis yang dapat menghasilkan sampel representatif. Proses perancangan alat pengambil sampel bijih nikel meliputi studi literatur dan pengumpulan data, perancangan desain, serta penentuan komponen-komponen penyusun alat pengambil sampel bijih nikel dengan bantuan software Solidworks. Perancangan desain yang dilakukan menghasilkan spesifikasi alat pengambil sampel bijih nikel dengan daya angkut sampel (m): ±20 kg, kecepatan pengambilan sampel (f): 1 meter/menit, tinggi alat (p): 1422 mm, lebar alat (l): 225 mm, dan estimasi berat alat 85 kg. Komponen alat pengambil sampel bijih nikel berupa poros screw, tabung screw, flange, serta bracket motor hidrolik dengan material AISI 1045. Komponen pendukung berupa 2 buah tapper roller bearing tipe 30208 dan sebuah bearing support tipe 6005 dengan sumber penggerak alat berupa motor hidrolik bertenaga 0,1 kW dan bertorsi 7,9 Nm.

Fulltext View|Download
Keywords: jis; nikel; sampling; screw; solidworks
  1. Razak, S. (2022). Analisis Perbandingan Nilai Kadar Ni-Fe Antara Blok Model Dengan Aktual Penambangan di PT Stargate Pasific Resourcees. Jurnal Inovasi Pertambangan Dan Lingkungan, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.15408/jipl.v2i1.24468
  2. Djainal, H., Djunaidi, M., & Arif, A. D. (2022). Evaluasi Teknis Perbedaan Kadar Ore Front Penambangan Dengan Pengapalan Di Cv. Akram Mekongga Raya Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Teknik, 15(1), 96–105
  3. Solang, G. D., Rande, S. A., & Wardana, N. K. (2021). Kajian Proses Blending Pengapalan Bijih Nikel Di Site Moronopo Pt Antam Tbk Ubpn Provinsi Maluku Utara. Mining Insight, 02(02), 79–90
  4. Masuara, A. H. (2018). Evaluasi Kadar Produksi Nikel Laterit Di Pt. Antam Tbk. Jurnal Dintek, 11(Nomor 2), 33–45
  5. Masri, M., Mili, M. Z., Awaliah, W. R., Tugo, L. J., & Rifai, L. A. (2023). Mineralogi dan Properti Keteknikan Endapan Nikel Laterit Daerah Tobimeita-Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Jurnal GEOSAPTA, 9(2), 117. https://doi.org/10.20527/jg.v9i2.14860
  6. Sambari, V. E. G. (2021). Studi Perbandingan Kadar Ni dan Fe Berdasarkan Sampel Cek Pit dan Sampel Cek Stock Pile Mining Nikel pada PT. Bintangdelapan Mineral Sulawesi Tengah. Jurnal Perencanaan Dan Rekayasa Sipil, 4(1), 41–45. https://doi.org/10.58487/akrabjuara.v6i1.1397
  7. Asri, H. H., & Anaperta, Y. M. (2018). Metode Selective Mining untuk Antisipasi Penurunan Kadar Bijih Nikel dari Data Pemboran terhadap Realisasi Hasil Penambangan pada Blok Yudistira PT. Jurnal Bina Tambang, 3(4), 1771–1783
  8. ASTM. (2000). ASTM D 1452-80 Standard Practice for Soil Investigation and Sampling by Auger Borings. Current, 80(Reapproved), 1–2. https://doi.org/10.1520/D1452-09.2
  9. T. Rochim, Teori & Teknologi Proses Pemesinan. 1993
  10. Sularso, & Suga, K. (2004). Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.