BibTex Citation Data :
@article{JTM46137, author = {Jourdy Cakranegara and Mohammad Tauviqirrahman and Muchammad Muchammad}, title = {ANALISIS PENGARUH CUT SWEEP RATIO PADA LILY IMPELLER TERHADAP DISTRIBUSI DISSOLVED OXYGEN DI TAMBAK UDANG MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {aerasi; cut sweep ratio; lily impeller; oxigen terlarut; simulasi cfd}, abstract = { Industri budidaya perikanan, khususnya budidaya udang di Indonesia, menghadapi tantangan yang signifikan seperti polusi organik, kekurangan oksigen, dan tingginya konsentrasi amonia dan karbon dioksida. Permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kotoran ikan, pakan yang tidak dimakan, dan limbah. Sistem aerasi, seperti roda dayung, diffuser , dan aerator yang digerakkan oleh impeller , digunakan untuk meningkatkan transfer dan sirkulasi oksigen. Lily Impeller , yang merupakan perkembangan terkini, memiliki penggunaan energi yang lebih rendah dan efisiensi oksigenasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi cut sweep rasio terhadap distribusi oxigen terlarut di tambak udang Vaname Marine Science Techno Park. Studi ini menemukan bahwa perubahan cut sweep ratio berdampak pada distribusi oxigen terlarut kolam, tekanan dinamis, dan kecepatan aliran. Dengan distribusi oxigen terlarut terbesar dan tekanan dinamis maksimum 11,5 Pa serta kecepatan aliran maksimum 0,151 m/s, varian \"no cut\" menunjukkan hasil terbesar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hanya di sekitar aerator yang memiliki kadar oxigen terlarut yang cukup tinggi untuk menopang kehidupan udang, oleh karena itu, diperlukan aerator tambahan untuk memastikan oxigen terlarut didistribusikan secara merata ke seluruh tambak. }, issn = {2303-1972}, pages = {204--209} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46137} }
Refworks Citation Data :
Industri budidaya perikanan, khususnya budidaya udang di Indonesia, menghadapi tantangan yang signifikan seperti polusi organik, kekurangan oksigen, dan tingginya konsentrasi amonia dan karbon dioksida. Permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kotoran ikan, pakan yang tidak dimakan, dan limbah. Sistem aerasi, seperti roda dayung, diffuser, dan aerator yang digerakkan oleh impeller, digunakan untuk meningkatkan transfer dan sirkulasi oksigen. Lily Impeller, yang merupakan perkembangan terkini, memiliki penggunaan energi yang lebih rendah dan efisiensi oksigenasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi cut sweep rasio terhadap distribusi oxigen terlarut di tambak udang Vaname Marine Science Techno Park. Studi ini menemukan bahwa perubahan cut sweep ratio berdampak pada distribusi oxigen terlarut kolam, tekanan dinamis, dan kecepatan aliran. Dengan distribusi oxigen terlarut terbesar dan tekanan dinamis maksimum 11,5 Pa serta kecepatan aliran maksimum 0,151 m/s, varian "no cut" menunjukkan hasil terbesar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hanya di sekitar aerator yang memiliki kadar oxigen terlarut yang cukup tinggi untuk menopang kehidupan udang, oleh karena itu, diperlukan aerator tambahan untuk memastikan oxigen terlarut didistribusikan secara merata ke seluruh tambak.
Last update: