BibTex Citation Data :
@article{JTM46035, author = {Alwahidil Zuhri and Ismoyo Haryanto and Khoiri Rozi}, title = {ANALISA AERODINAMIK PADA MEKANISME FLAPPING WING DENGAN VARIASI SUDUT KEPAK}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {beban aerodinamika; flapping wing; profil airfoil; sudut kepak}, abstract = { Konsep sayap kepak ( flapping wing ) merupakan mekanisme terbang yang saat ini banyak difokuskan pada efisiensi dalam perancangannya. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai efisiensi aerodinamika pada mekanisme ini, diusulkan analisis aerodinamic loads pada sayap kepak menggunakan steady vortex lattice method . Simulasi melibatkan variasi sudut kepak (-60°, -40°, -20°, 0°, 20°, 40°, 60°), dan variasi profil Airfoil (NACA2412 dan NACA 0012). Hasil simulasi ditunjukkan melalui beberapa parameter performa aerodinamika, yaitu koefisien lift (Cl), koefisien drag induksi (Cdi), dan koefisien momen (Cm). Hasil menunjukkan bahwa variasi sudut kepak dan sudut serang menghasilkan performa yang berbeda untuk setiap sudut kepak dan variasinya. Cl tertinggi dicapai pada sudut kepak 20°, Cdi tertinggi pada sudut kepak -60°, sedangkan Cm tertinggi pada sudut kepak 60°. }, issn = {2303-1972}, pages = {142--145} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46035} }
Refworks Citation Data :
Konsep sayap kepak (flapping wing) merupakan mekanisme terbang yang saat ini banyak difokuskan pada efisiensi dalam perancangannya. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai efisiensi aerodinamika pada mekanisme ini, diusulkan analisis aerodinamic loads pada sayap kepak menggunakan steady vortex lattice method. Simulasi melibatkan variasi sudut kepak (-60°, -40°, -20°, 0°, 20°, 40°, 60°), dan variasi profil Airfoil (NACA2412 dan NACA 0012). Hasil simulasi ditunjukkan melalui beberapa parameter performa aerodinamika, yaitu koefisien lift (Cl), koefisien drag induksi (Cdi), dan koefisien momen (Cm). Hasil menunjukkan bahwa variasi sudut kepak dan sudut serang menghasilkan performa yang berbeda untuk setiap sudut kepak dan variasinya. Cl tertinggi dicapai pada sudut kepak 20°, Cdi tertinggi pada sudut kepak -60°, sedangkan Cm tertinggi pada sudut kepak 60°.
Last update: