skip to main content

UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN SUHU FLUIDA DINGIN KONSTAN (STEADY STATE)

*Muhammad Tafarel Firjatullah  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Bambang Yunianto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Muchammad Muchammad  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada: boiler, kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan adalah radiator yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat penukar kalor. Tujuan perpindahan kalor di dalam proses industri diantaranya adalah untuk memanaskan atau mendinginkan fluida hingga mencapai kalor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan untuk proses selanjutnya. oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian untuk menghasilkan heat exchanger yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi air cooler heat exchanger dengan suhu fluida dingin yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air cooler heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,67 m/s, 2,5 m/s, dan 3,34 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling minimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,608696 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 96%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air cooler heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.

Fulltext View|Download
Keywords: debit air, efisiensi, efektivitas, heat exchanger, kecepatan udara
  1. W. Roetzel, X. Luo, and D. Chen, “Chapter 1 - Heat exchangers and their networks: A state-of-the-art survey,” W. Roetzel, X. Luo, and D. B. T.-D. and O. of H. E. and their N. Chen, Eds. Academic Press, 2020, pp. 1–12
  2. R. R. Amrozi, S. Udjiana, and Y. Yuliman, “Evaluasi Kinerja Heat Exchanger Pada Gas Cooler Unit Co2 Liquid Plant,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 8, no. 1, pp. 111–117, 2023, doi: 10.33795/distilat.v8i1.299
  3. H. M. Maghrabie et al., “Intensification of heat exchanger performance utilizing nanofluids,” Int. J. Thermofluids, vol. 10, 2021, doi: 10.1016/j.ijft.2021.100071
  4. P. Blecich, A. Trp, and K. Lenić, “Thermal performance analysis of fin-and-tube heat exchangers operating with airflow nonuniformity,” Int. J. Therm. Sci., vol. 164, no. January, 2021, doi: 10.1016/j.ijthermalsci.2021.106887
  5. D. Zheng, J. Yang, J. Wang, S. Kabelac, and B. Sundén, “Analyses of thermal performance and pressure drop in a plate heat exchanger filled with ferrofluids under a magnetic field,” Fuel, vol. 293, no. November 2020, pp. 1–9, 2021, doi: 10.1016/j.fuel.2021.120432
  6. S. Kallannavar, S. Mashyal, and M. Rajangale, “Effect of tube layout on the performance of shell and tube heat Exchangers,” Mater. Today Proc., vol. 27, pp. 263–267, 2020, doi: 10.1016/j.matpr.2019.10.151
  7. D. Irawan, M. Wibowo, and Z. Anggara, “Pengaruh Jumlah Tube dan Baffles Terhadap Efektivitas Shell and Tube Heat Exchanger,” Semin. Nas. Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy. Univ. Muhammadiyah Metro Indones., vol. 2, pp. 254–264, 2020
  8. M. Ikhsan Kamil and D. Agustina Sari, “Komparasi Desain Alat Penukar Panas Tipe Air-Cooled,” J. Teknol., vol. 16, no. 2, pp. 180–186, 2023, doi: 10.34151/jurtek.v16i2.4512
  9. K. B. Rohito, K. R. Dantes, and I. N. P. Nugraha, “Rancang Bangun Air Cooler Dengan Menggunakan Modul Termoelektrik Peltier Type Tec-12706,” J. Pendidik. Tek. Mesin Undiksha, vol. 7, no. 3, pp. 122–128, 2019, doi: 10.23887/jptm.v7i3.26516
  10. Z. Fakhri, A. Daelami, Bayudin, and A. Charisma, “Sistem Pengaturan Pendingin Ruangan dengan Menggunakan Thermoelectric dan Blower Motor Direct Current,” J. Tek. Media Pengemb. Ilmu dan Apl. Tek., vol. 21, no. 1, pp. 84–94, 2022, doi: 10.55893/jt.vol21no1.430

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.