skip to main content

ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PADA PESAWAT TERBANG AMFIBI SHORT TAKE-OFF LANDING BERMESIN GANDA

*Bobby Ezra Maulana Sadikin  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Eflita Yohana  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Mohammad Tauviqirrahman  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Transportasi udara sangat penting untuk mengakses pulau-pulau kecil yang terpisah dari 5 pulau besar di Indonesia. Pesawat terbang merupakan moda transportasi utama di Indonesia karena merupakan cara paling efisien untuk menghubungkan ribuan pulau di negara ini. Pesawat regional amfibi merupakan jenis pesawat yang melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di air. Hal ini merupakan keunggulan pesawat amfibi dibandingkan dengan pesawat terbang biasa yang memerlukan bandara untuk beroperasi, terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Salah satu aspek penting dalam aerodinamika pesawat amfibi adalah sudut stall. Sudut stall adalah sudut serang maksimum di mana sayap pesawat dapat menghasilkan lift sebelum aliran udara di atas sayap menjadi turbulen dan mengakibatkan kehilangan lift secara drastis. Memahami dan mengoptimalkan sudut stall sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja pesawat, terutama selama fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan. Metode pengujian pesawat amfibi di terowongan angin menawarkan sejumlah keuntungan signifikan dibandingkan dengan metode lainnya seperti simulasi komputer atau uji coba lapangan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat terkendali dan dapat direproduksi, memungkinkan analisis yang akurat terhadap berbagai aspek aerodinamika pesawat. Melalui penelitain ini dapat diketahui bahwa stall angle pada pesawat cenderung lebih kecil pada kecepatan tinggi dan lebih besar pada kecepatan rendah. Feomena tersebut disebabkan oleh karena Pada kecepatan tinggi, pesawat membutuhkan sudut serang yang lebih kecil untuk mempertahankan lift, sementara pada kecepatan rendah, pesawat memerlukan sudut serang yang lebih besar untuk menghasilkan lift yang cukup dan mencegah stall yang dibuktikan melalui penurunan stall angle dari sudut 16.36° pada kecepatan 45 m/s menjadi 15,87° pada kecepatan 55 m/s.

Fulltext View|Download
Keywords: koefisien gaya angkat; koefisien gaya hambat; pesawat amfibi; terowongan angin
  1. Xiao Q, Luo F, Li Y. Risk Assessment Of Seaplane Operation Safety Using Bayesian Network. Symmetry (Basel) 2020;12. Https://Doi.Org/10.3390/SYM12060888
  2. Wei J, Sha YB, Hu XY, Yao JY, Chen YL. Aerodynamic Numerical Simulation Analysis Of Water–Air Two-Phase Flow In Trans-Medium Aircraft. Drones 2022;6. Https://Doi.Org/10.3390/Drones6090236
  3. Qiu L, Song W. Efficient Decoupled Hydrodynamic And Aerodynamic Analysis Of Amphibious Aircraft Water Takeoff Process. J Aircr 2013;50:1369–79. Https://Doi.Org/10.2514/1.C031846
  4. Ito K, Dhaene T, Sakurai T. Longitudinal Stability Augmentation Of Seaplanes In Planing. J Aircr 2016;53:1332–42. Https://Doi.Org/10.2514/1.C033588
  5. Utomo A, Gunawan, Yanuar. Biomimetics Design Optimization And Drag Reduction Analysis For Indonesia N219 Seaplanes Catamaran Float. Processes 2021;9. Https://Doi.Org/10.3390/Pr9112024
  6. Cribb R, Ford M. Indonesia As An Archipelago: Managing Islands, Managing The Seas. Indonesia Beyond The Water’s Edge: Managing An Archipelagic State, Institute Of Southeast Asian Studies; 2009
  7. Breuer K, Drela M, Fan X, Di Luca M. Design And Performance Of An Ultra-Compact, Low-Speed, Low Turbulence Level, Wind Tunnel For Aerodynamic And Animal Flight Experiments. Exp Fluids 2022;63. Https://Doi.Org/10.1007/S00348-022-03519-1
  8. Abbas-Bayoumi A, Becker K. An Industrial View On Numerical Simulation For Aircraft Aerodynamic Design. J Math Ind 2011;1:1–14. Https://Doi.Org/10.1186/2190-5983-1-10
  9. Daryanto Y, Wijiatmoko G, Eng M, Kuswandi D. Pengujian Aerodinamika Model Pesawat Udara Nir Awak-PUNA Di Wind Tunnel LAGG BPPT. N.D
  10. Uruba V. Reynolds Number In Laminar Flows And In Turbulence. AIP Conf Proc, Vol. 2118, American Institute Of Physics Inc.; 2019. Https://Doi.Org/10.1063/1.5114728
  11. Subramanian RS. Reynolds Number. N.D
  12. Nurcahyadi T. Pengaruh Lokasi Ketebalan Maksimum Airfoil Simetris Terhadap Koefisien Angkat Aerodinamisnya. Vol. 11. 2008

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.