1Program Doktor Pascasarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Indonesia
2Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Indonesia
3Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JNC51456, author = {ERWINDA ERWINDA and Delmi Sulastri and Ikeu Tanziha and Rosfita Rasyid}, title = {EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI GRATIS DI SEKOLAH: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP MODEL IMPLEMENTASI DI NEGARA MAJU}, journal = {Journal of Nutrition College}, volume = {15}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Gizi; implementasi kebijakan; kesehatan anak; makanan sekolah; prestasi akademik}, abstract = { ABSTRACT Background: Free school meal policies are widely implemented to improve child nutrition, reduce social inequality, and support learning outcomes. Evidence from developed countries is relevant for Indonesia because the Makan Bergizi Gratis programme requires strong governance, clear nutrition standards, robust food safety control, and sustainable financing. Objective: This review analyses implementation models and key effectiveness factors of free school meal programmes in developed countries and formulates policy implications for Indonesia. Methods: A structured literature review was conducted using the PRISMA approach. Articles were searched in PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar with the keywords free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, and child health. Eligible articles were peer‑reviewed, available in full‑text, published between 2017 and 2026, and reported health, education, participation, or implementation outcomes. Results: The reviewed studies indicate that successful school meal programmes share five core factors: clear targeting or universal coverage, adequate and stable funding, enforceable nutrition and food safety standards, reliable procurement and distribution systems, and continuous monitoring and evaluation. Universal models tend to increase participation and reduce stigma, while targeted models depend on accurate eligibility data and strong administrative capacity. Conclusion: Free school meal programmes can effectively support child nutrition and learning when they integrate health, education, and food system governance. Indonesia should strengthen phased implementation, local food procurement, menu standardisation, food safety supervision, and outcome evaluation in the Makan Bergizi Gratis programme Keywords: Academic achievement; child health; nutrition; policy implementation; school meals ABSTRAK Latar belakang: Kebijakan makanan gratis di sekolah banyak digunakan untuk memperbaiki gizi anak, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendukung hasil belajar. Bukti dari negara maju relevan bagi Indonesia karena program Makan Bergizi Gratis memerlukan tata kelola yang kuat, standar gizi yang jelas, pengawasan keamanan pangan yang ketat, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis model implementasi dan faktor efektivitas program makanan gratis di sekolah pada negara maju serta merumuskan implikasi kebijakannya bagi Indonesia. Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara terstruktur dengan pendekatan PRISMA. Artikel ditelusuri melalui PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, dan child health . Artikel yang dipilih merupakan artikel peer‑reviewed , tersedia dalam bentuk full‑text , terbit pada 2017–2026, dan melaporkan luaran kesehatan, pendidikan, partisipasi, atau implementasi. Hasil: Studi yang direview menunjukkan bahwa keberhasilan program ditopang oleh lima faktor utama, yaitu cakupan sasaran yang jelas atau universal, pendanaan yang memadai dan stabil, standar gizi serta keamanan pangan yang dapat ditegakkan, sistem pengadaan dan distribusi yang andal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Model universal cenderung meningkatkan partisipasi dan mengurangi stigma, sedangkan model bersasaran sangat bergantung pada akurasi data kelayakan dan kapasitas administrasi. Simpulan: Program makanan gratis di sekolah dapat mendukung perbaikan gizi dan pembelajaran anak jika mampu mengintegrasikan tata kelola kesehatan, pendidikan, dan sistem pangan. Indonesia perlu memperkuat implementasi bertahap, pengadaan pangan lokal, standardisasi menu, pengawasan keamanan pangan, dan evaluasi luaran dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis. Kata kunci: Gizi; implementasi kebijakan; kesehatan anak; makanan sekolah; prestasi akademik }, issn = {2622-884X}, pages = {226--234} doi = {10.14710/jnc.v15i3.51456}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/51456} }
Refworks Citation Data :
ABSTRACT
Background: Free school meal policies are widely implemented to improve child nutrition, reduce social inequality, and support learning outcomes. Evidence from developed countries is relevant for Indonesia because the Makan Bergizi Gratis programme requires strong governance, clear nutrition standards, robust food safety control, and sustainable financing.
Objective: This review analyses implementation models and key effectiveness factors of free school meal programmes in developed countries and formulates policy implications for Indonesia. Methods: A structured literature review was conducted using the PRISMA approach. Articles were searched in PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar with the keywords free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, and child health. Eligible articles were peer‑reviewed, available in full‑text, published between 2017 and 2026, and reported health, education, participation, or implementation outcomes.
Results: The reviewed studies indicate that successful school meal programmes share five core factors: clear targeting or universal coverage, adequate and stable funding, enforceable nutrition and food safety standards, reliable procurement and distribution systems, and continuous monitoring and evaluation. Universal models tend to increase participation and reduce stigma, while targeted models depend on accurate eligibility data and strong administrative capacity.
Conclusion: Free school meal programmes can effectively support child nutrition and learning when they integrate health, education, and food system governance. Indonesia should strengthen phased implementation, local food procurement, menu standardisation, food safety supervision, and outcome evaluation in the Makan Bergizi Gratis programme
Keywords: Academic achievement; child health; nutrition; policy implementation; school meals
ABSTRAK
Latar belakang: Kebijakan makanan gratis di sekolah banyak digunakan untuk memperbaiki gizi anak, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendukung hasil belajar. Bukti dari negara maju relevan bagi Indonesia karena program Makan Bergizi Gratis memerlukan tata kelola yang kuat, standar gizi yang jelas, pengawasan keamanan pangan yang ketat, dan pembiayaan yang berkelanjutan.
Tujuan: Tinjauan ini menganalisis model implementasi dan faktor efektivitas program makanan gratis di sekolah pada negara maju serta merumuskan implikasi kebijakannya bagi Indonesia.
Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara terstruktur dengan pendekatan PRISMA. Artikel ditelusuri melalui PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci free school meals, school feeding program, nutrition policy, academic achievement, dan child health. Artikel yang dipilih merupakan artikel peer‑reviewed, tersedia dalam bentuk full‑text, terbit pada 2017–2026, dan melaporkan luaran kesehatan, pendidikan, partisipasi, atau implementasi.
Hasil: Studi yang direview menunjukkan bahwa keberhasilan program ditopang oleh lima faktor utama, yaitu cakupan sasaran yang jelas atau universal, pendanaan yang memadai dan stabil, standar gizi serta keamanan pangan yang dapat ditegakkan, sistem pengadaan dan distribusi yang andal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Model universal cenderung meningkatkan partisipasi dan mengurangi stigma, sedangkan model bersasaran sangat bergantung pada akurasi data kelayakan dan kapasitas administrasi.
Simpulan: Program makanan gratis di sekolah dapat mendukung perbaikan gizi dan pembelajaran anak jika mampu mengintegrasikan tata kelola kesehatan, pendidikan, dan sistem pangan. Indonesia perlu memperkuat implementasi bertahap, pengadaan pangan lokal, standardisasi menu, pengawasan keamanan pangan, dan evaluasi luaran dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.
Kata kunci: Gizi; implementasi kebijakan; kesehatan anak; makanan sekolah; prestasi akademik
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Journal of Nutrition College and Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro as publisher of the journal.
Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc., will be allowed only with a written permission from Journal of Nutrition College.
Journal of Nutrition College, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, the Editors and the Advisory Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Journal of Nutrition College are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
View My Stats