skip to main content

LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI ISPA DAN DIARE DENGAN KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA USIA 0-23 BULAN DI INDONESIA

Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Received: 18 Feb 2025; Revised: 19 Dec 2025; Accepted: 24 Feb 2026; Available online: 30 Apr 2026; Published: 12 May 2026.

Citation Format:
Abstract

ABSTRACT

Background: The prevalence of underweight in children aged 0-23 months in Indonesia has increased from 16.3% to 17% based on data from the 2021 Indonesian Nutritional Status Study (SSGI). Underweight is a nutritional problem identified using the BB/U indicator (comparing the child's relative weight to age). The direct cause of underweight is infectious diseases (ARI, diarrhea, measles, pulmonary TB)

Objective: To determine the relationship between infectious diseases and the occurrence of underweight in children aged 0-23 months in Indonesia.

Method: The research method used in this study is a literature review. This research was conducted by collecting and analyzing data from written sources such as scientific journals, books, articles, and other documents related to the research topic.

Results: This literature review study shows that several infectious diseases that often occur in toddlers such as ARI and diarrhea, result in underweight if not handled quickly and appropriately. Factors that influence the occurrence of ARI and diarrhea are the availability of drinking water sources, types of feces disposal and waste disposal that do not meet requirements and are far from being adequate or dirty.

Conclusion: The results of the entire literature review indicate that there is a relationship between a history of ARI and diarrhea and the incidence of underweight in toddlers aged 0-23 months. Toddlers aged 0-23 months are more likely to be underweight than children who do not have a history of infectious diseases in the last three months.

Keywords: infectious diseases, underweight, toddlers

 

ABSTRAK

Latar belakang: Prevalensi underweight pada usia 0 – 23 bulan di Indonesia mengalami peningkatan dari 16,3% menjadi 17% berdasarkan dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Underweight merupakan permasalahan gizi yang diidentifikasi dengan menggunakan indikator BB/U (membandingkan berat badan relatif anak terhadap usia). Penyebab langsung underweight yaitu penyakit infeksi (ISPA, diare, campak, TB paru).

Tujuan: Mengetahui hubungan penyakit infeksi dengan adanya kejadian underweight pada anak usia 0-23 bulan di Indonesia. 

Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tinjauan literature review. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen lainnya yang terkait dengan topik penelitian.  Penelitian ini merupakan literature review yang dilakukan melalui pencarian artikel pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Artikel yang digunakan dipilih menggunakan kriteria inklusi tahun penelitian 2020-2025, populasi anak usia 0-23 bulan di Indonesia dan memiliki variabel infeksi berupa ISPA dan diare, serta status gizi underweight. Sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik untuk mendapatkan kesimpulan yang relevan.

Hasil: Penelitian literatur review ini menunjukkan bahwa beberapa penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita seperti ISPA dan diare, mengakibatkan underweight jika tidak cepat dan tepat cara menanganinya. Faktor yang berpengaruh terjadinya ISPA dan diare yaitu ketersediaan sumber air minum, jenis tempat pembuangan tinja dan pembuangan sampah tidak memenuhi syarat dan jauh dari kata layak ataupun kotor.

Simpulan; Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara riwayat penyakit ISPA dan diare terhadap kejadian underweight pada balita usia 0-23 bulan. Balita usia 0-23 bulan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami underweight dibandingkan anak yang tidak mempunyai riwayat penyakit infeksi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Kata kunci: Penyakit infeksi; underweight; balita

Keywords: Penyakit infeksi; underweight; balita

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Adani, F. Y. & Nindya, T. S. Perbedaan Asupan Energi, Protein, Zink, dan Perkembangan pada Balita Stunting dan non Stunting. Amerta Nutr. 1, 46 (2017). https://doi.org/10.20473/amnt.v1i2.2017.46-51
  2. Pérez Dávila, J. asupan makan yang berpengaruh pada pertumbuhan anak balita. 21, 1–9 (2020). https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa164
  3. Rahayu, W. S., Saragih, T. R. & Putri, Y. W. Intervensi Yang Dilakukan Untuk Mengurangi Kasus Gizi Kurang di Wilayah Kerja UPT Puskemas Dalu Sepuluh. 4, 25–29 (2024). http://dx.doi.org/10.30829/shihatuna.v4i1.19078
  4. Selvianita, D. & Sudiarti, T. Asupan Energi Sebagai Faktor Dominan Kejadian Underweight pada Balita Di Kabupaten Bogor. J. Ilm. Kesehat. 16, 169–178 (2021). https://doi.org/10.35842/mr.v16i3.512
  5. Data RISKESDAS TAHUN 2021, D. Daftar Isi. RISKESDAS 2021 2, (2021)
  6. Ali, Z., Saaka, M., Adams, A. G., Kamwininaang, S. K. & Abizari, A. R. The effect of maternal and child factors on stunting, wasting and underweight among preschool children in Northern Ghana. BMC Nutr. 3, 1–13 (2017). DOI 10.1186/s40795-017-0154-2
  7. SSGI. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementeri. Kesehat. Republik Indones. 1–150 (2022)
  8. Iswarawanti, D. N., Mamlukah, M. & Badriah, D. L. Penyakit infeksi sebagai faktor determinan berat badan kurang pada balita usia 6- 59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. 4, 432–442 (2024). https://doi.org/10.34305/jphi.v4i02.1068
  9. Hossain, S., Shuvo, T. A. & Mia, N. Factors associated with underweight and overweight prevalence among children in Bangladesh. J. Med. Surgery, Public Heal. 3, 100110 (2024). DOI: 10.1016/j.glmedi.2024.100110
  10. Aprilla, N. Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Underweight pada Balita Wilayah Kerja Puskesmas Purnama. 2, 98–102 (2023). DOI: https://doi.org/10.70437/excellent.v2i1.39
  11. Nasrianti, C. S., Avindharin, P. D. & Hikmah, A. N. RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA BAYI USIA 0-24 BULAN. 1, 10–14 (2024)
  12. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 | Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
  13. https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/1143
  14. Penyakit, H., Dengan, I. & Gizi, S. Gema Bidan Indonesia Volume 11 Nomor 1 Maret 2022 DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v11i1.48 Gema Bidan Indonesia. 11, 35–44 (2022)
  15. Permatasari, L. I. Analisis Capaian Indikator Program Penyakit Tidak Menular Jawa Timur 2015-2016. J. Keperawatan Muhammadiyah 3, (2018)
  16. DOI: https://doi.org/10.30651/jkm.v3i2.1722
  17. Masyarakat, K. & Kedokteran, F. Pengaruh Usia, Tinggi Badan dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif terhadap Stunting pada Balita. Med. Respati J. Ilm. Kesehat. 15, 1–8 (2020)
  18. Fitrah, N. E., Neherta, M. & Sari, I. M. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita. J. Ilm. Permas J. Ilm. STIKES Kendal 14, 183–194 (2024)
  19. Sanjaya, K. et al. Peran Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Diare : Studi Cross Sectional. journal.universitaspahlawan.ac.id
  20. Julamnur, R., Fahdhienie, F., Andria, D. & History, A. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah. J. Promot. Prev. 7, 849–855 (2024)
  21. Fajariyah, R. N. & Hidajah, A. C. CORRELATION BETWEEN IMMUNIZATION STATUS AND MOTHER’S HEIGHT, AND STUNTING IN CHILDREN 2-5 YEARS IN INDONESIA Hubungan Kejadian Stunting dengan Status Imunisasi dan Tinggi Ibu pada Anak Usia 2-5 Tahun di Indonesia. 8, 89–96 (2020). https://doi.org/10.20473/jbe.V8I12020.89-96
  22. Nasrianti, C. S., Pundra, D., Avindharin, A. & Nurul, H. Riwayat Penyakit Infeksi dan Kejadian Underweight pada Bayi Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bugel Kota Tangerang. JUMAGI (Jurnal Madani Gizi Indones. 1, 10–14 (2024). DOI: https://doi.org/10.70437/excellent.v2i1.39
  23. Kesehatan Masyarakat, J., Kurnia Rahim, F. & Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan, K. FAKTOR RISIKO UNDERWEIGHT BALITA UMUR 7-59 BULAN. J. Kesehat. Masy. 9, 115–121 (2014)
  24. Rane, S. et al. ANALISIS KEJADIAN ISPA PADA BALITA. J. ’Aisyiyah Med. 9, (2024). https://jurnal.stikes-aisyiyah palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/1230/952
  25. Trihono PP, Purnamawati S, Sjarif DR, Hegar B, Gunardi H, Oswari H, et al, ed. H. topics. Obesitas pada anak dan permasalahannya. (pediatrics II, 2015)
  26. Duarte, L. S. et al. Brazilian Maternal Weight Perception and Satisfaction With Toddler Body Size: A Study in Primary Health Care. J. Pediatr. Nurs. 31, 490–497 (2020)
  27. Rotenberg, S., Davey, C. & McFadden, E. Association between disability status and health care utilisation for common childhood illnesses in 10 countries in sub-Saharan Africa: a cross-sectional study in the Multiple Indicator Cluster Survey. eClinicalMedicine 57, (2023). https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2023.101870
  28. Le Dault, E. et al. A single dose of ciprofloxacin reduces the duration of diarrhea among service members deployed in Africa. Infect. Dis. Now 53, (2023)
  29. Debnam, K. J., Johnson, S. L., Colomé, S., Bran, J. V. & Upadhya, K. K. The Impact of Adolescent Dating Violence Training for Primary Care Providers. J. Pediatr. Heal. Care 32, e19–e26 (2018). DOI: 10.1016/j.pedhc.2017.09.004
  30. Upaya Pemerintah Atasi Masalah Kekurangan Gizi Perlu Diapresiasi. http://www.cakrawalanews.co.id/artikel/2543/Upaya-Pemerintah-Atasi-Masalah-Kekurangan-Gizi-Perlu-Diapresiasi/
  31. Werdani, A. R. & Syah, J. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Underweight pada Anak Usia 6-23 Bulan di Pagedangan Kabupaten Tangerang. 5, 33–39 (2022). https://doi.org/10.31605/nutrition.v1i2.2300

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.