skip to main content

PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR

Priska Tamara Taradipa  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Ani Margawati  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rachma Purwanti  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aryu Candra  -  Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Aug 2020; Published: 19 Nov 2020.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Beberapa sekolah menerapkan proses pembelajaran dan kebijakan yang berbeda terkait aktivitas fisik dan penyelenggaraan makanan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan zat gizi dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan asupan energi, zat gizi makro, aktivitas fisik dan status gizi anak sekolah dasar di SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran.

Metode: Desain penelitian cross sectional dengan 44 subjek yang dihitung menggunakan rumus besar sampel 2 kelompok kategorik tidak berpasangan. Subjek berasal dari SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran. Asupan energi dan zat gizi makro diperoleh dari food record (3 hari: 2 weekdays, 1 weekend) dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey. Aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). Status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Mann-Whitney.

Hasil: Sebagian besar subjek dari SDN Lerep 05 memiliki asupan energi kurang selama di sekolah (90,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (63,6%), status gizi berlebih IMT/U > 1 SD (45,5%). Sebagian besar subjek dari SD Alam Ungaran memiliki asupan energi cukup selama di sekolah (40,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (45,5%), status gizi normal (68,2%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi (p=0,001), protein (p=0,001), karbohidrat (p=0,013) subjek selama di sekolah, protein total subjek (p=0,002), aktivitas fisik subjek selama di rumah (p=0,021). Tidak terdapat perbedaan antara asupan energi total subjek (p=0,221), aktivitas fisik subjek di sekolah (p=0,602), status gizi subjek (p=0,167).

Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi, protein dan karbohidrat subjek selama di sekolah; asupan protein total subjek dan aktivitas fisik subjek selama di rumah. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi total subjek, aktivitas fisik subjek di sekolah dan status gizi subjek.

 

Fulltext View|Download
Keywords: aktivitas fisik; anak sekolah; asupan zat gizi makro; status gizi

Article Metrics:

  1. Notoatmodjo S. Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta; 2011. 229 p
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan A. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Jakarta; 2018
  3. Wooldridge NH. Child and preadolescent nutrition. In: Brown JE, editor. Nutrition Through the Life Cycle. 4th ed. Wadsworth, USA; 2011. p. 311
  4. Siswanto. Studi Diet Total : Survei Konsumsi Makanan Individu Indonesia 2014. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014
  5. Ogata B, Feucht S, Lucas B. Nutrition in childhood. In: Krause’s Food and The Nutrition Care Process. 14th ed. Missouri: Elsevier Inc. St Louis; 2017. p. 323
  6. Wafa SW, Ghazalli R. Association between the school environment and children’s body mass index in Terengganu: A cross sectional study. PLoS One. 2020;15(4):1–17
  7. Andrade De Medeiros Moreira R, Ricardo Moreira T, Dias Da Costa G, Vidigal Castro LC, Minardi Mitre Cotta R. Multilevel analysis of factors that influence overweight in children: Research in schools enrolled in northern Brazil School Health Program. BMC Pediatr. 2020;20(1):1–18
  8. Goncalves VS, Duarte EC, Dutra ES, Barufaldi LA, Carvalho KM. Characteristics of the school food environment associated with hypertension and obesity in Brazilian adolescents: A multilevel analysis of the Study of Cardiovascular Risks in Adolescents (ERICA). Public Health Nutr. 2019;22(14):2625–34
  9. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  10. Komunitas Sekolah Alam. Menemukan sekolah yang membebaskan, perjalanan menggapai sekolah yang mendidik anak menjadi manusia berkarakter. Depok: Kawan Pustaka; 2005
  11. Syafril, Zelhendri Z. Dasar-dasar ilmu pendidikan. Depok: Kencana; 2017. 149–150 p
  12. School of Universe. Kurikulum sekolah alam. [Internet]. Bogor: School of Universe; 2019 [cited 30 October 2019]. Available from: http://school-of-universe.com/profile/kurikulum#.X7EAPmgzY2w
  13. Trapasso E, Knowles Z, Boddy L, Newson L, Sayers J, Austin C. Exploring gender differences within forest schools as a physical activity intervention. J Child. 2018;5(138):1–18
  14. Yudistira C. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di Sekolah Alam Ungaran Kabupaten Semarang. Universitas Semarang; 2014. Available from: https://lib.unnes.ac.id/23071/1/4401408114.pdf
  15. Sunarti. Perbedaan asupan energi, protein dan status gizi anak usia pra sekolah di sekolah dengan model school feeding dan non school feeding. KESMAS. 2013;7(2):97–104
  16. Dahlan S. Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika; 2013. p. 68
  17. Aliyah DP, Septrianan, Prasetyaningrum YI. Status gizi , aktivitas fisik , dan asupan zat gizi makro antara siswa sekolah dasar full day dan half day. J Ilmu Gizi Indones. 2018;2(1):59–68
  18. Bujuri DA. Analisis perkembangan kognitif anak usia dasar dan implikasinya dalam kegiatan belajar mengajar. Literasi. 2018;9(1):37-50
  19. BPS. Tabel dinamis subjek kemiskinan dan ketimpangan. [Internet]. Jakarta: BPS; 2019 [cited 3 November 2019]. Available from: https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html
  20. Kemenkes. Keputusan menteri kesehatan republik indonesia tentang standar antropometri status gizi anak. Jakarta: Direktorat Bina Gizi; 2011
  21. Rohayati, Zainafree I. Faktor yang berhubungan dengan penyelenggaraan program makan siang di sd al-muslim tambun. Unnes J Public Heal. 2014;3(3):1-9
  22. Kowalski K, Crocker P, Donen R. The physical activity questionnaire for older children (PAQ-C) and adolescents (PAQ-A) Manual. Canada: College of Kinesiology University of Saskatchewan; 2004
  23. Dahlan S. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Edisi 6. Jakarta: Salmba Medika; 2014
  24. Dongoran SN, Siagian A, Lubis Z. Kecukupan energi dan protein serta status gizi siswi SMP yang mendapat makan siang dan tidak mendapat makan siang dari sekolah dengan sistem fullday school. Gizi, Kesehat Reproduksi dan Epidemiol. 2016;1(5)
  25. Hardiansyah S. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC; 2017
  26. Kurniawati P, Fayasari A, Kecamatan P, Minggu P. Sarapan dan asupan selingan terhadap status obesitas pada anak usia 9-12 tahun breakfast and snacking intake on obesity status in children aged 9-12 years old. 2018;01(02):69–76
  27. Miyaki T, Imada T, Hao SS, Kimura E. Monosodium L -glutamate in soup reduces subsequent energy intake from high-fat savoury food in overweight and obese women. Br J Nutr. 2016;115:176–84
  28. Sediaoetama A. Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Dian Rakyat; 2010
  29. Hammond K, Mahan L. Intake: Analysis of the diet. In: Krause’s Food and The Nutrition Care Process. 14th ed. Missouri: Elsevier Inc. St Louis; 2017. p. 53
  30. Welis W, Rifki M. Gizi untuk aktifitas fisik dan kebugaran. Padang: Sukabina Press; 2013
  31. Romar JE, Enqvist I, Kulmala J, Kallio J, Tammelin T. Physical activity and sedentary behaviour during outdoor learning and traditional indoor school days among Finnish primary school students. J Adventure Educ Outdoor Learn. 2019; 19:(1):28-42
  32. Putra K, Kinasih A, Kriswandaru P. Gambaran aktivitas fisik siswa kelas IV sekolah dasar negeri di Salatiga. Semin Nas Pendidik Jasm UMMI Ke-1 Tahun 2018. 2018;244–8
  33. Nurhidayati V, Martianto D, Sinaga T. Energi dan zat gizi dalam penyelenggaraan makanan di taman kanak-kanak dan perbandingannya terhadap subjek tanpa penyelenggaraan makanan. J Gizi Pangan. 2017;12(1):69–78
  34. Lysen L, Israel D. Nutrition in Weight Management. In: Krause’s Food and The Nutrition Care Process. 14th ed. Missouri: Elsevier Inc. St Louis; 2017. p. 392
  35. Adriani M, B W. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012. p. 264
  36. Anzarkusuma I, Mulyani E, Jus’at I, Angkasa D. Status gizi berdasarkan pola makan anak sekolah dasar di kecamatan rajeg tangerang. Indones J Hum Nutr. 2014;1(2):135–48

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.