ANALISIS PERBAIKAN TANAH KERETA CEPAT KORIDOR JAKARTA – SURABAYA, SEKSI 2 CIREBON – SEMARANG

Dani Lukmito Utomo, Heins Christian Trinalda, Sri Prabandiyani, Siti Hardiyati

Abstract


Abstrak

 

Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya. Dari beberapa alternatif yang diusulkan terpilih alternatif 1 dimana menggunakan kereta diesel tilt train dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan adanya beban kereta yang berbeda maka diperoleh beban kereta (q) sebesar 36,299 kN/m. Analisis ini mengambil lokasi pada daerah Batang (B4-05, B4-06, dan B4-07). Dari hasil analisis dengan interpretasi peta geologi, maka lokasi tersebut berada pada formasi Alluvium yang memiliki ketebalan lapisan tanah lunak yang besar dan berpotensi menimbulkan kegagalan konstruksi timbunan jalan rel. Dari hasil analisis stabilitas menggunakan bantuan software Slope/W didapatkan angka aman untuk masing-masing lokasi adalah 1,346; 1,226; 0,635. Dari analisis penurunan didapatkan penurunan untuk masing-masing lokasi 0,834 m, 0,744 m, dan 0,893 m. Kemudian dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode embankment on pile dengan bahan terucuk bambu dan preloading PVD karena metode ini sudah diterima dan umum digunakan di Indonesia. Dengan adanya penambahan tiang bambu untuk jarak spasi 1 m dengan Panjang bambu 6 m, 8 m, dan 21 m pada masing-masing lokasi, dapat meningkatkan stabilitas menjadi 1,368; 1,441; dan 1,335. Kemudian dengan penggunaan metode preloading pvd dapat menjamin stabilitas pada tiap tahapan timbunan serta mempercepat waktu konsolidasi menjadi 282 hari pada lokasi B4-05, 156 hari pada lokasi B4-06, dan 410 hari pada lokasi B4-07.


Keywords


pembebanan kereta; tanah lunak; stabilitas; penurunan; embankment on pile. preloading PVD

Refbacks

  • There are currently no refbacks.