ANALISIS PENGGUNAAN METODE PENJADWALAN LINE OF BALANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN CANDILAND – SEMARANG)

*Muhammad Abrar Aulia  -  Departemen Trknik Sipil, Indonesia
Aulia Hashemi Farisi  -  Departemen Trknik Sipil, Indonesia
M.Agung Wibowo  -  Departemen Trknik Sipil, Indonesia
Arif Hidayat  -  Departemen Trknik Sipil, Indonesia
Published: 23 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 500 387
Abstract

Pemilihan metode penjadwalan proyek yang sesuai menjadi salah satu langkah guna memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan konstruksi. Proyek konstruksi yang memiliki pekerjaan yang berulang  atau repetitif membutuhkan supply tenaga kerja yang menerus dan terjadwalkan dengan baik, karena  pekerjaan proyek yang berulang tersebut harus mampu terus melakukan progress tanpa tertunda. Penjadwalan proyek yang umum digunakan di proyek konstruksi berupa barchart dan PDM belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Line of Balance (LoB) adalah metode penjadwalan proyek konstruksi berupa suatu garis yang mewakili satu jenis paket kegiatan berulang. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui mengapa LoB perlu diterapkan pada proyek repetitif serta kelebihan dan kekurangannya. Hasil analisa menunjukkan bahwa LOB cocok untuk diterapkan pada proyek repetitif karena mampu menjadwalkan pekerjaan berulang dan menganalisis kemungkinan terjadinya hambatan pada pelaksanaan konstruksi, walau tidak mampu menunjukkan logika ketergantungan antar pekerjaan.

Keywords: Metode Penjadwalan Proyek; Proyek Repetitif; LOB; Barchart; PDM

Article Metrics: