ANALISIS RISIKO INVESTASI PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG

*Desi Marantika  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Moch Bayu Erwinsyah  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Jati Utomo Dwi Hatmoko  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Riqi Radian Khasani  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 13 Mar 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 517 339
Abstract

Proyek kereta cepat Jakarta – Bandung dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China yang merupakan badan usaha International Joint Venture antara konsorsium dari China yaitu China Railway Engineering Corporation dengan konsorsium BUMN Republik Indonesia. Skema pendanaan proyek tersebut menggunakan sistem business to business yang menghabiskan dana mencapai Rp306 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang mempengaruhi investasi proyek tersebut dalam aspek finansial. Terdapat empat tahapan analisis dalam penelitian ini yakni identifikasi risiko, evaluasi risiko, uji hipotesis dan kuantifikasi risiko. Setelah dilakukan identifikasi risiko oleh pakar, maka diperoleh 31 risiko yang dinilai relevan untuk mungkin terjadi dan mempengaruhi investasi proyek kereta cepat. Selanjutnya pada tahap evaluasi risiko dapat ditentukan risiko dengan tingkat risiko “High” berjumlah 6 risiko atau sebesar 19%, “Medium” berjumlah 19 risiko atau 62%, dan “Low” berjumlah 6 risiko atau 19%. Tahap terakhir adalah kuantifikasi risiko yang menghasilkan besaran pengaruh risiko terhadap biaya konstruksi sebesar 2,23%, terhadap biaya perawatan sebesar 2,17%, terhadap biaya operasional sebesar 1,68%, dan terhadap biaya total sebesar 3,1%. Risiko tersebut juga mempengaruhi pendapatan kereta cepat sebesar 1,62%.

Keywords: Analisis Risiko, Investasi Proyek; Kereta Cepat; Simulasi Monte Carlo

Article Metrics: