PENGARUH AKSESIBILITAS TERHADAP PRAKTIK ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU KABUPATEN TEMANGGUNG 2020

*Eka Yulianti  -  Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Syamsulhuda BM  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 25 Aug 2020; Published: 6 Jan 2021.
View
The Effect Of Accessibility On Antenatal Care Practices in Pregnant Women in The Working Area of Bulu Health Center in Temnggung Distric 2020
Subject Accessibility, Antenatal Care, Pregnant Women
Type Transcripts
  Download (64KB)    Indexing metadata
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  View (68KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) diartikan sebagai berat badan lahir kurang dari 2500 gram dan menjadi permasalahan di Kabupaten Temanggung. Berat badan lahir rendah merupakan penyebab stunting, morbiditas, dan kematian neonatal. Perawatan antenatal menjadi perawatan kesehatan preventif untuk berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap praktik pemeriksaan kehamilan ibu hamil di Puskesmas Bulu Kabupaten Temanggung tahun 2020. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif kualitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji sebelumnya. Subjek penelitian ini adalah 55 ibu hamil yang sedang hamil trimester III bulan Februari 2020. Pemilihan subjek menggunakan teknik populasi total. Data dianalisis menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik.

Hasil : 54,5% responden sepenuhnya memanfaatkan praktik perawatan antenatal. Ada tujuh variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan pelayanan antenatal ibu hamil. Variabel tersebut adalah umur (p = p.039), pekerjaan (p = 0.049), pengetahuan (p = 0.025), sikap (p = 0.023), aksesibilitas pelayanan (p = 0.013), kualitas pelayanan (p = 0,013), dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001). Berdasarkan hasil uji multivariat dengan regresi logistik ganda, variabel yang paling signifikan mempengaruhi pelayanan antenatal ibu hamil adalah aksesibilitas pelayanan dengan (p = 0,011) OR = 10,557, dan dukungan tenaga kesehatan dengan (p = 0,006) OR = 8,959 .

Saran : Meningkatkan fasilitas kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan, seperti rumah bersalin (polindes) atau puskesmas keliling sebagai alternatif aksesibilitas layanan, pendidikan, pendampingan, dan penyuluhan tentang pentingnya asuhan antenatal. Selain itu, penting juga untuk mengedepankan konsep Suami SIAGA dan kesehatan ibu, khususnya kepada ibu hamil, remaja putri , dan calon pengantin untuk menekan angka BBLR. 
 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Accessibility; Antenatal Care; Pregnant Women

Article Metrics:

  1. Governments UCAL. Tujuan Pembangunan berkelanjutan Yang Perlu Diketahui Oleh Pemerintah Daerah [Internet]. Jakarta; p. 24. Available from: www.uclg.aspac.org
  2. World Health Organization. WHA Global Nutrition Targets 2025 : Low Birth Weight Policy Brief. Geneva; 2014
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riskesdas 2018 [Internet]. Jakarta; 2018. Available from: www.depkes.go.id
  4. Dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 [Internet]. Profil Kesehatan Jawa Tengah. Semarang; 2018. Available from: www.dinkesjatengprov.go.id
  5. Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2018. Temanggung; 2018
  6. Triswanti N, Mustofa FL, Illahi RMu. Hubungan Upaya Pencegahan Yang Dilakukan Ibu Hamil Terhadap Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Baru Kabupaten Tangerang Tahun 2018. J Ilmu Kedokt dan Kesehat. 2018;5(4):245–53
  7. World Health Organization. WHO Recommendations On Antenatal care For A Positive Pregnancy Experience. In: WHO Library Cataloguing-in-Publication Data [Internet]. Geneva: WHO Library Cataloguing-in-Publication Data; 2016. p. 1–172. Available from: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/250796/9789241549912-eng.pdf;jsessionid=C0D4E13A4935AC019715BC101F954996?sequence=1
  8. A NL. Hubungan Kunjungan ANC Selama kehamilan Dengan Kejadian Kematian Neonatal (Analisis Data SDKI 2007). Universitas Indonesia; 2012
  9. Oulay L, Laohasiriwong W, Phajan T, Assana S, Suwannaphant K. Effect of antenatal care on low birth weight prevention in Lao PDR: A case control study. F1000Research. 2018;7(May):1138
  10. Tahir M, Hasnah, sarmilawati. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Ibu Hamil Untuk Memeriksakan kehamilan. J Ilm Kesehat Pencerah [Internet]. 2018;7(Juli):28–36. Available from: https://stikesmu-sidrap.e-journal.id/JIKP/article/view/46
  11. Sumarni S. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Perilaku Anc. Media Kesehat Masy Indones Univ Hasanuddin. 2014;10(4):200–4
  12. Priyoto. Teori Sikap & Perilaku Dalam Kesehatan. 2nd ed. Budi J, editor. Yogyakarta: Nuha Medika; 2019. 303 p
  13. Lutfi M. Teknik Analisis Regional: Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan penerbit fakultas geografi (BPFG) UGM; 2015. 346 p
  14. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian kesehatan. 1st ed. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. 236 p
  15. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. 4th ed. Sastroasmoro S, Ismael S, editors. Jakarta: Sagung Seto; 2014. 522 p
  16. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. 2nd ed. Jakarta: Rineka Cipta; 2014. 238 p
  17. Manuaba IBG. Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi [Internet]. 2nd ed. Abdinegari SN, editor. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007. 443 p. Available from: https://books.google.co.id/books?id=IOTiK0AqibQC&pg=PA33&dq=pemeriksaan+antenatal+care&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiqhe3Ak9rmAhUPSX0KHRfKCzEQ6AEIKTAA#v=onepage&q=pemeriksaan antenatal care&f=false
  18. Ruindungan RY, Kundre R, Gresty.N.M.Masi. Hubungan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja RSUD Tobelo. J Keperawatan. 2017;5(1)
  19. Indrastuti AN, Mardiana. Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas. Higeia J Public Heal Res Dev. 2019;3(3):369–81
  20. Hajizadeh S, Ramezani Tehrani F, Simbar M, Farzadfar F. Factors Influencing the Use of Prenatal Care: A Systematic Review. J Midwifery Reprod Heal. 2016;4(1):544–57
  21. Parsa P, Besharati F, Haji Maghsodi S, Afshari M, Emdadi S. Factors influencing the behavior of pregnant women towards using prenatal care services in Iranian healthcare centers. J Midwifery Reprod Heal [Internet]. 2018;6(1):1141–8. Available from: http://jmrh.mums.ac.ir/article_9972_c0f5af9fb85d6b8c56c14b8f68eb4a68.pdf
  22. Tasliah, Widagdo L, P PN. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care(Anc) Padaibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Candilamakota Semarang. J Kesehat Masy. 2017;5(3):637–44
  23. Kurniawaty. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan ANC di Bidan Praktik Mandiri Hj. Maimunah Kertapati Palembang. Gaster [Internet]. 2016;XVI(1):36–48. Available from: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=535267&val=5466&title=FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI HJ.MAIMUNAH KERTAPATI PALEMBANG
  24. Rahmah S. Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Rejo Kabupaten Langkat Tahun 2017. J Public Health (Bangkok) [Internet]. 2017;5(1):643–54. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.irfa.2010.03.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.ribaf.2014.06.001%0Awww.iiste.org%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jbankfin.2011.10.012%0Ahttp:%5Cnwww.econjournals.com%0Ahttp://www.academicjournals.org/JAT
  25. Wakhidah NE, Cahyo K, Indraswari R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Antenatal Care pada Remaja dengan Kehamilan Tidak Diinginkan (Study di Wilayah UPT Puskesmas Ponjong 1 Kabupaten Gunungkidul). J Kesehat Masy. 2017;5(5):958–68
  26. Pekabanda K, Jati SP, Mawarni A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan K4 Oleh Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Sumba Timur Tahun 2016. J Manaj Kesehat Indones [Internet]. 2016;4(3):169–76. Available from: jurnal.poltekeskupang.ac.id
  27. Rachmawati AI, Puspitasari RD, Cania E. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kunjungan Antenatal Care ( ANC ) Ibu Hamil. Majority. 2017;7(November):72–6
  28. Poland B., Green L., Rootman I. Settings for Health Promotion Linking Theory and Practice [Internet]. 1st ed. Poland B., Green L., Rootman I, editors. United States Of America: Sage Publication, Inc; 2000. 1–384 p. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12.018%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2011.08.005%0Ahttp://dx.doi.org/10.1080/00206814.2014.902757%0Ahttp://dx
  29. Wulandatika D. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Tahun 2013. J Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2017;8(2):8
  30. Patria A, Amatiria G. Hubungan Kualitas Pelayanan Antenatal dengan Kelengkapan Ibu Hamil dalam Melakukan Antenatal Care. J Ilm Keperawatan Sai Betik. 2018;14(1):108
  31. Ariyanti I. Pengetahuan Ibu hamil Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Kehamilan Trimester III di Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cipayung, Tahun 2016. J Bid Ilmu Kesehat. 2018;11(1):762–71