skip to main content

SURVEI ENTOMOLOGI VEKTOR MALARIA DI DESA PIRU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU

*Trivano Yonathan Lenakoly  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
M. Arie Wuryanto  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Retno Hestiningsih scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Martini Martini scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

 

Malaria merupakan penyakit parasit tropis yang menjadi penyebab kematian nomor 4 setelah ISPA, HIV / AIDS dan Diare. Provinsi Maluku terdiri dari 11 Kabupaten / Kota dengan geografis kepulauan dan jumlah penduduk sebesar 1.765.417 jiwa. Kasus malaria tertinggi terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat terdapat 260 Kasus dengan API > 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan vektor Malaria di desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Untuk memastikan jenis nyamuk vektor Malaria dilakukan penangkapan nyamuk di lapangan selama 7 hari dengan cara landing dan resting collection. Dari hasil identifikasi ditemukan 310 ekor Aedes sp, 620 ekor Culex sp dan 195 ekor Anopheles sp. Kesimpulan dari penelitian ini angka kepadatan nyamuk Anopheles tertangkap sebanyak 195 ekor dengan 3 spesies Anopheles tertangkap yaitu An. Tesselatus, An.vagus dan An.farauti.

 

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (147KB)    Indexing metadata
Keywords: Survei; Kepadatan; Vektor Malaria
  1. Cecep Dani Sucipto. Manual lengkap malaria. Gosyen, editor. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2015
  2. Aris Santjaka. Malaria Pendekatan Model Kausalitas. Pertama. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013
  3. Denai Wahyuni, Makomulamin NPS.Entomologi dan pengendalian vektor. Cetakan Pertama. Nurul Fatma Subekti, editor. Yogyakarta: Deeppublish; 2017. hal 25–49
  4. Kementerian Kesehatan RI Ditjen PP & PL Direktorat PPBB. Buku saku menuju eliminasi malaria. Kementerian Kesehatan RI. 2011
  5. Shinta T. Laporan monitoring evaluasi resistensi vektor malaria. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016
  6. Hakim L, Wahono T, Ruliansyah A, Kusnandar AJ. Potensi Kemunculan Kembali Malaria di Kabupaten Pangandaran. 2018;10(April):37–48
  7. Puasa R, H AA, Kader A. Identifikasi Plasmodium Malaria Didesa Beringin Jaya Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan. J Ris Kesehat. 2018;7(1):21
  8. Cecep Dani Sucipto. Manual lengkap malaria. Gosyen, editor. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2015
  9. Soedarto. Buku ajar kedokteran tropis. pertama. N.S Mariyam, editor. Jakarta: Sagung Seto; 2018. 121–130 hal
  10. Widoyono. Penyakit tropis. Edisi Kedu. Rina Astikawati, editor. Jakarta: Penerbit erlangga; 2011. 155–156 hal
  11. Kemenkes RI. Buletin Malaria. Antimicrob Agents Chemother. 2011;62(5)
  12. Dinata A. Bersahabat Dengan Nyamuk. Mujahid Press, editor. Bandung: Mujahid Press; 2016. 67–99 hal
  13. Cecep Dani Sucipto. Vektor penyakit tropis. pertama. Gosyen T, editor. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2011. 43,63,189,267
  14. Nuryady MM, Mada UG. Identifikasi Morfologi : Spesies Anopheles yang Berpotensi Sebagai Vektor Malaria, Identifikasi morfologi : Spesies vektor malaria di B2P2VRP salatiga diajukan guna memenuhi persyaratan kuliah kerja magang. 2015;(March)
  15. Aris Santjaka. Malaria Pendekatan Model Kausalitas. Pertama. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013. 28–44 hal
  16. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman manajemen malaria. 2015;1–128
  17. Suwito. Status resistensi nyamuk anopheles di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Jakarta; Dunia Kesmas. 2013;
  18. Island TB, Haji L, Island L. Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida Di Dusun Karyasari Dan Tukatpule Pulau Bali Dan Desa Lendang Ree Dan Labuhan Haji Pulau Lombok. Media Heal Res Dev. 2012;19(3 Sept)
  19. Kementerian Kesehatan RI Ditjen PP & PL Direktorat PPBB. Buku pedoman penggunaan insektisida. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2012. 1–135 hal
  20. Kementerian Kesehatan RI Ditjen. Pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.50 Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017. 56–68 hal
  21. Dwi Asih Cahyaningrum. Pengaruh insektisida Deltametrin terhadap cendawan Beauveria bassiana dan patogenesitasnya terhadap hama kepik penghisap buah kakao (Helopeltis spp.) di laboratorium. Jurnal Univ Lampung. 2016;
  22. Kementerian Kesehatan RI Ditjen P2PTVZ. Panduan monitoring resistensi vektor terhadap insektisida. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018. hal 18-19
  23. Kementerian Kesehatan RI Ditjen P2PTVZ. Survei vektor malaria. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI ; 2018. hal 4-8
  24. Kusriastuti, Upaya Eliminasi Malaria di Indonesia 2030, Jakarta, Kompas Media; 2013
  25. Kementerian Kesehatan RI Ditjen
  26. P2B2. Kunci bergambar nyamuk
  27. Anopheles Dewasa di Indonesia,
  28. Kementerian Kesehatan RI,
  29. Jakarta;2013 hal 20-21
  30. Kementerian Kesehatan RI Ditjen P2P. Laporan Survei vektor malaria BTKLPP Kelas II Ambon. Jakarta
  31. Kementerian Kesehatan RI; 2017 Arsad Ali, Laporan Kegiatan Survei
  32. Vektor Malaria di Wilayah Kerja BTKLPP Kelas II Ambon, Maluku;
  33. Luhulima Bahang ZB, Survei Longitudinal Vektor Malaria, Jakarta; 2016
  34. Sarjono, Ditjen P2PTVZ Kemenkes
  35. RI, Monitoring resistensi vektor malaria terhadap insektisida di Kabupaten Penajem Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, Jakarta;2019

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.