HUBUNGAN PELATIHAN K3, PENGGUNAAN APD, PEMASANGAN SAFETY SIGN, DAN PENERAPAN SOP DENGAN TERJADINYA RISIKO KECELAKAAN KERJA (Studi Pada Industri Garmen Kota Semarang)

*Kirana Smartya Alfidyani  -  Mahasiswa Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Daru Lestantyo  -  Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ida Wahyuni  -  Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 18 May 2020; Published: 30 Jun 2020.
View
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI
Subject
Type Research Instrument
  Download (191KB)    Indexing metadata
Lembar Pengesahan Artikel
Subject
Type Research Instrument
  Download (119KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Abstrak: Kontributor terbesar kasus kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor tindakan tidak aman, yaitu sekitar 80-85%. Tindakan tidak aman adalah kegagalan manusia dalam mengikuti prosedur kerja dan persyaratan yang telah diatur. Implementasi keselamatan dan kesehatan kerja telah dilakukan dengan baik, tetapi ada beberapa pekerja yang tidak mematuhi aturan dan nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja. Seperti terlihat beberapa pekerja yang tidak menggunakan APD selama bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, pengaturan tanda keselamatan, dan praktik penerapan SOP dengan risiko kecelakaan kerja di Indusrty Garment Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja di area tebang di PT. X Industry Garment Semarang dengan total 86 pekerja. Sampel dalam penelitian ini diambil dari rumus cross sectional dan hasilnya adalah 46 pekerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada korelasi antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (ρ-value = 0,003; α = 0,05), penggunaan alat pelindung diri (ρ-value = 0,000; α = 0,05), pengaturan tanda keselamatan (ρ-value = 0,001; α = 0,05), dan menerapkan SOP (ρ-value = 0,001; α = 0,05) dengan risiko kecelakaan kerja. Perusahaan harus memperhatikan pelaksanaan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, mengontrol praktik penggunaan APD, pemantauan dan evaluasi tanda keselamatan, dan melibatkan pekerja dalam menetapkan nilai-nilai kesehatan dan keselamatan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini diambil dari rumus cross sectional dan hasilnya adalah 46 pekerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada korelasi antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (ρ-value = 0,003; α = 0,05), penggunaan alat pelindung diri (ρ-value = 0,000; α = 0,05), pengaturan tanda keselamatan (ρ-value = 0,001; α = 0,05), dan menerapkan SOP (ρ-value = 0,001; α = 0,05) dengan risiko kecelakaan kerja. Perusahaan harus memperhatikan pelaksanaan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, mengontrol praktik penggunaan APD, pemantauan dan evaluasi tanda keselamatan, dan melibatkan pekerja dalam menetapkan nilai-nilai kesehatan dan keselamatan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini diambil dari rumus cross sectional dan hasilnya adalah 46 pekerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada korelasi antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (ρ-value = 0,003; α = 0,05), penggunaan alat pelindung diri (ρ-value = 0,000; α = 0,05), pengaturan tanda keselamatan (ρ-value = 0,001; α = 0,05), dan menerapkan SOP (ρ-value = 0,001; α = 0,05) dengan risiko kecelakaan kerja. Perusahaan harus memperhatikan pelaksanaan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, mengontrol praktik penggunaan APD, pemantauan dan evaluasi tanda keselamatan, dan melibatkan pekerja dalam menetapkan nilai-nilai kesehatan dan keselamatan perusahaan.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Work accidents; Industry Garment; Safety Sign; Personal Protective Equipment

Article Metrics:

  1. Santoso G. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Prestasi Pustaka; 2004
  2. Soehatman R. Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Perspektif K3. Jakarta: Dian Rakyat; 2010
  3. Soehatman R. Smart Safety Panduan Penerapan SMK3 Yang Efektif. Jakarta: PT. Dian Rakyat; 2013
  4. ILO. Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Muda
  5. Hadipoetro S. Manajemen Komprehensif Keselamatan Kerja. Jakarta: Yayasan Patra Tarbiyyah Nusantara; 2014
  6. Sugeng Budiono, R.M.S Jusuf AP. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2003
  7. Sugiyono. Statistik untuk Penelitian. Bandung: C.V. Alfabela; 2002
  8. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif fan R&B. Bandung: Alfabeta; 2012
  9. Saloni Waruwu FY. Analisis Faktor Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Yang Signifikan Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Apartement Student Castle.Spektrum Industri. Issn. 2013;14(1):1-108
  10. Liswanti Y. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Serta Kaitannya Terhadap Status Kesehatan Pada Petugas Pengumpul Sampah Rumah Tangga Di Kota Tasikmalaya Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi. 2015;13(1):196–200
  11. Putri S, Santoso S, Rahayu EP. Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja Perawat Rumah Sakit. Jurnal Endurance. 2018;3(2):271
  12. Barizqi IN. Hubungan antara Kepatuhan Pengunaan APD dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bangunan Pt . Adhi Karya Tbk Proyek. 2015;
  13. Putri FA. Hubungan Antara Pengetahuan, Praktik Penerapan Sop, Praktik Penggunaan Apd Dan Komitmen Pekerja Dengan Risiko Kecelakaan Kerja Di Pt X Tangerang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2017;5(3):269–77
  14. Kurniawati W, Asfawi S, Nurjanah. Hubungan Praktik Penerapan Standart Operating Procedure (SOP) Dan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Perawat Unit Perinatologi di RSUD Tugurejo Semarang. 2013;
  15. Ayu S, Jayadipraja EA, Harun AA. Hubungan Penerapan Standar Operasional Prosedur Dan Pelatihan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Karyawan Di PT . PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kota Kendari. 2019;9:170–7
  16. Cahyaningrum D, Sari HTM, Iswandari D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di Laboratorium Pendidikan. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan. 2019;1(2):41–7
  17. Aryanto L, Ekawati E, Kurniawan B. Hubungan Pelatihan, Status Kerja, Latar Belakang Pendidikan, Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Total E&P Indonesie. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. 2016;4(3):457–67
  18. Saputra FE. Analisis Kesesuaian Penerapan Safety Sign Di Pt. Terminal Petikemas Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2017;5(2):121
  19. Suyono KZ, Nawawinetu ED. Hubungan Antara Faktor Pembentuk Budaya Keselamatan Kerja Dengan Safety Behaviour di PT DOK dan Perkapalan Surabaya Unit Hull Construction. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2013;2(1):67–74