Jurnal Ilmu Perpustakaan skip to main content

Perilaku Pustakawan Pada Ketidaksopanan Nonverbal Pemustaka di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

*Kalk Yusuf Nugraha  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia
Lydia Christiani  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

How to cite (APA): Nugraha, K. Y., & Christiani, L. (2025). Perilaku Pustakawan Pada Ketidaksopanan Nonverbal Pemustaka di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 14(1). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/45857
Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pustakawan pada ketidaksopanan nonverbal pemustaka di perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui bagaimana perilaku pustakawan pada ketidaksopanan nonverbal pemustaka di perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga informan pustakawan perpustakaan Provinsi Jawa Tengah memiliki persamaan dalam menghadapi ketidaksopanan nonverbal pemustaka, yaitu pustakawan menegur dengan sopan dan bahasa yang halus. Pustakawan lalu mengarahkan pemustaka agar mengikuti peraturan yang tertera, sehingga pemustaka merasa nyaman dan aman walaupun terkadang pustakawan merasa kesal ketika adanya perilaku kurang sopan yang dilakukan pemustaka secara tidak disengaja maupun dengan sengaja. Perilaku pustakawan tersebut didasari agar memberikan pandangan pemustaka pada pustakawan dan institusi yang lebih baik.

Fulltext
Keywords: Perilaku pustakawan; ketidaksopanan nonverbal; Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah
  1. Azis, A. (2006). Pustakawan sebagai Tenaga Professional di Bidang Perpustakaan, Informasi dan Dokumentasi. JKDMM: Jurnal Kepustakawanan Dan Masyarakat Membaca, 22(1), 39–50
  2. Hermawan, Rachman, & Zulfikar, Z. (2006). Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia
  3. Hogh, A., Hansen, Å. M., Mikkelsen, E. G., & Persson, R. (2012). Exposure to negative acts at work , psychological stress reactions and physiological stress response. Journal of Psychosomatic Research, 73(1), 47–52. https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2012.04.004
  4. Notoatmodjo, S. (2011a). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Ilmu & Seni. PT Rineka Cipta
  5. Notoatmodjo, S. (2011b). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. PT Rineka Cipta
  6. Pearson, Anderson, & Wegner. (2001). When Workers Flout Convention : A Study of Workplace Incivility. March. https://doi.org/10.1177/00187267015411001
  7. Raco, J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. PT Grasindo
  8. Radford. (1998). Approach or Avoidance ? The Role of Nonverbal Communication in the Academic Library User ’ s Decision to Initiate a Reference Encounter ABSTRACT. 46(4), 699–717
  9. Robinson, S. L., & Bennett, R. J. (1995). A TYPOLOGY OF DEVIANT WORKPLACE BEHAVIORS : A MULTIDIMENSIONAL SCALING STUDY. 38(2), 555–572
  10. Saputri, Y. (1998). Membudayakan layanan beretika bagi pemustaka di perpustakaan perguruan tinggi
  11. Simorangkir, O. . (2003). Etika: Bisnis, Jabatan, Perbankan. Rineka Cipta
  12. Sulistyo-Basuki. (2006). Metode Penelitian. Wedatama Widya Sastra dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
  13. Sunaryo. (2004). Psikologi Untuk Perawatan. EGC
  14. Wahyuni, M. (2015). PERAN PUSTAKAWAN SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI Oleh: Mutiara Wahyuni. 09(02), 196–210
  15. Wahyuni, S. (2018). PERAN PUSTAKAWAN SEBAGAI AGENT OF CHANGE DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KEPADA PEMUSTAKA. LIBRIA, 10(2), 1–9
  16. Zauderer, D. G. (2002). Workplace Incivility and the Management of Human Capital

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.