Dekonstruksi Maskulinitas dan Feminitas dalam Sinetron ABG Jadi Manten

Diyan Krissetyoningrum, M Bayu Widagdo, Dr Sunarto, Wiwid Noor Rakhmad

Abstract


Stereotype masyarakat mengenai gender adalah laki-laki maskulin dan tentu
perempuan feminin. Masyarakat cenderung mempersepsikan bahwa gender
merupakan kodrat, padahal gender terbentuk melalui kostruksi lingkungan dan
dapat dipertukarkan. Sedangkan yang jelas merupakan kodrat adalah jenis
kelamin. Masyarakat juga meyakini akan budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan
untuk menguraikan dekonstruksi atas gagasan dominan mengenai gender yang
mengkonstruksi karakteristik laki-laki sebagai memiliki sikap maskulin dan
perempuan yang memiliki watak feminin dalam Sinetron ABG Jadi Manten.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori queer. Judith Butler
menolak mengenai gender dominan . menurut Butler bahwa segala sesuatu yang
sama tidak selamanya sama, karena segala sesuatunya tidak ada yang benar-benar
pasti.
Peneliti menggunakan konsep yang dikemukakan oleh John Fiske dalam
buku Television Culture, yaitu tentangThe Code of Television untuk menguraikan
dekonstruksi dalam Sinetron ABG Jadi Manten. Setelah melakukan analisis
sintagmatik pada level reality dan level representation, peneliti kemudian
melakukan analisis secara paradigmatik untuk level ideology. Analisis sintagmatik
digunakan untuk menemukan makna terdalam pada sebuah teks dalam sinetron.
Penelitian menunjukkan adanya dekonstruksi gender dimana biasanya
gender yang ditampilkan oleh media adalah laki-laki maskulin dan perempuan
feminin, namun pada sinetron ini sebaliknya. Laki-laki ditampilkan secara
feminin, dan perempuan maskulin. Hal ini menunjukkan bahwa peran gender
dapat dipertukarkan. Kedua karakter tersebut merujuk pada androgini style, yaitu
pembagian peran yang sama antara karakter maskulin dan feminin secara
bersamaan. Dalam identitas gender bahwa orang yang tidak sepenuhnya cocok
dengan peranan gender maskulin dan feminin yang tipikal dalam masyarakat.
Sikap tokoh laki-laki yang cenderung feminin pada akhirnya bisa berperan
sebagai suami yang bertanggung jawab terhadap istri. Dan sosok istri yang
cenderung keras dan maskulin dapat menurut pada apa yang sudah menjadi
keputusan suaminya. Sinetron ABG Jadi Manten ini sesungguhnya meneguhkan
ideologi patriarki, dimana laki-laki- memiliki kedudukan di atas perempuan, tetapi
dengan menawarkan melalui tokoh perempuan yang maskulin untuk menunjukkan
bahwa perempuan tidak selalu lemah.
Kata Kunci: Sinetron, Dekonstruksi, Gender


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung