Meme Comic dengan Isu Pemilihan Presiden 2014

Published: 31 Dec 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Foto/gambar apa pun bisa dibuat meme comic dan juga bisa disesuaikan dengan situasi
tertentu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. Seperti pemberitaan di media konvensional
yang selalu terkini, meme comic pun menampilkan isu-isu terkini yang sedang hangat di
masyarakat. Tahun 2014 merupakan tahun politik, karena pada tahun ini terdapat pemilihan
presiden dan wakil presiden. Isu politik menjadi ramai dibicarakan, termasuk dibicarakan lewat
meme comic. Meme comic menjadi wadah pembicaraan masyarakat mengenai pemilihan
presiden 2014. Perbincangan politik terkait pemilihan presiden 2014 yang berat ditampilkan
lewat meme comic yang menghibur.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis
semiotika mitos yang dikembangkan Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk
mengungkapkan makna yang ditampilkan lewat meme comic dengan isu pilpres 2014. Peneliti
menggunakan paradigma kritis untuk mengkaji dan mendeskripsikan meme comic bertema isu
Pilpres 2014. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pop Culture, Teori
Postmodern, Teori Media Baru.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meme comic dengan isu pilpres 2014
menampilkan makna-makna tersembunyi, yaitu humor yang sudah dikawinkan dengan isu
politik. Fungsinya adalah untuk membungkus isu politik yang sensitif dan kaku agar menjadi
lebih ringan dan diterima semua kalangan tanpa harus membuat tersinggung. Isu politik lewat
meme comic pilpres 2014, menjadikan kritik, saran dan ledekan yang diarahkan kepada capres-cawapres menjadi sesuatu yang tidak perlu ditanggapi secara serius dan kaku. Makna lain yang
ditampilkan adalah meme comic dengan isu pilpres 2014 ini bukanlah sesuatu yang terbentuk
dari ide yang benar-benar baru. Meme comic merupakan bentuk intertektualitas, dimana ide yang
terbentuk dari ide yang sudah ada sebelumnya.
Keyword: Meme Comic, Politik, Humor, Intertekstual

Article Metrics: