Pemaknaan Khalayak terhadap Ruang Privat pada Tayangan Suka Suka Uya

Oki Riski Karlisna, Hedi Pudjo Santosa, Hapsari Dwiningtyas, Lintang Ratri Rahmiaji

Abstract


Tayangan Suka Suka Uya merupakan sebuah variety show yang ingin
memberikan alternatif hiburan bagi pemirsanya dengan menghadirkan bintang
tamu public figure untuk direlaksasi, menceritakan apapun tentang kehidupan
pribadinya sehingga batas antara ruang privat dan ruang publik di media seolah
menjadi kabur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
analisis resepsi Stuart Hall yang bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis
keberagaman interpretasi khalayak tentang ruang privat public figure yang
dikemas dan ditampilkan dalam tayangan Suka Suka Uya serta bagaimana
khalayak mendeskripsikan ruang privat di media, khususnya televisi.
Hasil penelitian menunjukkan ada tiga tipe pemaknaan mengenai
interpretasi khalayak terhadap ruang privat public figure yang dikemas dan
ditampilkan dalam tayangan Suka Suka Uya. Dominant – hegemonic reading
adalah posisi dimana khalayak menyetujui makna dominan (preferred reading)
bahwa batas antara ruang privat dan publik kabur, melebur jadi satu, dan dianggap
sebagai sebuah hal yang wajar bagi seorang public figure karena adanya
voyeurism dan penerimaan informasi privat oleh khalayak sebagai hiburan.
Negotiated reading dimana khalayak menyetujui makna dominan dari teks media
dengan pertimbangan terdapat perbedaan batasan antara public figure dan orang
biasa mengenai ruang privat. Khalayak menegosiasikan hal tersebut karena
batasan ruang privat public figuredianggap berbeda dan lebih luas sebagai
konsekuensi dari profesinya serta selera informan pada bintang tamu yang hadir.
Terakhir, opositional reading adalah posisi dimana khalayak secara tegas menolak
makna dominan yang ditawarkan oleh teks media karena mereka menganggap
bahwa batasan ruang privat dan publik tetap ada dan masing – masing orang
termasuk public figure. Ruang privat dideskripsikan sebagai aib yang tabu
dibicarakan di ruang publik. Selain itu, perbedaan pemaknaan terhadap ruang
privat juga muncul karena perbedaan gender informan, laki – laki dan perempuan.
Informan perempuan cenderung lebih menerima terbukanya ruang privat
dibandingkan informan laki – laki.
Keywords : resepsi, ruang privat, public figure, khalayak


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung