PERILAKU KOMUNIKASI REMAJA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA SINGLE PARENT

Published: 23 Dec 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Keluarga merupakan lembaga sosial inti di dalam masyarakat, sebab di dalam keluargalah
anak memperoleh berbagai bekal dalam berinteraksi dengan masyarakat. Sebuah keluarga
yang berpisah menjadikan anak memperoleh sedikit bekal untuk berinteraksi dengan
lingkungannya sehingga akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak terlebih ketika
anak menginjak masa remaja. Remaja yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga di mana
kedua orang tuanya bercerai mengalami kekhawatiran dalam berinteraksi dengan lingkungan
sosial di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku komunikasi
dan pemeliharaan hubungan komunikasi antara remaja yang berasal dari keluarga single
parent dengan lingkungan sosialnya. Teori yang digunakan adalah Teori Pemeliharaan
Hubungan dari Charless Berger dan Teori Dialektika Relational dari Baxter dan
Montgomery. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja dengan latar belakang keluarga
single parent, orang tua, teman dan extended family dari remaja.
Berdasarkan hasil penelitian Pengasuhan dibawah pengasuhan ibu dalam keluarga
single parent menjadikan adanya kedekatan emosi antara anak dan orang tua dibandingkan
anak single parent dibawah pengawasan ayah. Kedekatan yang terjalin antara remaja dengan
lingkungan sekitarnya ini terjadi karena adanya aktivitas komunikasi yang sering dilakukan
antara remaja dengan lingkungan sekitarnya. Kedekatan emosional merupakan aspek penting
dalam suatu hubungan karena dapat meningkatkan kesempatan komunikasi antar individu.
Perceraian menimbulkan adanya pengaruh emosional pada anak. Pasca perceraian terjadi
informan memiliki seseorang untuk diajak berbagi dengannya. Dukungan serta motivasi yang
diberikan oleh lingkungan sosial di sekitarnya sangat mempengaruhi perilakunya saat ini.
Individu belajar mengenai diri mereka melalui interaksi yang mereka lakukan dengan
lingkungan sosialnya. Pengalaman, pengetahuan dan perilaku komunikasi dibentuk sebagian
besar oleh kelompok sosial. Komunikasi interpersonal yang dilakukan remaja dengan
lingkungan sosialnya akan menguatkan hubungan karena adanya pertukaran pesan dalam
komunikasi tersebut. Keterbukaan antara satu dengan yang lain menjadikan kunci dalam
memelihara hubungan antara remaja dengan lingkungan sosialnya. Konsep diri yang positif
ditunjukan oleh remaja dengan yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah dan
berprestasi, merasa setara dengan orang lain, mampu untuk memperbaiki diri sebagai wujud
pembuktian diri kepada masyarakat.
Kata kunci : konflik, keterbukaan, pemeliharaan hubungan

Article Metrics: