Ultra Violence Dalam Film Django Unchained

Dini Tiara I, Turnomo Rahardjo, Taufik Suprihartini, Hapsari Dwiningtyas

Abstract


Kekerasan merupakan aspek yang tidak pernah lepas ditampilkan dalam media. Film merupakan
media massa yang menampilkan kekerasan dengan vulgar. Kekerasan yang berlebihan ini
disebut dengan ultra violence dimana kekerasan divisualisasikan dengan sekeji mungkin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana teks, dalam hal ini film
mendesain kekerasan menjadi suatu hiburan yang kemudian layak dipertontonkan. Penelitian ini
menggunakan analisis semiotika The Codes of Television John Fiske, yang meneliti film dengan
tiga tahap penelitian. Secara teknis film dilihat melalui level realitas dan representasi, kemudian
pada level terakhir dilihat ideologi yang terdapat dalam film.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kekerasan yang ditampilkan dalam film
merupakan bentuk hiperrealitas. Kekerasan yang ditampilkan bukan murni hasil representasi
realitas namun merupakan buatan pembuat film yang sama sekali tidak dapat dihubungkan
dengan kekerasan pada realitas. Selain itu, pada film ini menunjukkan naturalisasi atas tindakan
kekerasan. Kekerasan dianggap sebagai bentuk balas dendam terhadap kaum yang menindas.
Pihak yang tertindas berhak “menghukum” pihak yang menindas dengan kekerasan. Secara
keseluruhan, kekerasan yang terdapat dalam film ini dibentuk menjadi industri budaya yang
sengaja dibuat menjadi objek hiburan.
Kata kunci : Kekerasan, Hiperrealitas, Industri Budaya


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung