STRATEGI KOMUNIKASI MUSEUM RANGGAWARSITA

Published: 31 Dec 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang penelitian ini diawali dengan kesuksesan museum
Ranggawarsita dalam meningkatkan jumlah pengunjung. Pada tahun 2012
pengunjung museum Ranggawarsita sebanyak 43.180 orang dan pada tahun
2013 meningkat menjadi 65.957 orang. Ditengah meredupnya daya apresiasi
masyarakat tentang museum, ternyata museum ranggawarsita justru mampu
meningkatkan jumlah pengunjungnya. Fenomena tersebut menjadi daya tarik bagi
peneliti untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh
museum Ranggawarsita.
Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana strategi komunikasi
dalam meningkatkan jumlah pengunjung di museum Ranggawarsita. Tipe
penelitian merupakan penelitian deskriptif kulitatif dengan menggunakan metode
studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala museum, kepala seksi pelayanan,
staf pelayanan, penanggung jawab kegiatan duta museum dan ketua komunitas
Lopen.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa museum
Ranggawarsita telah menggunakan 6 tahapan perencanaan strategi komunikasi
sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjungnya, yaitu analisis situasi,
penentuan tujuan, menentukan target sasaran, pesan, program komunikasi dan
evaluasi. Museum Ranggawarsita telah berhasil mengubah paradigma lama yang
berbasis koleksi ke paradigm baru yang berbasis konsumen. Konsep marketing
yang telah diterapkan adalah internal marketing, integrated marketing dan
relationship marketing. Strategi komunikasi yang dilaksanakan oleh museum
Ranggawarsita meliputi penyelengaraan event, pembuatan iklan, penggunaan
media internet dan program pemberian diskon.
Kata kunci: strategi komunikasi, museum, marketing

Article Metrics: