BibTex Citation Data :
@article{IO50318, author = {Gabriella Suryo and Wiwid Rakhmad}, title = {Pengaruh Keseimbangan Komunikasi dan Intensitas Komunikasi Terhadap Tingkat Keintiman antara Orang Tua dan Mahasiswa Perantau}, journal = {Interaksi Online}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Keseimbangan komunikasi; intensitas komunikasi; keintiman; mahasiswa perantau; komunikasi keluarga}, abstract = { Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi mahasiswa perantau dan orang tua dalam menjaga komunikasi yang baik. Adanya keterpisahan secara fisik antara orang tua dan mahasiswa perantau membuat ketidakseimbangan komunikasi, yang dipicu dari intensitas komunikasi yang kurang. Terlebih lagi mahasiswa perantau memiliki kesibukan akademik yang mengharuskan mereka untuk menaruh fokus lebih banyak sehingga tingkat keintiman dengan orang tua dapat terganggu. Namun, dengan adanya teknologi komunikasi, seperti pesan teks, voice call, dan video call dapat membantu menjaga hubungan kedua pihak. Dengan demikian, penelitian ini ingin melihat pengaruh dari keseimbangan komunikasi terhadap tingkat keintiman melalui intensitas komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau. Penelitian ini menggunakan teori ekuitas (equity theory) dan teori resilience and relational load untuk diuji lebih lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 100 mahasiswa Undip yang merantau sebagai responden. Nantinya data akan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Dalam hal ini analisis data akan dibantu dengan menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasilnya penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan komunikasi memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa perantau. Artinya, semakin seimbangnya komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau, maka tingkat keintiman menjadi intim. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lima perilaku pemeliharaan hubungan menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan orang tua dan anak. Kemudian, keseimbangan komunikasi dan intensitas komunikasi sebagai variabel intervening memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa perantau. Artinya semakin seimbangnya komunikasi yang didukung dengan komunikasi yang intens dalam hubungan orang tua dan mahasiswa perantau, dapat mempertahankan keintiman sehingga hubungan orang tua dan mahasiswa perantau tetap erat dan akrab. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seimbangnya komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau akan menciptakan tingkat keintiman yang intim. Hubungan antara orang tua dan mahasiswa perantau akan tetap terjaga dengan erat melalui intensitas komunikasi yang tinggi. Oleh karena itu, saat intensitas komunikasi dimasukkan sebagai variabel intervening, maka tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa merantau menjadi meningkat. }, pages = {970--987} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/50318} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi mahasiswa perantau dan orang tua dalam menjaga komunikasi yang baik. Adanya keterpisahan secara fisik antara orang tua dan mahasiswa perantau membuat ketidakseimbangan komunikasi, yang dipicu dari intensitas komunikasi yang kurang. Terlebih lagi mahasiswa perantau memiliki kesibukan akademik yang mengharuskan mereka untuk menaruh fokus lebih banyak sehingga tingkat keintiman dengan orang tua dapat terganggu. Namun, dengan adanya teknologi komunikasi, seperti pesan teks, voice call, dan video call dapat membantu menjaga hubungan kedua pihak. Dengan demikian, penelitian ini ingin melihat pengaruh dari keseimbangan komunikasi terhadap tingkat keintiman melalui intensitas komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau. Penelitian ini menggunakan teori ekuitas (equity theory) dan teori resilience and relational load untuk diuji lebih lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 100 mahasiswa Undip yang merantau sebagai responden. Nantinya data akan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Dalam hal ini analisis data akan dibantu dengan menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasilnya penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan komunikasi memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa perantau. Artinya, semakin seimbangnya komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau, maka tingkat keintiman menjadi intim. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lima perilaku pemeliharaan hubungan menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan orang tua dan anak. Kemudian, keseimbangan komunikasi dan intensitas komunikasi sebagai variabel intervening memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa perantau. Artinya semakin seimbangnya komunikasi yang didukung dengan komunikasi yang intens dalam hubungan orang tua dan mahasiswa perantau, dapat mempertahankan keintiman sehingga hubungan orang tua dan mahasiswa perantau tetap erat dan akrab. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seimbangnya komunikasi orang tua dan mahasiswa perantau akan menciptakan tingkat keintiman yang intim. Hubungan antara orang tua dan mahasiswa perantau akan tetap terjaga dengan erat melalui intensitas komunikasi yang tinggi. Oleh karena itu, saat intensitas komunikasi dimasukkan sebagai variabel intervening, maka tingkat keintiman antara orang tua dan mahasiswa merantau menjadi meningkat.
Last update:
Interaksi Online, is published by Undergraduate Program of Communication Science, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024) 7460056, Fax: (024)7460055
TOTOMANTAP