skip to main content

MEMAHAMI NEGOSIASI IDENTITAS AGAMA UMAT MUSLIM DAN UMAT KRISTIANI DALAM BERMASYARAKAT DI KOTA CILEGON

*Amelia Latifah  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Joyo Nur Suryanto Gono  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Turnomo Rahardjo  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi

Citation Format:
Abstract
Pada kondisi sosial di Kota Cilegon, umat muslim berusaha untuk mempertahankan batasan identitas agama yang dimiliki, salah satunya dengan menolak adanya pembangunan gereja di Kota Cilegon, sementara umat kristiani berupaya memenuhi kepentingannya dalam mendirikan rumah ibadah. Konflik antara kedua kepentingan yang saling bertentangan dan belum menemukan solusi ini menjadi masalah dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya negosiasi identitas agama yang dilakukan oleh kedua kelompok tersebut, serta mengidentifikasi hambatan komunikasi yang muncul selama negosiasi identitas agama dilakukan. Metode fenomenologi digunakan dengan Teori Ko-Kultur dan Teori Negosiasi Identitas. Proses analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), yang membantu memahami realitas subjek penelitian secara mendalam. Hasil penelitian memunculkan tiga tema utama yang menjawab tujuan penelitian. Pertama, upaya negosiasi dan pengungkapan ekspresi identitas agama dalam kehidupan sosial umat muslim dan umat kristiani di Kota Cilegon. Kedua, strategi menjaga interaksi sosial dalam keberagaman. Ketiga, dinamika hambatan komunikasi yang muncul antara kedua kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Para informan mengungkapkan berbagai upaya yang dilakukan untuk menegosiasikan identitas agama mereka baik dalam menegosiasikan nilai dan kepentingan agama yang dimiliki. Upaya ini dilakukan dengan usaha saling menghormati, tolong menolong, serta diskusi dan musyawarah yang dilakukan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan setiap informan memiliki cara yang unik dalam menegosiasikan identitas agama mereka, yang diawali dengan menunjukkan ekspresi identitas agama, selanjutnya dilakukan dengan upaya saling menghormati, serta diskusi untuk menyesuaikan kepentingan agama dengan kehidupan sosial. Strategi yang digunakan adalah akomodasi dengan gaya komunikasi asertif dan non asertif. Selama menjalankan negosiasi identitas agama ini, informan muslim dan kristiani menghadapi hambatan komunikasi, seperti perasaan inferioritas, kecemasan, stereotip dan prasangka.
Fulltext View|Download
Keywords: Negosiasi, Identitas, Agama, Budaya, Fenomenologi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.