Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farm untuk Pembangunan Citra Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java

Received: 31 Jul 2013; Published: 30 Aug 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 598 233
Abstract

Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farm
untuk Pembangunan citra Coca-Cola Amatil Indonesia Central
Java
ABSTRAK
Evaluasi merupakan hal yang harus dilaksanakan untuk melihat pencapaian dari
program, salah satunya adalah untuk melihat citra yang berhasil dibangun. Namun
Praktisi PR masih sering mengesampingkan pentingnya evaluasi dengan tidak
melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pembangunan
citra Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java (CCAI-CJ) melalui pelaksanaan
kegiatan CSR Coke Farm di kalangan stakeholder eksternal yang terlibat secara
langsung. Teori yang digunakan yaitu teori CSR untuk pembangunan citra. Tipe
penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan
menggunakan model evaluatif. Model Evaluasi yang digunakan adalah Context,
Input, Process, Product (CIPP) Teknik pengumpulan data kualitatif dilakukan
dengan menggunakan indepth interview kepada satu informan, yakni Public
Relations (PR) dari CCAI-CJ. Teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukan
melalui wawancara dengan instrumen penelitian kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan PR CCAI-CJ belum mampu memanfaatkan
program Coke Farm untuk pembangunan citra. Dari hasil penilaian dengan
menggunakan ukuran efektivitas untuk menilai indikator di masing-masing
kategori CIPP mendapatkan total nilai sebanyak 3, yang menunjukkan bahwa
program CSR Coke Farm tidak efektif dalam membangun citra CCAI. Di dalam
melaksanakan Coke Farm, PR tidak menjalankan semua tahapan yang harus
dilakukan di dalam program CSR. Dengan pengelolaan Coke Farm yang kurang
maksimal, maka tidak mampu membangun citra positif CCAI-CJ melalui Coke
Farm. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari kuesioner yang menunjukkan citra
sosial CCAI-CJ yang didapat melalui program Coke Farm adalah cenderung
negatif. Untuk citra ramah lingkungan CCAI-CJ juga termasuk ke dalam kategori
cenderung negatif. Sikap responden terhadap CCAI-CJ memperlihatkan hasil
yang banyak negatif. Citra sosial dan citra ramah lingkungan tersebut didapatkan
dari kumpulan penilaian responden mengenai manfaat sosial dan manfaat
lingkungan dari Coke Farm. Coke Farm dianggap belum mampu memberikan
manfaat responden.
Kata kunci: Evaluasi, Corporate Social Responsibility, Citra
Nama : Charisma Rahma Dinasih
NIM : D2C009106
Judul : Evaluation of Corporate Social Responsibility Coke Farm
Program to development Coca-Cola Amatil Indonesia Central
Java Image
ABSTRACT
The evaluation is to be undertaken to look at the achievements of the program,
one of which is to see a successful image is built. But the practition PR still rule
out the importance of evaluations with it. The purpose of this research was to
evaluate the development image of Coca-Cola Matil Indonesia Central Java
(CCAI-CJ) through the implementation of Coke Farm CSR activities among
external stakeholders involved directly. The theory being used, namely the theory
of development of CSR to image building. The model of evaluation is used
Context, Input, Process, Product (CIPP). Qualitative an quantitative data
collection techniques are performed using indepth interviews to one informant,
namely Public Relations (PR) of CCAI-CJ.
The research shows PR CCAI-CJ hasn’t been able to take advantage of the
program for the development of a Coke Farm image. From the results of the
assessment effectiveness to assess CIPP indicator in each category receives a total
value of about 3 indicating that CSR Coke Farm ineffective for development
CCAI-CJ image. In carrying out Coke Farm, PR did not run all the stages that
must be done within the CSR program. With the management of Coke Farm that
is less than maximum, then it is not able to build a positive image of CCAI-CJ
through Coke Farm. It is proven by the results of a questionnaire that show of
social image obtained through the program of Coke Farm is to tend negative. For
eco-friendly image of CCAI-CJ is also included into the category tends to be
negative. The attitude of respondents towards CCAI-CJ shows many negative
results. Social image and eco-friendly image obtained from the respondent’s
assessment regarding the social benefits of Coke Farm. Coke Farm considered
hasn’s been able to deliver the benefits of the respondent.
Keywords: Evaluation, Corporate Social Responsibility, Image
JURNAL
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farm
untuk Pembangunan Citra
Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java
PENDAHULUAN
Dalam implementasi CSR, PR mempunyai peran penting, baik secara
internal maupun eksternal. Dalam konteks pembentukan citra perusahaan, di
semua bidang pembahasan di atas boleh dikatakan PR terlibat di dalamnya, sejak
fact finding, planning, communicating, hingga evaluation. Jadi ketika kita
membicarakan CSR berarti kita juga membicarakan PR sebuah perusahaan, di
mana CSR merupakan bagian dari community relations. Karena CSR pada
dasarnya adalah kegiatan PR, maka langkah-langkah dalam proses PR pun
mewarnai langkah-langkah CSR.
Dapat diketahui bahwa aktivitas atau kegiatan CSR sangat berpengaruh
terhadap pembentukan opini yang kemudian menjadi sebuah citra perusahaan di
mata masyarakat. Pelaksanaan kegiatan CSR yang baik secara otomatis akan
mendapatkan corporate image (citra perusahaan) yang baik pula. Sudah saatnya
perusahaan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar sebagai bentuk
tanggung jawab sosial perusahaan terhadap publik, sehingga perusahaan dapat
mempertahankan sustainable company.
Untuk membangun citra perusahaan yang baik di mata masyarakat itulah
CCAI-CJ secara giat melakukan CSR. Tujuannya adalah untuk membangun opini
publik yang positif terhadap perusahaannya dengan berusaha untuk tetap
menunjukkan kepada masyarakat bahwasanya Ia juga peduli terhadap kemajuan
dan kesejahteraan masyarakat. salah satu program CSR CCAI-CJ yang masih
berjalan sampai saat ini adalah Coke Farm.
Coke Farm adalah salah satu kegiatan CSR CCAI-CJ yang dirancang
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di wilayah sekitar CCAI-CJ.
Program ini dipilih berdasarkan pertimbangan potensi bahwa sebagian masyarakat
mungkin bisa menggantungkan kegiatan pertaniannya dengan adanya lahan
kosong di area Deep Well. Coke Farm bertujuan untuk memberdayakan
komunitas lokal di sekitar pabrik CCAI-CJ melalui pelatihan pertanian, sekaligus
turut melestarikan lingkungan dengan menanam berbagai macam pohon untuk
penghijauan.
Selama ini CCAI-CJ belum pernah melakukan evaluasi untuk melihat
sejauh mana pencapaian program CSR Coke Farm untuk pembangunan citranya.
CCAI-CJ dalam setiap bulan dan tahunnya hanya membuat laporan Coke Farm
sebagai berikut:
Dengan tidak adanya evaluasi terhadap pembangunan citra, maka tidak
ada pula hasil dari seberapa besar pengaruh CSR Coke Farm terhadap citra yang
diperoleh.
Evaluasi merupakan keharusan untuk setiap program atau kegiatan yang
dilaksanakan PR untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program (Hadi, 2011:
145). Dalam hal ini evaluasi yang dilakukan adalah untuk melihat pencapaian
pembangunan citra dari program CSR yang dilakukan. Berdasarkan hasil evaluasi
itu bisa diketahui apakah program bisa dilanjutkan, dihentikan, atau dilanjutkan
dengan melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Namun, dalam CSR perlu
diingat bahwa evaluasi bukan hanya dilakukan terhadap penyelenggaraan program
atau kegiatannya belaka. Melainkan juga dievaluasi bagaimana sikap stakeholder
yang terlibat terhadap organisasi yang berpengaruh terhadap citra. Jika dalam
pelaksanaannya tidak berpengaruh terhadap citra perusahaan, maka perlu
dilakukan perbaikan untuk memodifikasi program menjadi lebih efektif sebagai
alat komunikasi untuk membangun citra.
Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengevaluasi sejauhmana
program CSR yang telah dilaksanakan dapat berpengaruh pada persepsi positif
masyarakat yang menjadi sasaran program terhadap citra CCAI-CJ.
Penelitian ini menggunakan pemikiran tentang CSR untuk pembangunan
citra yang menggambarkan bagaimana terbentuknya citra melalui CSR. Dari
konsep triple botton line dalam CSR yang mengacu pada bidang sosial dan
lingkungan akan menghasilkan citra sosial dan citra ramah lingkungan. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan model evaluasi
CIPP (context, input, process, product), yang nantinya bisa menunjukkan
efektivitas program CSR Coke Farm untuk membangun citra.
Penelitian ini dilakukan dengan melalui wawancara mendalam kepada PR
Officer CCAI-CJ sebagai informan untuk menggali informasi mengenai proses
perencanaan hingga proses pengomunikasian CSR. Selain itu, dalam penelitian ini
juga menggunakan dua jenis populasi, yakni masyarakat dan petani penggarap
Coke Farm untuk mengukur bagaimana citra CCAI-CJ terbentuk di mata
stakeholder melalui program Coke Farm.
Penelitian ini dilakukan dengan melalui wawancara mendalam kepada PR
Officer CCAI-CJ sebagai informan untuk menggali informasi mengenai proses
perencanaan hingga proses pengomunikasian CSR. Selain itu, dalam penelitian ini
juga menggunakan dua jenis populasi, yakni masyarakat dan petani penggarap
Coke Farm untuk mengukur bagaimana citra CCAI-CJ terbentuk di mata
stakeholder melalui program Coke Farm.
ISI
Dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa citra sosial dari CCAI-CJ adalah
cenderung negatif, citra ramah lingkungan juga menunjukkan hasil yang
cenderung negatif. Sedangkan sikap responden terhadap CCAI-CJ adalah negatif.
Dari hasil perolehan citra tersebut akan dijadikan ukuran untuk evaluasi, yang
mana untuk membuktikan dari apa yang sudah PR lakukan dalam kinerjanya
sebagai upaya untuk membangun citra dengan hasil yang didapatkan di lapangan.
Jadi, ketika PR sudah melakukan upaya dengan melakukan tahapan-tahapan
dalam CSR tetapi citranya negatif, hal ini dianggap bahwa Coke Farm tidak
efektif dalam membangun citra.
Evaluasi yang dilakukan adalah menggunakan model CIPP, yang mana
dari masing-masing konsep dan tahapan dalam program CSR akan
dikelompokkan ke dalam context, input, process, dan product. Evaluasi yang
dilakukan adalah untuk mengukur efektivitas program Coke Farm untuk
pembangunan citra. Sebab, kinerja PR akan mempengaruhi bagaimana citra
terbentuk. Dalam Kolom CIPP, akan diberikan nilai 1 untuk kinerja PR yang
sudah sesuai dengan ukuran efektivitas dan nol untuk yang tidak sesuai. Ukuran
efektivitas dijadikan sebagai patokan untuk mengevaluasi program CSR Coke
Farm, yang dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan PR untuk membangun citra.
Sebab, kinerja PR akan mempengaruhi jalannya proses Coke Farm mulai dari
tahapan perencanaan sampai dengan reporting. Jalannya proses perencanaan
sampai dengan reporting yang baik itulah yang akan mempengaruhi bagaimana
pembangunan citra untuk CCAI-CJ. Dari ukuran efektivitas tersebut, diberikan
nilai satu untuk kinerja PR yang sudah sesuai dengan ukuran efektivitas, dan nilai
nol untuk yang tidak sesuai. Hasilnya menunjukkan bahwa Coke Farm tidak
efektif untuk membangun citra CCAI-CJ dengan jumlah keseluruhan nilai yang
hanya mendapatkan 3 dari 30 indikator yang dibedakan dalam context, input,
process, dan product. Banyak kinerja PR yang tidak sesuai dengan ukuran
efektifitas. PR belum melakukan upaya-upaya untuk mengelola CSR Coke Farm
secara maksimal demi mencapai keberhasilan dalam pembangunan citra.
Berikut ini adalah hasil evaluasi yang dibedakan ke dalam context, input, process,
dan product:
a. Context: PR CCAI-CJ sudah menjalankan CSR sesuai dengan konsep
triple botton line dan menggunakan prinsip-prinsip CSR yang meliputi
sustainability, accountability, dan transparency dalam program Coke
Farm. PR memaknai CSR dari sisi kehumasan, tetapi pada kenyataannya
PR tidak mampu menjalankan Coke Farm sesuai dengan konsep PR yang
memiliki tujuan untuk citra, ditunjukkan dengan PR yang tidak mencoba
berinovasi untuk memodifikasi program Coke Farm yang dirancang pusat
untuk disesuaikan dengan wilayah beroperasinya CCAI-CJ, PR tidak
melakukan analisis stakeholder dan adanya latar belakang yang tidak
cukup kuat karena tidak berdasarkan riset. PR juga tidak dapat mengelola
kegiatan-kegiatan di Coke Farm dengan baik. Dari evaluasi untuk context,
mendapatkan jumlah nilai 1, yang menunjukkan bahwa konsep dan
tahapan yang dilakukan untuk program CSR Coke Farm tidak efektif
untuk pembangunan citra CCAI-CJ.
b. Input: PR tidak melakukan tahapan perencanaan yang meliputi awareness
building, CSR assessment, dan CSR manual. PR juga tidak melakukan
analisis masalah dan tidak menyediakan SDM yang handal untuk Coke
Farm. PR bersikap pasif dengan hanya mengikuti perencanaan dari pusat
tanpa mencoba untuk berinisiatif melakukan tahapan perencanaan dan
analisis masalah untuk disesuaikan dengan keadaan wilayah di CCAI-CJ.
Dari evaluasi untuk input mendapatkan jumlah nilai 0, menunjukkan
bahwa indikator yang dilakukan dalam input untuk program CSR Coke
Farm tidak efektif untuk pembangunan citra CCAI-CJ.
c. Process: PR tidak mengalokasikan budget untuk Coke Farm. PR tidak
menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal, terlihat dari tidak
adanya time schedule yang dibuat untuk periode tertentu sebagai panduan
untuk melaksanakan kegiatan, PR juga tidak melakukan salah satu tahapan
dalam implementasi yaitu internalisasi. PR tidak dapat mengelola dan
menjalin komunikasi yang baik dengan petani karena masih terdapat
konflik yang terjadi yang terjadi. PR tidak melibatkan banyak stakeholder
untuk terlibat di dalam Coke Farm secara langsung. PR sudah melakukan
tahapan monitoring tetapi tidak mencoba melakukan perbaikan dari hasil
monitoring yang telah didapatkan. Tahapan reporting juga sudah
dilakukan, akan tetapi PR tidak melakukan evaluasi untuk melihat
keberhasilan program dalam membangun citra. Dari evaluasi untuk
process mendapatkan jumlah nilai 1, menunjukkan bahwa indikator yang
dilakukan dalam process untuk program CSR Coke Farm tidak efektif
untuk pembangunan citra CCAI-CJ.
d. Product: Program CSR Coke Farm tidak mampu membangun citra positif
CCAI-CJ, yang dikarenakan PR tidak mendayagunakan kemampuannya
dengan memanfaatkan CSR sebagai alat komunikasi untuk pembangunan
citra, PR tidak dapat menyampaikan pesan tentang citra yang ingin
ditampilkan kepada stakeholder, yang ditunjukkan dengan rendahnya
pengetahuan masyarakat tentang program-program CSR yang dijalankan
CCAI-CJ dan rendahnya pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan yang
terdapat di Coke Farm karenakan PR belum mampu memanfaatkan
saluran-saluran komunikasi yang ada secara efektif. Selain itu, PR tidak
dapat memanfaatkan output yang telah didapatkan untuk dijadikan sebagai
sarana pembangunan citra melalui publisitas di media, Coke Farm tidak
mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang ditunjukkan dari sikap
masyarakat yang banyak negatif, masyarakat juga belum merasakan
manfaat sosial dan lingkungan dari Coke Farm. Pada akhirnya Coke Farm
belum mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan,
sehingga Coke Farm tidak dapat mempengaruhi terbentuknya citra positif
perusahaan dan tidak dapat memberikan manfaat bagi CCAI-CJ untuk
pembangunan citranya, ditunjukkan dengan citra sosial CCAI-CJ yang
cenderung negatif dan citra ramah lingkungan yang juga cenderung
negatif. Dari evaluasi untuk product mendapatkan jumlah nilai 0,
menunjukkan bahwa indikator yang dilakukan dalam product untuk
program CSR Coke Farm tidak efektif untuk pembangunan citra CCAICJ.
PENUTUP
PR CCAI-CJ tidak pernah melakukan evaluasi untuk melihat citra yang
berhasil dibangun dari program CSR Coke Farm yang telah dijalankan. Citra
merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap praktisi PR. Dengan tidak adanya
evaluasi, PR CCAI-CJ tidak dapat mengetahui citra yang terbentuk di mata
stakeholder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif,
yang melibatkan 40 responden dan satu orang informan yang merupakan PR
CCAI-CJ. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui citra CCAI-CJ
melalui pelaksanaan kegiatan CSR Coke Farm di kalangan stakeholder eksternal.
Model CIPP adalah model dengan decision oriented evaluation, dimana
peneliti harus memberikan keputusan untuk program mengenai apakah program
akan dihentikan, dilanjutkan, dan dimodifikasi. Untuk program Coke Farm ini,
keputusan yang diambil adalah PR perlu melakukan modifikasi untuk program
Coke Farm agar mendapatkan hasil yang efektif untuk pembangunan citra CCAICJ.
Modifikasi untuk Coke Farm dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. PR sebaiknya menyediakan SDM yang handal untuk dibentuk dalam
struktur organisasi yang dikhususkan untuk Coke Farm agar
pengelolaan dan pelaksanaan dapat terkontrol baik dengan adanya
SDM yang difokuskan untuk membantu PR dalam Coke Farm.
2. PR sebaiknya menambahkan jumlah petani yang menjadi target
sasaran dari Coke Farm, karena pada saat ini jumlah yang menjadi
target sasaran masih tergolong sangat kecil. Dengan menambahkan
target sasaran akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat
yang sebagian merupakan petani.
3. PR bisa melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut dalam beberapa
kegiatan yang dilakukan di Coke Farm, misalnya saja untuk kegiatan
pelatihan dan penyuluhan tentang pertanian. Kegiatan tersebut bisa
dilakukan dengan mengajak banyak masyarakat sekitar yang bukan
hanya petani penggarap Coke Farm saja. Dengan begitu masyarakat
sekitar akan merasa dilibatkan dan mengurangi kecemburuan sosial
yang ada.
4. PR sebaiknya membuat jadwal kegiatan yang dikhususkan untuk
petani untuk periode waktu tertentu, agar kegiatan yang dilakukan
petani dapat berjalan dengan jelas dan teratur sesuai dengan jadwal
yang telah dibuat PR. Sebab, ketika petani tidak dijadwalkan untuk
datang ke Coke Farm maka petani itu tidak akan setiap hari datang
untuk terus mengawasi tanamannya, dan PR menyatakan jika itu
kesalahan dari petani. Padahal itu juga merupakan kesalahan PR yang
tidak membuat jadwal tetap bagi petani.
5. PR bisa mengajak peserta plant visit ke lokasi Coke Farm untuk
melihat langsung kegiatan yang ada di dalamnya sebagai upaya untuk
mengomunikasikan Coke Farm kepada publik, seperti yang telah
dilakukan oleh Plant Coca-Cola di Bandung. Dengan mengajak
peserta plant visit ke lokasi Coke Farm akan menjadikan banyak
orang yang mengetahui akan adanya Coke Farm.
Penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa PR CCAI-CJ tidak bisa
memanfaatkan CSR Coke Farm untuk kepentingan citra. CSR dijalankan hanya
untuk memenuhi kewajiban CCAI-CJ yang mana sebagai anak perusahaan harus
mematuhi kebijakan dari pusat dan mematuhi peraturan perundang-undangan dari
pemerintah, tanpa melakukan upaya-upaya lebih lanjut sesuai dengan konsep PR
untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan citra. Coke Farm yang telah
dijalankan sejak tahun 2009 tidak mampu menghasilkan citra positif, dibuktikan
dari citra sosial CCAI-CJ yang cenderung negatif dan citra ramah lingkungan
yang juga cenderung negatif. Coke Farm juga tidak mampu membuat masyarakat
mempunyai sikap yang positif terhadap CCAI-CJ, yang ditunjukkan dengan sikap
masyarakat yang banyak negatif terhadap CCAI-CJ.
Kesimpulan lain yang sekaligus merupakan kritik kepada PR CCAI-CJ,
yakni PR CCAI-CJ tidak pernah melakukan riset untuk perencanaan program
Coke Farm, semuanya hanya berdasarkan asumsi belaka. Citra yang terbentuk
dari program Coke Farm juga diketahui hanya berdasarkan asumsi PR belaka.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan dunia PR yang sesungguhnya, dimana
pada setiap kegiatan harus diawali dengan riset untuk bisa menentukan masalah
yang jelas dan spesifik. Selain itu, CSR yang seharusnya bisa dijadikan sebagai
alat komunikasi untuk pembangunan citra, tidak dapat dimanfaatkan baik oleh PR.
Coke Farm tampak berjalan sia-sia dengan tidak mampu menghasilkan penilaian
yang positif dari stakeholder, dimana PR menjalankan program ini tidak secara
sungguh-sungguh. Banyak tahapan penting yang seharusnya dilakukan namun
tidak dilakukan. Pengelolaan program Coke Farm juga masih kacau, tidak adanya
SDM handal yang disediakan, banyak kegiatan yang tidak dijalankan, tidak
mampu mengelola komunikasi yang baik sehingga masih sering menghasilkan
konflik. Itulah beberapa contoh kecil yang sangat fatal apabila disepelekan oleh
seorang praktisi PR. Karena hal-hal tersebut juga akan turut mempengaruhi
keberhasilan program. Keberhasilan program pada akhirnya akan berpengaruh
terhadap terbentuknya citra positif perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Arafat, Wilson. (2006). Behind A Powerful Image : Menggenggam Strategi dan
Kunci-kunci Sukses Menancapkan Image Perusahaan yang Kokoh. Yogyakarta :
Penerbit Andi.
Basuki, Sulistyo. (2006). Metoda Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Cutlip, Center, dan Broom. (2006). Effectively Public Relations. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Djam’an Satori Dan Aan Komariah. (2009). Metode Penelitian kualitatif.
Bandung: Alfabeta.
F. Rachmadi. (1996). Public Relation dalam Teori dan Praktek. Jakarta : PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Mardalis. (2004). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Moleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset.
Mudrajat Kuncoro. (2001). Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis
dan Ekonomi. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
Mutofin. 2010. Evaluasi Program. Bandung: Laksbang Presindo.
Soemirat, Soleh dan Elvirano Ardianto. (2003). Dasar-Dasar Public Relation.
Bandung : Remaja Rosdakarya.
Susanto, A.B. (2009). Reputation-Driven Corporate Social Responsibility,
Pendekatan Strategic Management dalam CSR. Jakarta: Esensi Erlangga Grup.
Patton, Michael Quinn. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Ruslan, Rosady. (2006). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ruslan, Rosady. (1998). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi,
konsepsi dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Tashakkori, Abbas dan Charles Teddlie. (2010). Mixed Methodology. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Untung, Hendrik Budi. (2008). Corporate Social Responsibility. Jakarta : Sinar
Grafika.
Wibisono, Yusuf. (2007). Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social
Responsibility). Gresik: Fascho Publishing.
Skripsi
Ibrahim, Adi Kurnia. (2011). Strategi Public Relations PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. Dalam Program CSR Pembinaan Usaha Kecil. Skripsi. Program
Studi Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Universitas Bina Nusantara.
Kumalasari, Manik Andiani. (2010). Implementasi Program Community Dialogue
Platform Sebagai Upaya Membangun Goodwill Antar Stakeholder untuk Realisasi
Perencanaan Program Corporate Social Responsibility Komunitas Industri di
Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Skripsi. Program Studi Ilmu
Komunikasi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Majid, Paramita. (2012). “Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR) Terhadap Citra Perusahaan Pada PT. Hadji Kalla Cabang Sultan Alaudin,
Makassar”. Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Article Metrics: