Dinamika Perkeretaapian Lintas Semarang-Juwana Tahun 1950-1998

*Aldi Rizaldi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Susilowati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 14 Jun 2020; Published: 18 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

This article discusses various challenges in the railroad route transportation system. After Indonesia's independence, the operationalization of the railroad in Semarang was carried out by the Inspection Office 7, which at that time had faced a number of problems, including infrastructure damage. This problem actually made the Indonesian government implement a road rehabilitation program. This program has affected the operation of the Semarang-Juwana line, whose performance has declined. This has triggered an increase in the number of motorized vehicles passing the highway, it led the competition between railroad and highway transportation. In its development, the operation of the Semarang-Juwana line was less profitable than highway transportation. In addition, the line was considered increasingly inefficient. The operationalization of the Semarang-Juwana line has been officially closed in the 1980’s decade. The closure has an impact on the transportation of goods and passengers along the track, which have moved on road transportation by relying on buses, private cars, trucks, and colts.

Article Metrics:

  1. “Colt-nya Ngebut Jadi Ketabrak KA,” Suara Merdeka, 16 Maret 1976
  2. “Demak Sekarang Punja Stasiun Bis Jang Representatip,” Suara Merdeka, 9 Januari 1970
  3. “Ex Setasiun Jurnatan Jadi Terminal Bus,” Suara Merdeka, 13 Juli 1976
  4. “Jalan KA Semarang-Surabaya Akan Direhab; Sedang Disurvey Team Ahli2 Jepang,” Suara Merdeka, 1 Agustus 1978
  5. “PJKA Terpaksa Hentikan Operasi Beberapa KA Karena Terus Merugi,” Suara Merdeka, 30 Desember 1986
  6. “Risalah Rapat Pembahasan Izin Pembongkaran atau Penghapusan, Pelebaran Jembatan KA, dan Penggunaan Lahan Perumka” (Arsip Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Jakarta, Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah)
  7. “Sejarah Mitsubishi Colt T100 dan Colt T120, Legenda Angkutan Niaga Indonesia.” https://awansan.com/2015/01/16/sejarah-mitsubishi-colt-t-legenda-angkutan-niaga-indonesia/, dikunjungi pada 23 Oktober 2018
  8. “Surat Izin Pembongkaran Rel Kereta Api” (Arsip Departemen Perhubungan Kantor Wilayah XI Provinsi Jawa Tengah Nomor KA.003/1/3/KW.XI-95, Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah)
  9. “Telepon Gardu Jaga KA Tambaklorok Sudah Tiga Bulan Tak Berfungsi”, Suara Merdeka, 11 Desember 1986
  10. Anonim (1907). De Tramwegen op Java. Gedenkboek Samengesteld ter Gelegenheid van Het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram-Maatschappij. ‘s-Gravenhage: Kon. Ned. Boek en Kunsthandel van M. M. Couvée
  11. Anonim (1970). Sekilas Lintas 25 Tahun Perkeretaapian. Bandung: PNKA
  12. Anonim (1988). Indonesia Membangun Jilid 1 (Jakarta: PT Dumas Sari Warna, 1988)
  13. Arndt, H. W. (1983). Pembangunan dan Pemerataan Indonesia di Masa Orde Baru, terjemahan Konta Damanik. Jakarta: LP3ES
  14. Biro Pusat Statistik (1982). Jawa Tengah Selayang Pandang 1982. Semarang: Biro Pusat Statistik
  15. Biro Pusat Statistik (1988). Jawa Tengah Dalam Angka 1988. Semarang: Biro Pusat Statistik
  16. Departemen Perhubungan (2010). Perkembangan Transportasi di Indonesia dari Masa ke Masa. Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
  17. Development Studies Project, Railway Pricing and Its Related Factors, 1986 (1987)
  18. Djuraid, Hadi M. (2013). Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia. Jakarta: PT Mediasuara Shakti – BUMN Track
  19. Gottschalk, Louis (1983). Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Universitas Indonesia Press
  20. Hariyadi, Ibnu Murti (2015). Selayang Pandang Sejarah Perkeretaapian Indonesia 1867-2014. Bandung: Unit Preservation & Architecture PT. Kereta Api Indonesia Persero
  21. Hartatik, Endah Sri (2009). “Transportasi Jalan Raya Menggantikan Peran Kereta Api di Pantai Utara Jawa Tengah Awal Abad XX sampai dengan Orde Baru”. Laporan Penelitian pada Hibah Penelitian Strategis Nasional, Universitas Diponegoro
  22. Kantor Sensus & Statistik Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah (1979). Jawa Tengah Dalam Angka 1979. Semarang: Biro Pusat Statistik
  23. Kartodirdjo, Sartono, Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto (1975). Sejarah Nasional Indonesia IV. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  24. Kementerian BUMN (2014). Sejarah Nasionalisasi Aset-Aset BUMN Dari Perusahaan Kolonial Menuju Perusahaan Nasional. Jakarta: Kementerian BUMN
  25. Lombard, Denys (2002). Nusa Jawa: Silang Budaya Batas-Batas Pembaratan, Jilid 1. Jakarta: Gramedia
  26. Mulyana, Agus (2017). Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak
  27. Nitisastro, Widjojo (2010). Pengalaman Pembangunan Indonesia. Jakarta: Buku Kompas
  28. Putra, Rangga Harya (2010). “Alih Fungsi Tanah dan Bangunan Stasiun Kereta Api Kudus Menjadi Pasar Wergu dan Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Penduduk Kelurahan Wergu Wetan Kabupaten Kudus Tahun 1980-1999”. Skripsi pada Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
  29. Raap, Olivier Johannes (2017). Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
  30. Reitsma, S. A. (1916). Indische Spoorweg-Politiek Deel 1. Batavia: Landsdrukkerij
  31. Reitsma, S. A. (1928) Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor en Tramwegen. Weltevreden: G Kolff & Co
  32. Ricklefs, M. C. (2010). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
  33. Ridwan, Agus Salim (1995). “Visi dan Peranan Kereta Api dalam Sistem Transportasi Nasional”. Laporan Penelitian pada Pendidikan dan Teknologi Perkeretaapian, Bandung, 1995
  34. Subarkah, Iman (1992). Sekilas 125 Tahun Kereta Api Kita 1867-1992. (1992). Bandung: Yayasan Pusaka
  35. Suryo, Djoko (1989). Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang 1830-1900. Yogyakarta: Penerbit Pusat Antar Universitas Gadjah Mada
  36. Susilowati, Endang (1984). “Peranan Tram Semarang-Juana sebagai Sarana Pengangkutan pada Tahun 1885-1900”. Skripsi pada Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada
  37. Tim Telaga Bakti Nusantara (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 2. Bandung: CV. Angkasa