skip to main content

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG PERAN AYAH DENGAN BENTUK KENAKALAN REMAJA YANG MELAWAN STATUS PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI X SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 19 Jan 2014.

Citation Format:
Abstract

Masa remaja merupakan periode kehidupan yang penuh dengan dinamika dimana remaja memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya kenakalan dan kekerasan. Remaja tumbuh dan berkembang dalam asuhan keluarga. Ayah memiliki peran yang cukup besar dalam tumbuh kembang anak menjadi remaja. Persepsi tentang peran ayah adalah penilaian individu secara kognisi terhadap perilaku yang diharapkan dari ayah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang peran ayah dengan bentuk kenakalan remaja yang melawan status pada siswa kelas XI SMA Negeri X Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 311 siswa kelas XI. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Persepsi tentang Peran Ayah (27 aitem valid,  α = 0.863) dan Skala Bentuk Kenakalan Remaja yang Melawan Status (15 aitem valid, α = 0.824). Sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan angka koefisien korelasi rxy = -0,549 dengan p= 0.000 (p<0.05) yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi tentang peran ayah dengan bentuk kenakalan remaja yang melawan status pada siswa kelas XI SMA Negeri X Semarang. Semakin positif persepsi tentang peran ayah maka semakin rendah bentuk kenakalan remaja yang melawan status, begitupun sebaliknya. Variabel persepsi tentang peran ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 30,1% pada bentuk kenakalan remaja yang melawan status dan sebesar 66,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Fulltext View|Download
Keywords: persepsi tentang peran ayah, kenakalan remaja

Article Metrics:

  1. Adiyanti, M. G., Wahyuni, S. (2010). Correlation Between Perception Toward Parents’ Authoritarian Parenting And Ability to Empathize with Tendency of Bulyying Behavior on Teenegers. Jurnal Psikologi
  2. Atkinson, R. L., Richard, C.A., Edward E.S., Darly J.B. (1991). Pengantar Psikologi: Edisi kesebelas, Jilid I. Alih Bahasa: Widjaja Kusuma. Harcourt Brace & Company
  3. Budi, S. H. (2009). Perilaku Agresif Ditinjau Dari Pola Asuh Authoritarian, Asertifitas dan Tahap Perkembangan Remaja Pada Anak Binaan Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarja Jawa Tengah. Jurnal Humanitas. 6 (1), 42- 55
  4. Hariz, S. A. (2011). Hubungan Antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya dengan Kenakalan Remaja. E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya. 2, 1-7
  5. Hidayati, F. H., Kaloeti, F. D. S., Karyono. (2011). Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Psikologi Undip. 9(1), 1-10
  6. Kuwado, F. B. (2012). 82 Pelajar Tewas Sia-sia karena Tawuran http://female.kompas.com/rea d/2012/12/21/10534239/82.P elajar.Tewas.Siasia.karena.Tawuran. Diunduh tanggal 22 April 2013, 19.00
  7. Lamb, M. E. (2007). The Role of the Father in Child Development (2th ed). Canada: John Wiley & Sons, Inc
  8. Lamb, M. E. (2010). The Role of the Father in Child Development (5th ed). University of Cambridge. United States of America: John Wiley & Sons, Inc
  9. Maria, U. (2007). Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga dan Konsep Diri Terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
  10. Murtiyani, N. (2011). Hubungan antara Pola Asuh dengan Kenakalan Remaja di RW V Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Keperawatan. 1 (1)
  11. Santrock, J. W. (2003). Adolescence. Alih Bahasa: Adelar, S. B. dan Saragih, S. Jakarta: Erlangga
  12. Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja. Edisi Kesebelas. Jakarta: Rajawali Pers
  13. Sukmana, O. (2003). Dasar-dasar psikologi lingkungan. Malang: Bayu Media, UMM Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.