HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI BALAI REHABILITASI SOSIAL MARDI UTOMO SEMARANG I

Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Disiplin kerja pegawai sangat dibutuhkan, karena tujuan organisasi mustahil akan tercapai bila pegawainya tidak disiplin. Hasil penjajagan awal memperlihatkan di Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I terjadi penggunaan waktu jam kerja yang tidak pada tempatnya. Sebab didapati pegawai pada saat jam kerja tidak ada di kantor dan beberapa lembar absen masih kosong selama beberapa hari. Secara teoritis disiplin kerja dipengaruhi oleh kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan mengambil seluruh populasi sebagai sampel dan didapatkan sampel sebanyak 33 pegawai. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi yaitu skala Disiplin Kerja dan skala Kepemimpinan Transformasional. Skala Disiplin Kerja dengan 33 item valid (α = 0,902) dan skala Kepemimpinan Transformasional dengan 33 item valid (α = 0,936). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,482 dengan p = 0,002 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja, semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka semakin baik disiplin kerja pegawai, demikian pula sebaliknya semakin rendah kepemimpinan transformasional maka semakin rendah disiplin kerja pegawai. sumbangan efektif kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I sebesar 23,2% dan sisanya sebesar 76,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.

Keywords: Kepemimpinan Transformasional dan Disiplin Kerja

Article Metrics: